Meta Menutup Horizon Worlds, Tanda Kian Nyata Mimpi Metaverse Mulai Padam

Meta resmi menghentikan Horizon Worlds versi Meta Quest, langkah yang dibaca luas sebagai tanda melemahnya dorongan perusahaan terhadap metaverse berbasis VR. Keputusan ini mengakhiri perjalanan salah satu produk yang dulu diposisikan sebagai wajah ambisi besar Meta di dunia virtual.

Menurut informasi yang diumumkan perusahaan, Horizon Worlds akan dihapus dari toko Meta Quest setelah 21 Maret. Layanan untuk pengguna headset itu lalu ditutup sepenuhnya pada 15 Juni, sementara pengguna yang sudah mengunduh gim sebelum 31 Maret masih bisa bermain sampai tanggal penghentian tersebut.

Horizon Worlds pertama kali meluncur di Meta Quest pada Desember. Produk ini sejak awal dipromosikan sebagai ruang sosial virtual tempat pengguna dapat bermain, berinteraksi, dan membangun pengalaman digital bersama.

Meta pisahkan platform VR dan mobile

Meta menyatakan versi mobile Horizon Worlds akan tetap beroperasi. Dalam penjelasan resminya, perusahaan mengatakan pemisahan ini dilakukan agar masing-masing platform dapat tumbuh dengan fokus yang lebih jelas.

Meta menulis bahwa Horizon Worlds akan menjadi pengalaman yang hanya tersedia di perangkat mobile. Perusahaan juga menyebut pemisahan itu akan meluas ke ekosistemnya, termasuk aplikasi mobile yang terhubung dengan layanan tersebut.

Alasan bisnis di balik keputusan ini mengarah pada jangkauan pasar yang lebih besar. Meta menyebut platform mobile memberi peluang untuk menjangkau audiens yang jauh lebih luas dibanding perangkat VR yang adopsinya masih terbatas.

Jika dilihat dari sisi pasar, langkah itu cukup logis. Pengguna ponsel jauh lebih banyak daripada pemilik headset VR, sehingga biaya akuisisi pengguna dan peluang pertumbuhan dinilai lebih masuk akal di jalur mobile.

Produk yang lama dikritik

Horizon Worlds tidak pernah benar-benar lepas dari kritik. Produk ini kerap dinilai memiliki grafis yang kurang meyakinkan, dunia virtual yang terasa sepi, serta avatar yang aneh dan tidak ekspresif.

Citra tersebut sempat melekat kuat sejak fase awal peluncuran. Bahkan, penambahan fitur avatar berkaki yang sempat ramai dibicarakan baru hadir setelah aplikasi itu berjalan cukup lama, memperkuat kesan bahwa pengembangannya bergerak lambat.

Di tengah persaingan, Horizon Worlds juga sulit menandingi platform lain yang lebih ramai dan matang. Banyak pengamat industri melihat daya tariknya kalah dibanding layanan seperti Roblox yang sudah memiliki komunitas besar, ekosistem kreator aktif, dan variasi konten lebih kuat.

VR belum ditinggalkan sepenuhnya

Meski menutup Horizon Worlds untuk Quest, Meta belum menyatakan keluar dari bisnis VR. Perusahaan justru menegaskan komitmennya terhadap headset VR dan menyebut telah menginvestasikan hampir $150 million dalam program pengembang VR sepanjang 2025.

Dalam pernyataan resminya, Meta mengatakan masih memiliki peta jalan yang kuat untuk headset VR masa depan. Perangkat itu, menurut perusahaan, akan disesuaikan untuk segmen audiens yang berbeda seiring pasar bertumbuh dan makin matang.

Meta juga menyebut dirinya tetap menjadi investor terbesar di industri VR. Perusahaan beralasan VR masih dipandang sebagai teknologi penting menuju platform komputasi generasi berikutnya.

Namun, pernyataan optimistis itu berdiri di tengah tekanan finansial yang besar. Divisi Reality Labs milik Meta tercatat membukukan kerugian $4.4 billion hanya dalam satu kuartal, angka yang terus memicu pertanyaan tentang keberlanjutan strategi metaverse perusahaan.

Fokus bergeser ke perangkat AI wearable

Dalam beberapa waktu terakhir, arah bisnis Meta terlihat berubah. Perusahaan melakukan pemangkasan pekerjaan di divisi VR dan menutup beberapa studio VR, sembari meningkatkan perhatian pada produk AI wearable.

Perubahan fokus itu paling terlihat pada pengembangan kacamata pintar Ray-Ban Meta. Produk tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana Meta kini lebih menekankan integrasi AI ke perangkat yang lebih ringan, lebih praktis, dan berpotensi menjangkau pasar arus utama.

Peralihan ini membuat narasi metaverse tidak lagi sekuat beberapa tahun lalu. Padahal, perubahan nama perusahaan dari Facebook menjadi Meta dulu dipandang sebagai simbol komitmen besar terhadap masa depan internet virtual.

Dari sisi perangkat keras, Meta Quest 3S menjadi headset VR terbaru perusahaan. Perangkat itu dirilis pada Oktober 2024 dan hadir sebagai penyegaran minor dari Meta Quest 3, bukan lompatan besar yang mengubah arah pasar.

Jadwal penghentian Horizon Worlds versi Quest

Berikut tahapan penghentian layanan berdasarkan informasi resmi Meta:

  1. Setelah 21 Maret, Horizon Worlds dihapus dari toko Meta Quest.
  2. Pengguna yang mengunduh sebelum 31 Maret masih bisa mengaksesnya.
  3. Pada 15 Juni, layanan versi Meta Quest ditutup sepenuhnya.
  4. Versi mobile tetap tersedia dan akan menjadi fokus utama platform.

Bagi industri, penutupan ini bukan sekadar akhir sebuah aplikasi sosial VR. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Meta kini tampak lebih selektif dalam mengejar visi metaverse, sambil memusatkan sumber daya pada area yang dinilai lebih dekat dengan kebutuhan pasar, terutama mobile dan perangkat AI yang bisa dipakai sehari-hari.

Source: www.xda-developers.com

Berita Terkait

Back to top button