
Pengadilan di Delaware memerintahkan Krafton untuk mempekerjakan kembali Ted Gill sebagai CEO Unknown Worlds, studio di balik Subnautica 2. Putusan ini menjadi perkembangan penting dalam sengketa hukum antara penerbit asal Korea Selatan itu dan jajaran pimpinan lama studio yang sebelumnya diberhentikan.
Perkara ini menarik perhatian karena berkaitan langsung dengan arah pengembangan Subnautica 2, termasuk rencana perilisan Early Access. Berdasarkan artikel referensi, pengadilan menilai langkah Krafton mencopot pimpinan inti Unknown Worlds tidak sah dan melanggar ketentuan perjanjian kerja yang disebut sebagai EPA atau Employment Agreement Act.
Pengadilan Perintahkan Pemulihan Posisi CEO
Dalam putusan yang dikutip dari laporan pengadilan Delaware Counselor pada 16 Maret 2026, Ted Gill harus dipulihkan ke jabatannya sebagai CEO Unknown Worlds. Pengadilan juga memerintahkan Krafton agar tidak mengganggu otoritas operasional CEO yang dipulihkan itu dalam proses pengembangan Early Access Subnautica 2.
Artikel referensi menyebut pengadilan menemukan adanya pemberhentian terhadap karyawan inti tanpa alasan yang jelas. Tindakan itu dinilai sebagai bentuk pengambilalihan kendali operasional perusahaan secara tidak tepat, sehingga keputusan pemecatan dinyatakan tidak efektif.
Selain Ted Gill, dua nama lain dari kepemimpinan lama Unknown Worlds juga ikut menjadi bagian dari putusan ini. Charlie Cleveland dan Max McGuire disebut akan memiliki peran khusus dalam pengembangan Subnautica 2.
Akar Sengketa antara Krafton dan Unknown Worlds
Konflik bermula saat Krafton memberhentikan sejumlah figur penting di Unknown Worlds secara sepihak. Langkah ini kemudian memicu gugatan hukum dan disebut berdampak pada tertundanya agenda pengembangan game yang sudah lama dinantikan komunitas.
Unknown Worlds sendiri dikenal luas sebagai studio yang membangun reputasi lewat seri Subnautica. Karena itu, perubahan struktur kepemimpinan di tengah produksi sekuel baru memicu kekhawatiran publik soal stabilitas proyek.
Dalam dokumen yang dirujuk artikel sumber, hakim menilai alasan pemberhentian yang diajukan Krafton hanya dalih. Penilaian ini memperkuat posisi para mantan petinggi studio dalam sengketa yang kini masuk tahap pemulihan jabatan dan kewenangan.
Dampak Langsung ke Subnautica 2
Putusan tersebut tidak hanya bicara soal status pekerjaan Ted Gill. Pengadilan juga meminta Krafton mengembalikan akses game ke Steam, sebuah langkah yang penting untuk jalur distribusi dan komunikasi dengan calon pemain.
Bagi penggemar, inti persoalannya adalah kepastian bahwa pengembangan Subnautica 2 tetap berjalan di bawah pimpinan yang sebelumnya terlibat dalam arah kreatif studio. Ini relevan karena game layanan akses awal sangat bergantung pada kejelasan kepemimpinan, ritme pembaruan, dan kepercayaan komunitas.
Berikut poin penting dari putusan yang dilaporkan:
- Ted Gill harus dipekerjakan kembali sebagai CEO Unknown Worlds.
- Krafton dilarang mengganggu otoritas CEO yang dipulihkan.
- Akses Subnautica 2 ke Steam harus dikembalikan.
- Charlie Cleveland dan Max McGuire mendapat peran khusus dalam pengembangan.
- Bonus senilai 250 juta dolar AS untuk tiga mantan pimpinan harus dibayarkan paling lambat 15 September 2026.
Sorotan pada Bonus 250 Juta Dolar AS
Salah satu bagian paling sensitif dalam perkara ini adalah kewajiban pembayaran bonus senilai 250 juta dolar AS. Berdasarkan artikel referensi, bonus itu harus dibayarkan kepada tiga mantan anggota tim kepemimpinan Unknown Worlds.
Nilai tersebut sangat besar, bahkan untuk ukuran industri game global. Karena itu, sengketa ini tidak hanya menyangkut tata kelola studio, tetapi juga kepentingan bisnis yang dapat memengaruhi valuasi akuisisi, relasi internal perusahaan, dan persepsi investor.
Laporan pengadilan yang dikutip sumber juga memuat proyeksi internal Krafton soal Early Access Subnautica 2. Game itu diperkirakan bisa terjual lebih dari 1,67 juta kopi pada kuartal IV 2025 dan menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar AS.
Data proyeksi itu penting karena memberi gambaran mengapa Subnautica 2 dipandang sebagai aset strategis. Dalam konteks seperti itu, konflik manajemen dan kewajiban bonus menjadi isu yang jauh lebih besar daripada sekadar perselisihan personal.
Respons Krafton dan Isu yang Mencuat
Krafton menyatakan tidak setuju dengan putusan pengadilan. Meski begitu, perusahaan menegaskan tetap berkomitmen bersama Unknown Worlds untuk mengembangkan Subnautica 2 demi memberikan pengalaman terbaik bagi pemain.
Sikap itu menunjukkan Krafton belum sepenuhnya menerima dasar putusan, tetapi tetap mencoba menjaga pesan publik bahwa proyek game tetap aman. Bagi komunitas, pernyataan semacam ini penting, meski belum menjawab seluruh pertanyaan soal struktur kerja setelah pemulihan Ted Gill.
Artikel referensi juga menyebut pengadilan menyoroti dugaan upaya menghindari pembayaran bonus melalui pemberhentian pimpinan studio. Klaim ini menjadi salah satu bagian yang paling disorot karena berhubungan langsung dengan motif bisnis di balik keputusan manajemen.
Terkait insiden kebocoran data internal tahun lalu, pengadilan menilai staf Unknown Worlds bertindak untuk melindungi data studio di tengah dugaan upaya pengambilalihan. Dokumen itu menyebut data yang sempat keluar akan segera dikembalikan, sebuah detail yang menambah dimensi baru pada sengketa ini dan menunjukkan bahwa perselisihan telah meluas ke ranah operasional, hukum, dan keamanan data sekaligus.









