5 Kacamata AI Segera Meluncur, OLED Tajam hingga Pelatih Fitness di Mata Anda

Gelombang kacamata pintar berbasis AI bersiap masuk pasar dalam waktu dekat dengan pendekatan yang semakin beragam. Bukan lagi sekadar perangkat notifikasi, kategori ini kini bergerak ke arah layar mini di lensa, asisten AI, navigasi, pelacakan kebugaran, hingga fitur modular yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Lima model yang paling banyak disorot datang dari Everyide, Inmo, Memo, EIO, dan Amazfit. Data dari ulasan Steven Sullivan menunjukkan masing-masing produk menargetkan segmen berbeda, mulai dari pengguna pemula yang mencari harga lebih terjangkau sampai pengembang yang membutuhkan platform terbuka untuk membuat aplikasi AR.

Arah baru pasar AI smart glasses

Perkembangan ini menegaskan bahwa smart glasses mulai meninggalkan fase eksperimen semata. Produsen kini menawarkan nilai guna yang lebih jelas, seperti produktivitas, penerjemahan langsung, pendamping olahraga, dan interaksi AI yang lebih natural.

Di pasar wearable, diferensiasi fitur menjadi kunci. Ada model yang menonjolkan layar penuh warna, ada yang fokus pada baterai tahan lama, dan ada pula yang mengandalkan desain modular agar perangkat terasa lebih personal.

1. Maverick AI Pro Glasses

Maverick AI Pro dari Everyide tampil sebagai salah satu model paling lengkap di daftar ini. Perangkat ini dibekali layar penuh warna Sony OLED dengan posisi tampilan yang bisa diatur, sehingga pengalaman visual bisa disesuaikan dengan preferensi pengguna.

Menurut data referensi, Maverick juga membawa eye-tracking bawaan untuk meningkatkan interaksi dengan asisten AI. Daya tahan baterainya diklaim lebih dari delapan jam, lalu kompatibel dengan lensa resep serta dapat terhubung ke iPhone, ponsel Android, Apple Watch, dan perangkat Garmin.

Kombinasi itu membuat Maverick relevan untuk kebutuhan kerja dan penggunaan harian. Di kategori smart glasses, dukungan terhadap banyak ekosistem perangkat menjadi nilai penting karena pengguna tidak ingin perangkat wearable berdiri sendiri tanpa integrasi yang mulus.

2. Inmo Go 3

Inmo Go 3 diposisikan sebagai opsi entry-level yang lebih praktis. Meski lebih terjangkau, model ini tetap membawa dua layar monokrom pada lensa yang terhubung ke smartphone untuk menjalankan berbagai fungsi inti.

Fitur yang paling menonjol adalah live translation dalam 98 bahasa. Selain itu, Inmo Go 3 juga menyediakan navigasi, teleprompter, catatan berbasis AI, baterai yang bisa diganti, dan aksesori Ring 4 opsional untuk kontrol berbasis gestur tanpa tangan.

Paket seperti ini menunjukkan bahwa harga lebih rendah tidak selalu berarti fungsi sangat terbatas. Untuk pengguna yang baru mencoba smart glasses, kombinasi penerjemahan langsung dan navigasi berpotensi menjadi pintu masuk paling realistis ke kategori ini.

3. Memo Mind Glasses

Memo Mind Glasses menonjol lewat desain modular. Pendekatan ini memberi fleksibilitas lebih besar bagi pengguna yang tidak selalu membutuhkan paket fitur yang sama dalam satu perangkat.

Terdapat tiga konfigurasi utama yang disorot pada artikel referensi:

  1. Memo 1: membawa layar, speaker, dan mikrofon.
  2. Memo Air: varian yang berfokus pada layar.
  3. Memo Air Speakers Only: model yang menitikberatkan fungsi audio.

Memo juga disebut memiliki asisten AI dengan long-term memory, laporan harian, dan penyimpanan data yang aman. Jika implementasinya berjalan baik, fitur memori jangka panjang ini bisa menjadi pembeda karena asisten AI pada wearable selama ini kerap dinilai masih terlalu dangkal dalam memahami konteks pengguna.

4. EIO AR1 Pro

EIO AR1 Pro mengarah lebih serius ke kalangan profesional dan pengembang. Perangkat ini berjalan secara mandiri dengan Android 9.0 dan disebut didukung Gemini AI, sehingga tidak semata bergantung pada ponsel untuk pemrosesan dasar.

Spesifikasinya juga cukup agresif untuk kelas smart glasses. EIO AR1 Pro dibekali layar full-color microLED waveguide, kamera wide-angle 16MP, speaker ganda dengan noise reduction, serta open SDK yang memungkinkan pengembang membangun aplikasi khusus.

Kehadiran SDK terbuka penting bagi pertumbuhan ekosistem. Sejarah perangkat wearable menunjukkan bahwa perangkat keras yang baik tidak cukup tanpa dukungan aplikasi yang relevan untuk kebutuhan nyata di lapangan.

5. Amazfit Helio Glasses

Amazfit Helio Glasses mengambil jalur yang berbeda dengan fokus kuat pada kebugaran. Model ini dirancang untuk atlet dan pengguna aktif yang memerlukan data real-time saat berolahraga.

Fitur yang disebut meliputi pemantauan detak jantung, pace, dan jarak. Kacamata ini juga memakai layar monokrom hijau yang dioptimalkan untuk visibilitas luar ruang, plus speaker terintegrasi untuk umpan balik audio dan bantuan navigasi.

Pendekatan seperti ini memperlihatkan bahwa smart glasses tidak harus bersaing langsung sebagai perangkat komputasi umum. Untuk pasar olahraga, tampilan data langsung di bidang pandang pengguna bisa menjadi nilai praktis yang tidak selalu bisa diberikan smartwatch dengan cara yang sama.

Jadwal rilis dan yang perlu diperhatikan

Berdasarkan artikel referensi, Maverick AI Pro, Inmo Go 3, dan Memo Mind Glasses diperkirakan meluncur dalam beberapa pekan ke depan. EIO AR1 Pro dijadwalkan hadir lebih belakangan, sementara tanggal peluncuran Amazfit Helio Glasses masih belum diumumkan.

Yang paling menarik dari lima perangkat ini bukan hanya fitur AI-nya, melainkan cara tiap merek memilih masalah yang ingin diselesaikan. Ada yang mengejar produktivitas visual, ada yang mempermudah komunikasi lintas bahasa, ada yang memberi ruang kustomisasi, dan ada yang mengubah kacamata menjadi alat pendamping latihan dengan data yang tampil langsung di depan mata.

Source: www.geeky-gadgets.com
Exit mobile version