
NAS tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan jaringan. ZimaCube 2 dan ZimaCube Pro 2 hadir dengan spesifikasi yang membuat perangkat ini juga layak dipakai sebagai desktop PC ringkas untuk kebutuhan harian, home lab, hingga pekerjaan yang memanfaatkan GPU tambahan.
Produk ini menarik perhatian karena memadukan kapasitas ekspansi ala NAS premium dengan komponen kelas mini PC. Berdasarkan data yang dipublikasikan Notebookcheck, lini ZimaCube 2 sudah dibuka untuk pre-order dengan harga mulai $799 dan membawa dukungan RAM hingga 64 GB, slot GPU, serta kapasitas penyimpanan maksimum 164 TB.
NAS yang juga bisa bekerja seperti PC desktop
ZimaCube 2 memakai prosesor Intel Alder Lake. Varian dasar menggunakan Intel Core i3-1215U 6-core, sedangkan model yang lebih tinggi menawarkan Core i5-1235U 10-core.
Notebookcheck menyebut kinerja multicore Core i3-1215U di perangkat ini berada di kisaran modern Core Ultra 5 134U yang umum ditemukan pada laptop entry-level. Sementara itu, opsi Core i5-1235U diklaim menawarkan performa multicore sekitar 23 persen lebih cepat dibanding model dasar.
Spesifikasi itu membuat ZimaCube 2 tidak berhenti sebagai NAS rumahan biasa. Untuk beban kerja non-intensif sehari-hari, perangkat ini dinilai cukup layak dipakai sebagai mini PC personal, termasuk untuk produktivitas ringan, server media, dan pengelolaan file skala rumah atau kantor kecil.
Dukungan RAM besar dan slot GPU jadi pembeda
Salah satu nilai jual utama ZimaCube 2 ada pada fleksibilitas ekspansi. Perangkat ini mendukung RAM hingga 64 GB, angka yang tergolong tinggi untuk kelas NAS rumahan yang ringkas.
Di sisi lain, ZimaCube 2 juga menyediakan slot PCIe 4.0 x16 dengan jalur x4 untuk GPU. Ada pula slot PCIe 3.0 x8 dengan jalur x2, sehingga pengguna bisa menambahkan perangkat ekspansi lain sesuai kebutuhan.
Kombinasi ini membuka skenario penggunaan yang lebih luas. NAS dapat difungsikan untuk transcoding media, komputasi ringan berbasis GPU, akselerasi aplikasi tertentu, atau sebagai mesin kerja desktop yang lebih fleksibel dibanding NAS konvensional.
Kapasitas penyimpanan besar dalam bodi kompak
Varian dasar ZimaCube 2 dikirim dengan RAM 8 GB dan SSD 256 GB. Namun daya tarik utamanya justru ada pada susunan media penyimpanan yang sangat lengkap.
Perangkat ini memiliki total enam bay SATA III untuk drive 3,5 inci dan 2,5 inci. Selain itu, tersedia empat slot NVMe M.2 yang jika digabungkan memungkinkan kapasitas maksimum hingga 164 TB.
Ukuran bodinya juga relatif ringkas untuk kelas NAS dengan fitur selengkap ini. Notebookcheck mencatat dimensinya sekitar 240 x 221 x 220 mm, sehingga masih masuk kategori kompak untuk ditempatkan di meja kerja atau rak home lab.
Port lengkap untuk skenario kerja modern
ZimaCube 2 membawa konektivitas yang tergolong mewah di kelasnya. Kehadiran Thunderbolt 4 menjadi salah satu fitur yang jarang ditemukan pada banyak NAS rumahan.
Berikut ringkasan port dan konektivitas yang tersedia:
- Dual Thunderbolt 4
- Satu USB 3.0 Type-C
- Empat USB 3.0 Type-A
- Dual 2.5G Ethernet
- Tambahan 10G Ethernet pada varian lebih tinggi
- Jack audio 3,5 mm
Konfigurasi ini mendukung banyak skenario penggunaan sekaligus. Pengguna dapat menghubungkan storage cepat, layar tertentu, periferal desktop, dan jaringan berkecepatan tinggi tanpa bergantung pada adaptor tambahan.
Siapa yang paling cocok memakai perangkat ini
Lini ZimaCube 2 tampak menyasar pengguna yang ingin satu perangkat untuk banyak fungsi. Home lab enthusiast, kreator konten, pengguna server media, dan pemilik usaha kecil menjadi kelompok yang paling mungkin memanfaatkan spesifikasinya secara optimal.
Bagi pengguna dengan kebutuhan lebih sederhana, opsi yang lebih murah masih tersedia di pasar. Notebookcheck mencontohkan Ugreen NASSync DH4300 4-bay yang dijual seharga $379 di Amazon, sehingga konsumen yang hanya butuh NAS dasar dapat menghemat anggaran cukup besar.
Meski begitu, keunggulan ZimaCube 2 bukan semata pada jumlah bay atau kapasitas simpan. Daya tarik terbesarnya justru ada pada pendekatan hybrid, yakni NAS yang tetap kuat sebagai server penyimpanan tetapi juga cukup fleksibel untuk menggantikan desktop PC ringkas dalam pekerjaan sehari-hari.
Dari sisi desain, model entry-level disebut hadir dalam warna silver, sedangkan versi yang lebih tinggi tampil dengan warna hitam. Perbedaan ini memang kosmetik, tetapi ikut menegaskan bahwa lini ini diposisikan sebagai NAS premium untuk pengguna yang menginginkan performa, ekspansi, dan tampilan yang lebih serius dalam satu perangkat kompak.
Source: www.notebookcheck.net








