
Xiaomi memperkenalkan lini power bank baru Black Shark Blade 2+ di China dengan fokus pada bodi tipis dan dukungan pengisian magnetik. Produk ini hadir sebagai versi peningkatan dari model non-Plus, dengan perubahan utama pada permukaan magnetik yang kini memakai lapisan baru hasil proses UV excimer.
Lini ini terdiri dari dua varian, yakni kapasitas 5.000mAh dan 10.000mAh. Keduanya ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan power bank ringkas, ringan, dan tetap mendukung pengisian nirkabel untuk perangkat yang kompatibel.
Desain tipis jadi daya tarik utama
Varian 5.000mAh menjadi model paling ramping di seri ini. Xiaomi menyebut ketebalannya hanya 0,8 cm dengan bobot 105 gram, sehingga lebih mudah dibawa di saku atau disimpan di tas kecil.
Sementara itu, model 10.000mAh hadir dengan ketebalan 1,36 cm dan bobot 175 gram. Ukuran ini masih tergolong ringkas untuk kelas kapasitas lebih besar, apalagi dengan tambahan fitur pengisian magnetik yang biasanya membuat bodi aksesori menjadi lebih tebal.
Pendekatan desain ini memperlihatkan upaya Xiaomi untuk menyeimbangkan portabilitas dan fungsi. Bagi pengguna ponsel yang sering bergerak, dimensi tipis menjadi nilai penting karena power bank dapat menempel di perangkat tanpa terasa terlalu mengganggu saat digunakan.
Pengisian magnetik 15W di kedua model
Kedua Black Shark Blade 2+ mendukung pengisian daya nirkabel hingga 15W. Fitur ini memungkinkan pengguna mengisi baterai perangkat tanpa kabel, selama ponsel atau aksesori yang dipakai mendukung standar pengisian magnetik yang sesuai.
Untuk pengisian lewat kabel, spesifikasinya berbeda antarvarian. Model 5.000mAh mendukung wired charging hingga 18W, sedangkan model 10.000mAh mampu mencapai 22.5W.
Xiaomi juga menyoroti penggunaan magnet N52 pada kedua produk. Jenis magnet ini disebut memberi daya rekat yang kuat, sehingga power bank lebih stabil saat menempel di bagian belakang perangkat.
Lapisan baru pada area magnetik
Pembaruan paling menonjol pada versi Plus ada di bagian permukaan magnetik. Menurut pengumuman Xiaomi, area ini kini memakai coating baru yang diklaim berasal dari proses UV excimer.
Meski perusahaan tidak merinci manfaat teknisnya secara mendalam, lapisan semacam ini umumnya dipakai untuk meningkatkan kualitas sentuhan permukaan serta menjaga tampilan produk tetap rapi. Pada aksesori yang sering menempel langsung ke ponsel, kualitas finishing memang menjadi perhatian penting karena berkaitan dengan kenyamanan penggunaan harian.
Fitur fisik dan kontrol penggunaan
Dari sisi tampilan, Black Shark Blade 2+ mengusung desain futuristis dengan indikator daya yang diletakkan di bagian luar bodi. Penempatan indikator ini memudahkan pengguna melihat status baterai tanpa perlu banyak langkah.
Di sisi samping terdapat satu tombol fisik multifungsi. Sekali tekan akan menampilkan level baterai pada indikator, sementara dua kali tekan akan mematikan power bank portabel tersebut.
Skema kontrol seperti ini dibuat sederhana dan praktis. Pengguna tidak perlu membuka aplikasi tambahan atau memeriksa perangkat lain untuk mengetahui sisa daya.
Spesifikasi utama Black Shark Blade 2+
- Kapasitas 5.000mAh dan 10.000mAh.
- Pengisian nirkabel hingga 15W pada kedua model.
- Pengisian kabel 18W untuk model 5.000mAh.
- Pengisian kabel 22.5W untuk model 10.000mAh.
- Ketebalan 0,8 cm untuk varian 5.000mAh.
- Ketebalan 1,36 cm untuk varian 10.000mAh.
- Bobot 105 gram dan 175 gram.
- Magnet N52 untuk daya rekat kuat.
- Mendukung berbagai protokol pengisian daya.
- Tersedia dalam dua pilihan warna.
Harga dan ketersediaan
Di pasar China, Black Shark Blade 2+ 5.000mAh dibanderol CNY 159. Varian 10.000mAh dijual dengan harga CNY 189.
Rincian harga ini menempatkan kedua model pada segmen aksesori menengah yang menonjolkan desain premium dan fitur modern. Menariknya, model berkapasitas lebih besar hanya berselisih tipis dari varian dasar, sehingga bisa menjadi pilihan lebih menarik bagi pengguna yang memprioritaskan kapasitas.
Laporan sumber juga menyebut Xiaomi berpeluang membawa produk ini ke luar China. Namun, distribusinya diperkirakan tidak akan berlangsung luas di banyak pasar global.
Posisi produk di pasar aksesori mobile
Pasar power bank saat ini tidak lagi hanya bersaing pada kapasitas besar. Produsen juga mulai menonjolkan ketebalan bodi, bobot, estetika, dan kemudahan menempel langsung ke ponsel.
Dalam konteks itu, Black Shark Blade 2+ memperlihatkan arah yang jelas. Xiaomi tidak sekadar menambah kapasitas, tetapi juga memperbarui material permukaan, mempertahankan charging magnetik 15W, dan menjaga ukuran tetap tipis.
Perusahaan turut menyebut baterai yang dipakai sebagai “Apple-derived” untuk menjanjikan penyaluran daya yang stabil dan andal. Klaim ini menjadi salah satu elemen pemasaran penting, terutama untuk pengguna yang mencari power bank magnetik dengan pengalaman pengisian yang lebih konsisten pada perangkat premium.
Source: www.notebookcheck.net








