Pembaruan firmware terbaru untuk Nintendo Switch 2 memunculkan keluhan baru dari pengguna yang memakai kartu MicroSD Express. Sejumlah laporan menyebut konsol mendadak tidak lagi mengenali sebagian kartu penyimpanan eksternal, sehingga game yang terpasang di dalamnya tidak bisa diakses.
Masalah ini ramai dibahas setelah firmware versi 22.0.0 tersedia. Di forum Reddit, beberapa pengguna melaporkan kartu terbaca tidak kompatibel, meski sebelumnya berfungsi normal untuk menyimpan dan menjalankan game di Switch 2.
Masalah muncul setelah firmware 22.0.0
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Notebookcheck, banyak aduan mengarah pada kartu MicroSD Express 1TB merek PNY. Salah satu pengguna Reddit dengan nama Whaleambassador mengatakan konsol menampilkan pesan bahwa media penyimpanan tambahan tersebut tidak kompatibel.
Dalam kasus itu, kartu tidak sepenuhnya mati. Switch 2 masih bisa membacanya sebagai MicroSD biasa, tetapi fungsinya menjadi terbatas dan tidak lagi dapat dipakai untuk menyimpan atau memuat game Switch 2.
Hal ini penting karena Nintendo Switch 2 mengandalkan standar MicroSD Express untuk ekspansi penyimpanan game. Jika kartu hanya terbaca sebagai MicroSD biasa, pengguna praktis kehilangan akses ke instalasi game yang sebelumnya tersimpan di sana.
Dampaknya terasa besar bagi pemilik konsol yang mengandalkan penyimpanan eksternal. Saat kartu tidak dikenali dengan benar, satu-satunya ruang yang tersisa untuk menjalankan game adalah memori internal 256GB milik perangkat.
Game terpasang bisa ikut terdampak
Gangguan ini bukan sekadar soal kartu yang gagal terbaca. Game yang sudah terinstal di kartu MicroSD Express juga dapat menjadi tidak bisa dijalankan karena sistem tidak lagi menganggap media itu cocok untuk Switch 2.
Notebookcheck mencatat bahwa kondisi ini memicu krisis penyimpanan mendadak bagi sebagian pemain. Situasi menjadi lebih rumit untuk judul berukuran besar, karena file instalasi game modern bisa memakan ruang puluhan gigabita.
Sumber yang sama menyinggung ukuran instalasi yang bisa melampaui 90GB untuk Final Fantasy 7 Remake Intergrade. Dalam skenario seperti ini, ketergantungan pada kartu ekspansi menjadi sangat tinggi, terutama bagi pengguna yang memiliki banyak game digital.
Kabar yang sedikit melegakan adalah data simpan permainan dilaporkan tetap ditulis ke penyimpanan internal. Artinya, progres pemain berpeluang tetap aman meski game di kartu eksternal tidak dapat diakses untuk sementara.
Merek yang disebut dalam laporan pengguna
Mayoritas keluhan yang muncul di Reddit berkaitan dengan kartu 1TB dari PNY. Namun, laporan pengguna juga menyebut bahwa model 1TB lain, yakni Integral Gamer’s Edge X, diduga mengalami gejala serupa setelah pembaruan firmware.
Belum ada pernyataan resmi yang menyatakan semua unit dari merek tertentu pasti terdampak. Karena itu, masalah ini masih terlihat sebagai kasus yang dilaporkan pengguna, bukan penarikan produk atau konfirmasi cacat menyeluruh dari produsen.
Pengguna Reddit yang mengaku mengalami masalah itu menyebut telah membersihkan kartu dari debu sebelum menghubungi dukungan Nintendo. Menurut laporan tersebut, bantuan langsung belum diperoleh, sehingga pengguna kemudian menghubungi layanan bantuan PNY.
PNY disebut meminta proses RMA untuk pengujian lebih lanjut. Langkah ini menunjukkan bahwa produsen aksesori masih menelusuri sumber masalah, termasuk kemungkinan apakah gangguan berasal dari firmware, kompatibilitas kontroler penyimpanan, atau faktor lain pada kartu.
Opsi yang bisa dicoba pengguna
Sejauh ini, salah satu solusi yang ikut dibahas adalah memformat ulang kartu melalui Windows. Namun, langkah ini memiliki risiko besar karena akan menghapus instalasi game Switch 2 yang tersimpan di kartu tersebut.
Sebelum mengambil tindakan, pengguna sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal berikut:
- Periksa apakah kartu masih terbaca sebagai MicroSD biasa.
- Pastikan slot kartu dan permukaan kartu bersih dari debu.
- Cek apakah game save tetap tersedia di memori internal.
- Hubungi dukungan Nintendo dan produsen kartu untuk dokumentasi kasus.
- Hindari format ulang jika belum mencadangkan data yang memungkinkan untuk diselamatkan.
Langkah-langkah itu tidak menjamin perbaikan. Namun, pendekatan tersebut dapat membantu pengguna menghindari kehilangan data tambahan sambil menunggu investigasi resmi.
Mengapa isu ini jadi sorotan
Masalah ini mendapat perhatian karena kartu MicroSD Express merupakan aksesori penting untuk Switch 2. Dengan ukuran game yang terus membesar dan model distribusi seperti Game-Key Cards yang tetap membutuhkan unduhan data, kebutuhan akan ekspansi penyimpanan menjadi makin nyata.
Di sisi lain, kapasitas besar tidak murah. Notebookcheck menulis kartu MicroSD Express 1TB bisa dibanderol di atas $200, dan harga NAND Flash yang terpengaruh kelangkaan memori membuat aksesori ini belum tentu segera menjadi lebih terjangkau.
Kombinasi antara harga tinggi, peran penting kartu ekspansi, dan risiko game tidak bisa diakses membuat firmware 22.0.0 menjadi sorotan. Sampai ada penjelasan resmi yang lebih rinci, pengguna Switch 2 yang memakai MicroSD Express, khususnya kapasitas 1TB, perlu memantau pembaruan dari Nintendo maupun produsen kartu terkait kompatibilitas dan potensi perbaikan lanjutan.
Source: www.notebookcheck.net