Motorola kembali masuk ke sorotan pasar ponsel lipat lewat Razr Fold. Perangkat ini disebut membawa format lipat berbentuk buku, langkah yang memperluas identitas Razr yang sebelumnya lebih lekat dengan model clamshell.
Kebangkitan ini menarik perhatian karena Motorola bukan nama baru di segmen ponsel ikonik. Di awal era 2000-an, seri RAZR V3 pernah sangat dominan, tetapi pada era smartphone modern, posisi itu lama dipegang Samsung di kategori foldable.
Razr Fold dan arah baru Motorola
Berdasarkan artikel referensi, Razr Fold dikabarkan akan memakai chipset Snapdragon 8 Generasi ke-5. Perangkat ini juga disebut membawa baterai 6.000 mAh, pengisian cepat 80W, serta pengisian nirkabel 50W.
Kombinasi itu menempatkan Razr Fold sebagai perangkat premium yang tidak hanya menjual desain. Motorola tampaknya ingin menonjolkan daya tahan baterai dan kecepatan isi ulang, dua aspek yang sering jadi perhatian utama pengguna ponsel lipat.
Dari sisi layar, layar depan disebut berukuran 6,6 inci. Sementara layar bagian dalam mencapai 8,1 inci saat dibentangkan.
Ukuran ini menunjukkan Motorola masuk ke kelas foldable bergaya buku yang langsung berhadapan dengan lini Galaxy Z Fold milik Samsung. Layar dalam yang lebih luas umumnya ditujukan untuk produktivitas, multitasking, membaca dokumen, hingga konsumsi konten video.
Fokus kamera dan aksesori stylus
Sektor kamera juga menjadi salah satu nilai jual yang disorot. Artikel referensi menyebut kamera depan beresolusi 32MP dan 20MP pada sisi luar dan dalam perangkat.
Untuk kamera belakang, Motorola dikabarkan menyiapkan tiga sensor 50MP. Susunannya terdiri dari kamera utama 50MP Sony LYTIA, ultrawide 50MP, dan telefoto 3x 50MP.
Jika spesifikasi ini benar saat peluncuran, Razr Fold akan masuk ke kelompok ponsel lipat dengan konfigurasi kamera yang agresif. Kehadiran lensa telefoto optik 3x juga penting karena tidak semua foldable menempatkan zoom optik sebagai prioritas utama.
Motorola juga disebut akan meluncurkan perangkat ini bersama Pen Stylus. Aksesori seperti stylus memperjelas bahwa Razr Fold tidak hanya diposisikan sebagai ponsel gaya hidup, tetapi juga sebagai perangkat kerja dan kreasi.
Harga yang disebut dalam artikel referensi berada di kisaran 1.999 euro. Angka tersebut menempatkannya sejajar dengan kelas flagship foldable premium yang selama ini diisi Samsung dan beberapa pesaing lain.
Mengapa Motorola mulai menggeser dominasi Samsung
Narasi bahwa Motorola pelan-pelan menggeser dominasi Samsung tidak muncul tanpa data. Artikel referensi mengutip laporan IDC yang menyebut Motorola menguasai 50 persen pasar ponsel lipat di Amerika Serikat.
Angka itu penting karena pasar AS selama ini identik dengan kekuatan Samsung di kategori Android premium. Dalam laporan yang sama, Motorola juga disebut memiliki 50 persen pangsa pasar foldable di Amerika Latin.
Di Eropa, pangsa pasar Motorola disebut mencapai 13 persen. Sementara secara global, artikel referensi yang mengutip 9to5Google menyebut total pangsa pasar ponsel lipat Motorola berada di level 14 persen.
Data tersebut menunjukkan perubahan peta persaingan, setidaknya di beberapa wilayah utama. Samsung masih sangat kuat secara global, tetapi Motorola kini tidak lagi sekadar pelengkap pasar foldable.
Ada beberapa faktor yang menjelaskan tren ini. Motorola dinilai berhasil memanfaatkan kekuatan merek Razr, desain yang familiar, serta pendekatan produk yang lebih fokus pada pengalaman lipat yang praktis.
Selain itu, persaingan foldable kini tidak hanya soal siapa yang lebih dulu masuk pasar. Konsumen mulai membandingkan ketahanan engsel, kenyamanan layar, kapasitas baterai, kualitas kamera, dan nilai yang didapat dari harga tinggi yang dibayar.
Peta persaingan ponsel lipat saat ini
Berikut gambaran posisi Motorola berdasarkan data di artikel referensi:
- Amerika Serikat: 50 persen pasar ponsel lipat.
- Amerika Latin: 50 persen pasar ponsel lipat.
- Eropa: 13 persen pasar ponsel lipat.
- Global: 14 persen pangsa pasar foldable.
Meski begitu, tantangan Motorola masih besar. Samsung tetap punya jaringan distribusi luas, portofolio foldable yang matang, dan ekosistem perangkat yang kuat.
Motorola juga menghadapi tekanan dari merek lain seperti Honor dan Google di sejumlah pasar. Di saat bersamaan, rumor soal ponsel lipat pertama Apple membuat persaingan berpotensi makin ketat di kelas premium.
Razr Fold karena itu menjadi produk yang sangat strategis bagi Motorola. Jika perangkat ini hadir sesuai bocoran, dengan layar besar, baterai 6.000 mAh, stylus, kamera 50MP berlapis, dan harga 1.999 euro, Motorola berpeluang memperkuat momentumnya di pasar foldable sekaligus menambah tekanan baru bagi dominasi Samsung di segmen yang selama ini paling prestisius.









