Kontroversi baru kembali muncul di balik pengembangan Subnautica 2 setelah CEO Unknown Worlds, Ted Gill, yang telah dipulihkan ke jabatannya, menuduh Krafton membocorkan jendela rilis early access gim itu secara sengaja. Tuduhan tersebut menyebut pengumuman soal target peluncuran pada Mei dilakukan “out of spite” atau karena motif kesal, sekaligus melanggar perintah pengadilan.
Kasus ini menarik perhatian karena bukan hanya menyangkut jadwal rilis salah satu gim survival yang dinanti, tetapi juga menyentuh soal kewenangan hukum di dalam konflik antara pengembang dan penerbit. Di tengah sengketa kepemimpinan sebelumnya, pertanyaan utamanya kini bergeser pada siapa yang berhak memutuskan kapan Subnautica 2 diumumkan ke publik.
Tuduhan pelanggaran perintah pengadilan
Menurut laporan Game File yang kemudian dikutip luas media gim, pengacara Unknown Worlds mengirim surat kepada hakim setelah IGN menerbitkan memo internal dari eksekutif Krafton sekaligus mantan CEO Unknown Worlds, Steve Papoutsis. Memo itu ditujukan kepada tim Subnautica 2 dan menyebut jendela peluncuran early access pada Mei.
Setelah memo tersebut muncul, Krafton juga dikabarkan mengonfirmasi jendela rilis itu ke sejumlah media video game. Di sinilah keberatan utama pihak Unknown Worlds muncul, karena menurut Ted Gill, Krafton tidak memiliki otoritas hukum untuk membuat pengumuman tersebut.
Hakim Lori Will sebelumnya menyatakan bahwa hanya Ted Gill, sebagai CEO Unknown Worlds, yang berwenang menentukan rencana peluncuran gim. Dengan dasar itu, pihak Gill menilai memo dari Papoutsis dikirim saat yang bersangkutan tidak lagi sah secara hukum menjabat CEO Unknown Worlds.
Dalam suratnya kepada hakim, Gill menuduh Krafton bertindak tanpa memedulikan dampak keputusan tersebut terhadap gim, tim internal, komunitas, maupun pandangan pengadilan. Pernyataan itu menjadi inti dari tuduhan bahwa pengumuman soal Mei bukan sekadar komunikasi internal biasa, melainkan tindakan yang memperkeruh sengketa.
Posisi Unknown Worlds dan dampaknya ke komunitas
Kuasa hukum Unknown Worlds menegaskan bahwa pengumuman tanggal atau jendela rilis sebuah gim bukan langkah sepele. Proses itu biasanya melibatkan strategi pemasaran, koordinasi komunitas, serta pengelolaan ekspektasi pemain agar momen peluncuran memberi dampak maksimal.
Menurut pihak pengembang, proses tersebut seharusnya dipimpin oleh Ted Gill. Karena itu, mereka menilai langkah Krafton justru menimbulkan kebingungan di kalangan penggemar Subnautica dan berpotensi merugikan gim yang masih dalam tahap persiapan.
Bagi komunitas, kebocoran atau pengumuman prematur memang bisa memunculkan harapan yang sulit dikendalikan. Jika jadwal berubah atau kondisi pengembangan belum sesuai, sorotan publik dapat bergeser dari kualitas gim ke drama korporasi di baliknya.
Respons Krafton atas tuduhan tersebut
Sehari setelah surat dari pihak Gill mencuat, Krafton mengirim tanggapan kepada hakim. Dalam surat itu, perusahaan menyatakan tidak melanggar perintah pengadilan dan membantah telah bertindak di luar kewenangan.
Krafton menyebut pesan Papoutsis semata-mata bentuk apresiasi atas upaya tim Unknown Worlds terkait pencapaian sebelumnya. Menurut perusahaan, yang dibagikan saat itu hanyalah hasil evaluasi internal Krafton bahwa Subnautica 2 telah siap menuju early access, bukan pengumuman resmi yang melanggar putusan pengadilan.
Perusahaan juga menilai tidak ada unsur yang tidak patut dalam penyampaian hasil peninjauan milestone tersebut kepada tim pengembang. Dalam versi Krafton, memo itu lebih merupakan ucapan terima kasih atas dedikasi dan talenta tim, bukan pengambilalihan wewenang CEO Unknown Worlds.
Poin utama yang diperselisihkan
Berikut inti sengketa yang kini menjadi sorotan:
- Ted Gill menyatakan hanya dirinya yang berhak menentukan rencana peluncuran Subnautica 2.
- Memo dari Steve Papoutsis menyebut jendela early access pada Mei.
- Unknown Worlds menilai langkah itu melanggar putusan hakim.
- Krafton membantah dan menyebut memo tersebut hanya komunikasi internal soal milestone.
Perselisihan ini menunjukkan bahwa konflik tidak lagi terbatas pada pergantian pucuk pimpinan. Isu yang kini mengemuka menyangkut kontrol atas narasi publik, strategi komunikasi, dan siapa yang memiliki wewenang final atas keputusan besar terkait produk.
Mengapa jadwal early access jadi isu sensitif
Model early access memberi ruang bagi pengembang untuk merilis gim lebih awal sambil menerima masukan pemain. Namun, karena statusnya belum final, penetapan waktu peluncuran harus sangat hati-hati agar tidak memicu ekspektasi berlebihan.
Untuk gim sebesar Subnautica 2, pengumuman jendela rilis juga terkait kredibilitas studio dan penerbit. Setiap informasi yang keluar sebelum waktunya dapat membentuk persepsi publik, memengaruhi kepercayaan komunitas, dan menambah tekanan pada tim pengembang.
Di luar aspek hukum, sengketa ini memperlihatkan rapuhnya hubungan antara pengembang dan penerbit ketika komunikasi publik tidak berjalan searah. Selama belum ada kejelasan baru dari pengadilan atau pernyataan resmi lanjutan, perhatian penggemar kemungkinan tetap tertuju pada dua hal sekaligus, yakni status kewenangan Ted Gill di Unknown Worlds dan apakah target early access Subnautica 2 pada Mei benar-benar masih berlaku.
Source: www.notebookcheck.net