
Onyx memperbarui lini tablet e-ink Android andalannya lewat Boox Go 10.3 generasi kedua. Pembaruan ini penting karena membawa fitur yang paling banyak ditunggu pengguna, yakni lampu depan pada varian tertentu.
Bagi pembaca yang mencari tablet e-ink untuk membaca, menulis, dan mencatat dengan mata lebih nyaman, dua model baru ini patut diperhatikan. Onyx menghadirkan Boox Go 10.3 (Gen II) dan Boox Go 10.3 (Gen II) Lumi dengan fokus pada portabilitas, fleksibilitas Android, dan daya tahan baterai panjang.
Pembaruan utama ada di varian Lumi
Sorotan terbesar ada pada Boox Go 10.3 (Gen II) Lumi. Menurut informasi resmi yang dikutip Android Police, model ini kini dibekali dual-tone light sehingga tetap nyaman dipakai saat tidak ada sumber cahaya di sekitar.
Fitur itu sebelumnya tidak tersedia pada model awal dan menjadi salah satu kekurangan yang paling terasa. Kehadiran lampu depan membuat varian Lumi lebih relevan untuk membaca malam hari, bekerja di ruangan redup, atau mencatat saat bepergian.
Onyx juga menjaga desain tetap sangat tipis. Boox Go 10.3 (Gen II) Lumi memiliki ketebalan 4.8mm, sedangkan Boox Go 10.3 (Gen II) standar sedikit lebih tipis di 4.6mm.
Perbedaan tipis ini menunjukkan Onyx tidak mengorbankan mobilitas hanya demi menambah pencahayaan. Keduanya tetap berada di kategori perangkat yang ringan dibawa dan nyaman digenggam untuk pemakaian lama.
Layar, sistem, dan kapasitas penyimpanan
Kedua perangkat memakai layar 10,3 inci Carta 1200. Resolusinya 2480 x 1860, yang menempatkannya pada kelas layar e-ink tajam untuk membaca dokumen, PDF, catatan kuliah, hingga sketsa hitam-putih.
Dari sisi konektivitas, perangkat mendukung Wi‑Fi dan Bluetooth. Penyimpanan internal 64GB juga memberi ruang cukup lega untuk aplikasi, file kerja, e-book, dan dokumen harian.
Salah satu keunggulan penting lini Boox tetap dipertahankan di generasi baru ini. Kedua model menjalankan Android 15 dan mendukung akses ke Google Play Store, sehingga pengguna bisa memasang aplikasi sesuai kebutuhan.
Fleksibilitas ini membuat tablet e-ink Android berbeda dari e-reader biasa. Pengguna tidak hanya terpaku pada aplikasi bawaan, tetapi juga bisa menyesuaikan perangkat untuk membaca, menulis, manajemen tugas, hingga produktivitas ringan.
Stylus baru untuk menulis dan menggambar
Onyx turut memperkenalkan stylus baru bernama InkSense Plus. Stylus ini mendukung 4.096 level sensitivitas tekanan serta tilt support, dua spesifikasi penting untuk pengalaman tulis tangan dan sketsa yang lebih natural.
Di atas kertas, kombinasi itu menjanjikan presisi lebih baik saat membuat catatan atau menggambar ide cepat. Namun, seperti dicatat sumber referensi, performa sebenarnya tetap bergantung pada pengujian langsung di penggunaan sehari-hari.
Bagi pengguna yang mengutamakan pencatatan digital, detail ini layak diperhatikan. Respons stylus, akurasi goresan, dan kenyamanan menulis sering menjadi faktor penentu saat memilih tablet e-ink.
Apa bedanya dengan model sebelumnya
Model Boox Go 10.3 sebelumnya sudah mendapat respons positif berkat kualitas layar dan pilihan aplikasi bawaan yang baik. Karena itu, generasi kedua hadir bukan sebagai perubahan total, melainkan penyempurnaan yang lebih terarah.
Tambahan lampu depan pada versi Lumi menjadi peningkatan paling nyata. Onyx juga tetap mempertahankan karakter utama seri ini, yaitu bodi tipis, sistem Android, dan ketahanan baterai yang diklaim bisa bertahan beberapa pekan dalam sekali pengisian.
Untuk pengguna e-ink, daya tahan seperti ini memang salah satu nilai jual terbesar. Dibanding tablet LCD atau OLED biasa, perangkat e-ink cenderung jauh lebih hemat daya, terutama untuk aktivitas membaca dan mencatat.
Ringkasan spesifikasi penting
- Nama model: Boox Go 10.3 (Gen II) dan Boox Go 10.3 (Gen II) Lumi.
- Layar: 10,3 inci Carta 1200.
- Resolusi: 2480 x 1860.
- Sistem operasi: Android 15.
- Penyimpanan: 64GB.
- Konektivitas: Wi‑Fi dan Bluetooth.
- Ketebalan: 4.6mm untuk model standar, 4.8mm untuk Lumi.
- Stylus: InkSense Plus, 4.096 level tekanan dan tilt support.
- Fitur pembeda: Lumi memiliki dual-tone front light.
Harga dan posisi di pasar
Onyx mematok harga $400 untuk Boox Go 10.3 (Gen II). Sementara itu, Boox Go 10.3 (Gen II) Lumi dijual seharga $450.
Harga tersebut memang tidak bisa disebut murah untuk perangkat e-ink. Namun, kombinasi Android 15, Play Store, stylus baru, desain tipis, dan lampu depan pada varian Lumi membuatnya berada di segmen yang lebih premium daripada e-reader konvensional.
Di pasar yang sering diabaikan dibanding tablet Android biasa, langkah Onyx ini menunjukkan bahwa perangkat e-ink masih terus berkembang. Bagi pengguna yang butuh layar lebih ramah di mata dan tetap ingin fleksibilitas Android, Boox Go 10.3 generasi kedua menghadirkan peningkatan yang terasa paling praktis justru pada hal sederhana: kemampuan dipakai nyaman kapan pun pencahayaan sekitar tidak ideal.
Source: www.androidpolice.com








