Kesan awal pemain terhadap Crimson Desert di PS5 mengarah pada satu masalah utama, yakni performa yang dianggap belum stabil di konsol dasar. Sorotan ini menguat setelah sebelumnya muncul kritik karena Pearl Abyss lebih sering menampilkan versi PS5 Pro dan PC ketimbang memperlihatkan performa PS5 reguler menjelang perilisan.
Setelah game tersedia, keluhan soal kualitas visual dan frame rate langsung ramai dibahas di komunitas pemain. Sejumlah unggahan forum dan tayangan perbandingan teknis menyoroti tekstur yang tampak buram, gerakan kamera yang tersendat, serta penurunan performa di area ramai.
Keluhan utama di PS5 dasar
Berdasarkan laporan yang dirangkum Notebookcheck, banyak pemain PS5 menyebut gambar tetap terlihat kabur di semua mode grafis. Keluhan itu muncul pada mode Performance, Balanced, maupun Quality, sehingga masalahnya dinilai tidak terbatas pada satu preset saja.
Game ini memang menyediakan slider untuk menyesuaikan efek visual tertentu yang diduga memengaruhi ketajaman gambar. Namun, sejumlah penguji menyatakan perubahan dari pengaturan tersebut sangat kecil dan belum cukup memperbaiki kualitas visual secara signifikan.
Sebagian pemain melaporkan bahwa menonaktifkan opsi 120Hz pada layar kompatibel dapat membantu mengurangi gangguan visual. Meski begitu, solusi ini tidak dipandang sebagai perbaikan menyeluruh karena akar masalah performa masih tetap terasa selama permainan berlangsung.
Masalah berikutnya adalah frame rate yang gagal bertahan di target masing-masing mode. Dalam mode Performance, laju gambar disebut kerap turun cukup jauh dari 60 fps, terutama saat karakter memasuki kota atau area dengan banyak NPC dan musuh.
Mode Quality disebut mampu menghadirkan resolusi yang lebih baik dan lebih dekat ke target 30 fps. Namun, kompensasinya adalah gerakan yang terasa lebih lambat dan stutter kamera yang tetap terlihat, sehingga pengalaman bermain belum sepenuhnya mulus.
Kritik usai minimnya cuplikan PS5
Sebelum rilis, sebagian pengamat sudah mempertanyakan mengapa Pearl Abyss tidak banyak menunjukkan gameplay dari PS5 dasar. Fokus promosi lebih condong ke PS5 Pro dan PC, yang secara teknis memang lebih mudah menampilkan hasil visual terbaik.
Setelah game dimainkan publik, kritik lama itu kembali muncul dengan nada yang lebih tajam. Sejumlah pihak menilai minimnya footage PS5 reguler kini menjadi alasan yang patut dipertanyakan karena hasil akhirnya tidak sesuai ekspektasi banyak pemain konsol.
YouTuber Reforge Gaming ikut memperkuat perdebatan tersebut lewat siaran perbandingan langsung versi konsol saat hari peluncuran. Dalam penilaiannya, kualitas gambar Crimson Desert di PS5 disebut buruk secara keseluruhan dan sejalan dengan keluhan pemain yang menyoroti visual patah-patah.
Ia juga menilai konsol mengalami screen tearing, terutama saat game menampilkan dunia terbuka yang lebih padat. Dibandingkan versi konsol, pengalaman terbaik disebut masih berada di PC dengan perangkat keras yang lebih kuat.
Notebookcheck mengutip komentar Reforge Gaming yang menyebut performa game itu “unacceptable” untuk standar rilis modern. Ia bahkan menyarankan calon pembeli menunda pembelian dan menilai kampanye pemasaran Pearl Abyss sebagai “misleading”.
Perbandingan dengan PS5 Pro
Versi PS5 Pro disebut memberi hasil yang sedikit lebih baik dibanding PS5 dasar. Dukungan peningkatan gambar berbasis PSSR membantu menciptakan citra yang lebih tajam, sehingga beberapa kelemahan visual tampak lebih teredam.
Meski demikian, peningkatan itu tidak berarti semua masalah selesai. Adegan padat dengan banyak karakter tetap dilaporkan dapat menjatuhkan frame rate secara signifikan, sehingga versi Pro pun belum sepenuhnya bebas dari kritik.
Perbedaan ini memperkuat anggapan bahwa isu utama ada pada optimasi lintas platform, bukan sekadar preferensi mode grafis. Jika benar demikian, maka pembaruan pascarilis akan sangat menentukan apakah versi PS5 dasar bisa mendekati ekspektasi pemain.
Poin penting yang banyak disorot pemain
- Tekstur dan gambar dinilai buram di beberapa mode visual.
- Slider pengaturan visual disebut hanya memberi dampak kecil.
- Mode Performance sering turun dari target 60 fps.
- Mode Quality lebih tajam, tetapi kamera masih stutter.
- Area kota dan kerumunan NPC menjadi titik terberat performa.
- Menonaktifkan 120Hz membantu sebagian pemain, tetapi tidak menyelesaikan semuanya.
Selain laporan komunitas, perhatian kini tertuju pada analisis teknis yang lebih mendalam dari media penguji performa seperti Digital Foundry. Uji semacam itu biasanya memberi gambaran objektif tentang resolusi dinamis, kestabilan frame rate, kualitas upscaling, dan sumber bottleneck di tiap mode.
Di sisi lain, masih ada kemungkinan Pearl Abyss merilis patch tambahan untuk memperbaiki visual dan performa PS5. Sampai pembaruan itu hadir, kesan awal Crimson Desert di PS5 dasar menunjukkan bahwa kritik terhadap absennya footage dan ulasan awal versi tersebut bukan sekadar kekhawatiran tanpa dasar.
Source: www.notebookcheck.net