
Banyak smartwatch dipasarkan dengan klaim tahan air, tetapi itu bukan jaminan aman untuk dipakai berenang di laut. Air asin dapat menembus celah kecil pada perangkat dan memicu korosi, endapan garam, hingga kerusakan total.
Kasus ini kembali menjadi sorotan setelah seorang pengguna Galaxy Watch 5 Pro membagikan pengalamannya di Reddit. Perangkat yang semula berfungsi normal mendadak mati saat dipakai berenang di laut, lalu gagal menyala dengan benar ketika dihubungkan ke pengisi daya.
Mengapa smartwatch bisa rusak di laut?
Masalah utamanya bukan sekadar air, melainkan kandungan garam. Air laut bersifat lebih korosif dibanding air tawar dan dapat meninggalkan residu di bagian dalam perangkat jika berhasil masuk melalui titik rentan.
Dalam laporan yang kemudian dikutip Android Authority, pengguna tersebut membongkar jam pintarnya setelah insiden itu. Ia menemukan endapan garam yang jelas terlihat di bagian internal perangkat, terutama di area yang diduga menjadi titik masuk air.
Menurut temuan pengguna itu, lubang mikrofon dan sensor tekanan diduga menjadi jalur masuk air asin. Setelah dibersihkan menggunakan isopropyl alcohol dalam jumlah cukup banyak, jam tersebut akhirnya bisa menyala kembali saat diisi daya.
Hasil akhir ini tergolong beruntung, bukan hasil yang bisa diandalkan untuk semua kasus. Kerusakan akibat air asin sering kali permanen, terutama jika korosi sudah mengenai konektor, papan sirkuit, atau baterai.
Rating tahan air bukan berarti kebal laut
Galaxy Watch 5 Pro diketahui memiliki rating 5ATM. Dalam praktik umum, rating ini menunjukkan perangkat dirancang untuk menahan tekanan air setara kedalaman tertentu dalam kondisi pengujian terkontrol.
Namun, pengujian semacam itu biasanya dilakukan di air bersih dan tenang. Kondisi dunia nyata sangat berbeda karena laut mengandung garam, ombak menciptakan tekanan dinamis, dan suhu juga dapat berubah.
Samsung dan banyak produsen wearable lain umumnya membedakan antara “water-resistant” dan “waterproof”. Istilah yang lebih akurat adalah tahan air dalam batas tertentu, bukan benar-benar kedap air tanpa risiko.
Sumber referensi menegaskan bahwa membawa smartwatch ke air, terutama air asin atau air berklorin, memang tidak pernah menjadi skenario yang benar-benar direkomendasikan. Dengan kata lain, rating tahan air lebih tepat dipahami sebagai perlindungan darurat, bukan izin untuk bebas dipakai di segala jenis perairan.
Apa arti 5ATM bagi pengguna?
Banyak konsumen salah mengira 5ATM berarti jam aman dipakai menyelam atau berenang di laut tanpa batas. Padahal, angka itu hanya menggambarkan kemampuan perangkat menghadapi tekanan dalam kondisi laboratorium.
Berikut hal penting yang perlu dipahami tentang rating tahan air pada smartwatch:
- Pengujian dilakukan di air tawar yang bersih.
- Air tidak selalu bergerak seperti di laut atau saat olahraga air.
- Tidak semua lubang kecil pada bodi punya ketahanan sama terhadap garam.
- Seal atau perekat dapat menurun kualitasnya seiring usia dan pemakaian.
- Paparan sabun, klorin, panas, dan garam bisa mempercepat kerusakan.
Lembaga standar seperti ISO juga menekankan bahwa ketahanan air memiliki batas penggunaan spesifik. Artinya, label tahan air tidak boleh dibaca sebagai jaminan mutlak untuk semua aktivitas basah.
Risiko yang sering diabaikan
Air asin tidak harus merendam perangkat lama untuk menimbulkan masalah. Sedikit cairan yang masuk, lalu mengering dan meninggalkan kristal garam, sudah cukup untuk mengganggu sirkuit halus di dalam smartwatch.
Korosi juga bisa berkembang setelah perangkat tampak baik-baik saja. Itu sebabnya beberapa perangkat baru menunjukkan gejala rusak beberapa jam atau beberapa hari setelah terkena air laut.
Smartwatch modern memiliki banyak komponen terbuka pada sisi luar, seperti speaker, mikrofon, sensor, tombol, dan ventilasi. Semakin banyak titik fungsional pada bodi, semakin besar pula tantangan menjaga semua area tetap sepenuhnya tertutup rapat.
Langkah yang sebaiknya dilakukan jika terlanjur terkena air laut
Jika smartwatch sudah terpapar air laut, langkah cepat sangat penting. Tindakan awal tidak menjamin perangkat selamat, tetapi dapat mengurangi risiko kerusakan lanjutan.
Berikut langkah dasar yang umum disarankan:
- Segera bilas bagian luar dengan air tawar bersih.
- Keringkan dengan kain lembut yang tidak meninggalkan serat.
- Jangan langsung mengisi daya perangkat.
- Jangan menekan-nekan tombol terlalu sering saat masih basah.
- Jika muncul gejala mati atau bootloop, segera bawa ke pusat servis.
Membuka perangkat sendiri berisiko merusak seal dan membatalkan perlindungan pabrikan. Kasus Galaxy Watch 5 Pro yang kembali hidup setelah dibersihkan dengan isopropyl alcohol menunjukkan bahwa pemulihan memang mungkin terjadi, tetapi itu lebih merupakan pengecualian daripada aturan.
Bagi pengguna yang rutin ke pantai atau berenang di laut, pilihan paling aman tetap melepas smartwatch sebelum masuk air. Klaim tahan air sebaiknya diperlakukan sebagai fitur perlindungan tambahan saat terjadi cipratan atau insiden singkat, bukan sebagai alasan untuk membawa perangkat elektronik kecil ke lingkungan yang penuh garam dan korosif.
Source: www.androidpolice.com






