
Katalog game klasik Pokémon di perangkat Nintendo modern terus bertambah. Setelah Pokémon FireRed dan LeafGreen hadir dalam versi Switch 2, Nintendo kini menghadirkan Pokémon XD: Gale of Darkness, game GameCube yang pertama kali rilis pada era konsol tersebut dan lama dianggap sebagai judul kultus oleh sebagian penggemar.
Kehadiran ini langsung menarik perhatian karena Pokémon XD bukan game utama dengan format gym badge seperti seri inti. Namun, antusiasme itu juga dibarengi keluhan dari komunitas karena ada dua persoalan besar yang dinilai mengurangi nilai comeback game ini di Switch 2.
Pokémon XD tiba di Switch 2 lewat pustaka GameCube
Nintendo Jepang ikut menandai perilisan ini melalui trailer pengumuman di YouTube. Pokémon XD: Gale of Darkness menjadi salah satu tambahan penting di jajaran game GameCube yang kini bisa dimainkan di Switch 2.
Game ini awalnya merupakan judul Pokémon kedua di GameCube setelah Pokémon Colosseum. Sampai sekarang, banyak pemain masih menilai Pokémon XD sebagai spin-off yang punya identitas kuat karena latarnya di region Orre dan fokus ceritanya pada organisasi kriminal Cipher.
Alih-alih berkeliling mengumpulkan lencana gym, pemain memburu Shadow Pokémon. Makhluk ini digambarkan sebagai Pokémon yang hatinya “ditutup” secara artifisial sehingga menjadi agresif dan kehilangan emosi.
Tugas pemain adalah menangkap Shadow Pokémon lalu memurnikannya secara bertahap. Sistem pertarungannya tetap menjadi pusat permainan, dengan format double battle sebagai ciri yang paling menonjol di sepanjang petualangan.
Dua masalah utama yang memicu kekecewaan
Keluhan pertama datang dari model akses game ini. Berbeda dari harapan sebagian pemain, langganan standar Nintendo Switch Online seharga $3.99 per bulan tidak cukup untuk memainkan Pokémon XD di Switch 2.
Emulator GameCube hanya tersedia lewat paket Expansion Pack. Paket ini dibanderol $49.99 per tahun, sehingga pemain harus membayar lebih mahal jika ingin mengakses pustaka GameCube, termasuk Pokémon XD.
Bagi sebagian penggemar, biaya itu dianggap terlalu tinggi untuk sekadar memainkan satu game klasik. Apalagi Nintendo juga menyediakan pilihan lain yang lebih langsung di eShop, seperti Pokémon FireRed dan LeafGreen yang dijual seharga $19.99 per game.
Keluhan kedua menyangkut fitur transfer dan ekosistem koleksi Pokémon. Nintendo disebut telah menegaskan bahwa Pokémon dari judul Game Boy Advance tidak bisa dipindahkan ke Pokémon XD versi ini.
Keterbatasan itu memicu kekecewaan karena banyak pemain berharap bisa menghubungkan FireRed dan LeafGreen dengan Pokémon XD seperti yang dulu menjadi daya tarik besar lintas platform. Bagi kolektor, absennya dukungan Pokémon Home dinilai lebih problematik lagi.
Tanpa Pokémon Home, monster yang ditangkap di game ini tidak bisa masuk ke ekosistem penyimpanan dan transfer Pokémon modern. Kondisi ini membuat daya tarik Pokémon XD berkurang, terutama untuk pemain yang fokus mengoleksi, berburu shiny, atau membangun tim lintas game.
Urutan rilis juga ikut dipertanyakan
Selain dua isu utama tadi, urutan perilisan juga memunculkan tanda tanya. Banyak penggemar menilai kehadiran Pokémon XD terasa janggal karena Pokémon Colosseum, yang merupakan pendahulu langsungnya, justru belum tersedia.
Perdebatan ini banyak muncul karena kedua game tersebut saling berdekatan secara identitas dan dunia. Bagi pemain lama, menghadirkan Colosseum terlebih dahulu dinilai lebih masuk akal sebelum membawa XD ke Switch 2.
Situasi itu membuat perilisan Pokémon XD terasa seperti langkah yang mengejutkan tetapi belum sepenuhnya rapi. Nintendo memang menambah nilai historis pustaka GameCube di Switch 2, tetapi keputusan soal urutan judul dan dukungan fitur modern menimbulkan pertanyaan baru.
Posisi Pokémon XD di mata pemain lama dan baru
Dari sisi kualitas, Pokémon XD tetap punya daya tarik tersendiri. Konsep Shadow Pokémon, latar Orre, dan dominasi double battle membuatnya berbeda dari formula utama Pokémon yang lebih familier.
Meski begitu, game ini tidak lepas dari kritik lama. Di Metacritic, Pokémon XD tercatat memiliki Metascore 64, yang menunjukkan respons kritikus cenderung campuran dan menilai gameplay-nya menarik tetapi cukup repetitif.
Bagi penggemar lama, skor tersebut tidak selalu menjadi penghalang untuk kembali bermain. Nostalgia, keunikan atmosfer, dan statusnya sebagai game Pokémon yang berbeda dari arus utama justru menjadi alasan utama mengapa judul ini tetap diburu.
Saat ini, Pokémon XD bergabung dengan sejumlah game GameCube lain di Switch 2 seperti Wario World, Luigi’s Mansion, dan Fire Emblem: Path of Radiance. Namun di tengah bertambahnya pustaka klasik itu, respons terhadap Pokémon XD menunjukkan bahwa penggemar kini tidak hanya menuntut akses nostalgia, tetapi juga konektivitas fitur modern dan keputusan rilis yang lebih logis dari Nintendo.
Source: www.notebookcheck.net








