Microsoft mengungkap spesifikasi generasi berikutnya untuk DirectX Ray Tracing atau DXR yang akan meluncur dalam versi pratinjau pada musim panas 2026. Pembaruan ini difokuskan untuk meningkatkan kinerja ray tracing lewat pemrosesan geometri dan adegan yang lebih efisien di sisi GPU.
Informasi ini penting bagi pemain PC dan pengembang game karena DXR merupakan bagian dari ekosistem DirectX 12 Ultimate. Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, game dengan pencahayaan, bayangan, dan refleksi berbasis ray tracing berpotensi tampil lebih cepat dan lebih responsif, terutama pada adegan yang kompleks.
Tiga fitur utama yang diumumkan Microsoft
Microsoft merinci tiga teknologi inti dalam spesifikasi baru tersebut. Ketiganya adalah clustered geometry, partitioned top-level acceleration structures atau TLAS, dan indirect acceleration structure operations.
Menurut rincian spesifikasi yang dirilis Microsoft, tiga fitur ini dirancang untuk mempercepat pipeline ray tracing. Pendekatannya bukan hanya menaikkan efisiensi render, tetapi juga memindahkan sebagian pekerjaan yang sebelumnya bergantung pada CPU ke GPU.
-
Clustered geometry
Fitur ini menyederhanakan cara GPU menangani segitiga, elemen dasar pembentuk grafis 3D. Microsoft mengelompokkan segitiga-segitiga yang berdekatan menjadi satu blok yang lebih ringkas agar GPU bisa memindahkan dan membuat instans geometri secara massal. -
Partitioned TLAS
Teknologi ini menerapkan konsep serupa pada keseluruhan adegan game. Scene dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil sehingga GPU dapat memproses elemen ray tracing secara lebih terarah dan hanya pada bagian yang memang dibutuhkan. - Indirect acceleration structure operations
Fitur ini memungkinkan GPU menjalankan sebagian tugas yang sebelumnya ditangani CPU. Contohnya meliputi panggilan API untuk membangun, memadatkan, memindahkan, dan membuat instans struktur akselerasi.
Apa dampaknya untuk performa game
Clustered geometry diposisikan sebagai jawaban atas beban besar saat game harus menggambar objek berulang. Skenario seperti dedaunan, kerumunan karakter, atau properti lingkungan sering memuat banyak geometri serupa yang selama ini memerlukan banyak pemanggilan terpisah.
Dengan model pengelompokan baru, kebutuhan untuk memperbarui atau menduplikasi geometri yang sudah ada dapat ditekan. Efek praktisnya adalah GPU bisa menangani objek berulang dengan lebih hemat, sehingga beban render ray tracing berpotensi turun pada area yang padat objek.
Partitioned TLAS juga punya dampak langsung pada adegan besar. Alih-alih menelusuri seluruh scene secara penuh, GPU dapat fokus pada elemen yang terlihat atau benar-benar relevan untuk perhitungan ray tracing.
Pendekatan itu penting untuk game dunia terbuka atau area luas dengan banyak obyek dinamis. Saat jumlah elemen yang harus dihitung berkurang, waktu pemrosesan dapat menjadi lebih efisien dan frame time berpotensi lebih stabil.
Sementara itu, indirect acceleration structure operations menyasar latensi sistem. Karena sebagian pekerjaan API dipindahkan ke GPU, antrean kerja antara CPU dan GPU bisa menjadi lebih pendek dalam adegan berat.
Notebookcheck mencatat bahwa gamer dapat merasakan penurunan latensi sistem dan peningkatan performa ray tracing secara keseluruhan pada scene yang lebih kompleks. Klaim ini sejalan dengan arah industri grafis modern yang terus mengurangi bottleneck CPU pada engine game generasi baru.
Kompatibilitas GPU masih menyisakan tanda tanya
Microsoft menyebut fitur-fitur baru ini dapat bekerja pada GPU apa pun yang sudah mendukung ray tracing, cukup melalui pembaruan driver. Namun, perusahaan juga memberi sinyal bahwa manfaat tambahan mungkin hanya tersedia pada GPU yang lebih baru, tanpa menyebut model spesifik.
Di sisi lain, tidak semua GPU lama dijamin akan memperoleh dukungan penuh. Dalam penjelasan Microsoft, keterbatasan dukungan pada perangkat lama kemungkinan bergantung pada keputusan vendor perangkat keras dan kompromi sumber daya pengembangan.
Hal ini membuat adopsi nyata di pasar masih perlu dipantau. Dukungan di atas kertas belum tentu langsung berarti seluruh pemilik GPU ray tracing akan memperoleh fitur yang sama dengan tingkat performa yang setara.
Mengapa pengumuman ini penting
Ray tracing selama ini dikenal mampu meningkatkan kualitas visual, tetapi biayanya sering tinggi pada performa. Karena itu, perbaikan di level API seperti DXR dapat berdampak luas, sebab optimasi tidak hanya bergantung pada satu game atau satu engine saja.
Bagi pengembang, spesifikasi baru ini membuka peluang untuk membangun scene yang lebih rinci dengan manajemen geometri yang lebih efisien. Bagi pengguna, manfaat yang paling dinanti adalah frame rate yang lebih baik, latensi yang lebih rendah, dan kualitas ray tracing yang lebih realistis tanpa beban seberat sebelumnya.
Microsoft menjadwalkan rilis pratinjau teknologi ini pada musim panas 2026. Setelah fase itu dimulai, perhatian industri kemungkinan akan tertuju pada dukungan driver dari Nvidia, AMD, dan Intel, serta pada seberapa cepat engine game mengadopsi clustered geometry, partitioned TLAS, dan indirect acceleration structure operations ke dalam judul-judul baru.
Source: www.notebookcheck.net