
Sony mengejutkan pemain setelah mulai mengirim pengembalian dana otomatis untuk microtransaction di Highguard. Langkah ini dilaporkan khusus menyasar pemain PlayStation, meski banyak di antara mereka tidak pernah mengajukan refund.
Kebijakan tersebut langsung menarik perhatian karena Sony dikenal ketat soal refund pembelian digital. Dalam kasus Highguard, pemain dilaporkan menerima notifikasi di PlayStation bahwa pembelian item berbayar mereka dijadwalkan untuk dikembalikan penuh setelah server game ditutup.
Refund otomatis muncul setelah server ditutup
Highguard resmi menghentikan layanan pada 12 Maret. Penutupan server itu menandai akhir yang sangat cepat untuk game free-to-play tersebut, yang hanya bertahan sekitar enam minggu sejak peluncuran.
Laporan awal soal refund ini muncul dari unggahan Reddit yang kemudian dihapus. Dalam unggahan itu, seorang pemain menyebut bahwa dirinya mendapat pemberitahuan refund penuh untuk pembelian microtransaction dan mengaku sebenarnya tidak terlalu mempersoalkan uang kembali karena ia menikmati gamenya.
Pernyataan pemain itu memberi gambaran bahwa refund dilakukan tanpa permintaan manual dari pengguna. Jika laporan pengguna akurat, maka Sony mengambil langkah proaktif yang jarang terlihat untuk transaksi kosmetik dan progres battle pass di game live-service yang sudah tutup.
Yang sudah dilaporkan ikut direfund
Berdasarkan laporan pengguna, refund di PlayStation mencakup beberapa jenis pembelian dalam game. Nilainya berbeda-beda, tergantung transaksi yang pernah dilakukan pemain.
- Progres battle pass.
- Skin kosmetik.
- Pembelian microtransaction lain yang terkait Highguard.
Sampai saat ini, belum ada kejelasan apakah semua pemain di seluruh wilayah menerima perlakuan yang sama. Namun sejumlah laporan menyebut gelombang refund meluas di ekosistem PlayStation tak lama setelah penutupan server.
Belum jelas untuk Xbox dan Steam
Highguard juga dirilis di Steam dan Xbox Series X|S. Meski begitu, refund otomatis yang ramai dibicarakan saat ini disebut baru terjadi di PlayStation.
Di platform PC, sebagian pengguna Steam dilaporkan memilih mengajukan refund secara manual. Sementara itu, belum ada kepastian apakah Microsoft atau Steam akan menerapkan pengembalian dana otomatis seperti yang dilakukan Sony.
Perbedaan penanganan antarplatform ini menjadi sorotan. Sebab untuk game live-service gratis dimainkan, pembelian microtransaction sering kali berada di area kebijakan yang lebih rumit dibanding pembelian game premium penuh.
Kejatuhan Highguard berlangsung sangat cepat
Highguard pertama kali diperkenalkan di The Game Awards pada Desember. Sambutan awal terhadap game ini disebut negatif, sehingga momentum peluncuran tidak pernah benar-benar terbentuk.
Strategi shadow drop yang mengingatkan pada pendekatan Apex Legends juga tidak menghasilkan efek yang diharapkan. Menurut data dalam artikel referensi, Highguard sempat menyentuh sekitar 100.000 pemain, lalu jumlah itu turun tajam dan gagal kembali ke level hari pertama.
Penurunan pemain yang cepat biasanya menjadi sinyal bahaya untuk game live-service. Model bisnis jenis ini sangat bergantung pada retensi, aktivitas harian, dan minat pemain untuk terus berbelanja item digital.
Dampak besar ke studio pengembang
Kegagalan Highguard dilaporkan berdampak langsung ke Wildlight, studio di balik game tersebut. Jumlah karyawan disebut menyusut menjadi sekitar 20 orang setelah gelombang PHK, lalu seluruh tim diberhentikan pada awal Maret.
Artikel referensi juga menyebut game ini gagal memenuhi metrik performa yang diprediksi oleh TiMi Group milik Tencent. Setelah itu, server ditutup permanen dan perjalanan Highguard praktis berakhir hanya dalam hitungan minggu.
Keadaan studio kini disebut sudah benar-benar berhenti beroperasi. Situs resmi dan halaman LinkedIn Wildlight juga dilaporkan telah dibersihkan, memperkuat tanda bahwa operasional perusahaan telah berakhir.
Mengapa langkah Sony terasa tidak biasa
Refund otomatis untuk microtransaction bukan hal yang umum, terutama dari perusahaan sebesar Sony. Karena itu, keputusan ini dipandang sebagai respons luar biasa terhadap situasi game yang mati sangat cepat dan membuat item digital yang dibeli pemain tak lagi bisa digunakan.
Dalam banyak kasus, item kosmetik, booster, atau progres battle pass bersifat final setelah dibeli. Ketika server sebuah game ditutup hanya beberapa minggu setelah rilis, tekanan reputasi terhadap platform dan penerbit bisa meningkat, apalagi jika komunitas merasa nilai pembelian mereka hilang terlalu cepat.
Berikut ringkasan situasi yang sejauh ini diketahui:
| Aspek | Status |
|---|---|
| Status game | Server ditutup permanen |
| Tanggal penutupan server | 12 Maret |
| Platform refund otomatis | PlayStation |
| Platform lain | Steam dan Xbox belum jelas |
| Jenis transaksi | Battle pass, skin, dan microtransaction lain |
| Masa hidup game | Sekitar enam minggu |
Kasus Highguard memperlihatkan rapuhnya proyek live-service saat jumlah pemain, engagement, dan retensi tidak memenuhi target. Di sisi lain, refund otomatis dari Sony memberi sinyal bahwa platform holder kadang bisa mengambil langkah di luar pola normal ketika sebuah game runtuh terlalu cepat dan transaksi pemain terlanjur terjadi.
Source: www.notebookcheck.net








