
Android Auto versi 16.5 sudah mulai dirilis, tetapi pembaruan ini pada dasarnya berisi perbaikan bug. Meski tidak membawa fitur besar yang langsung terlihat, kode dalam beberapa versi terbaru memberi sinyal bahwa Google sedang menyiapkan tiga peningkatan penting untuk pengalaman berkendara.
Arah pengembangannya terlihat jelas: pengguna mungkin tidak perlu lagi keluar dari Android Auto untuk mengatur radio atau AC, sistem berpotensi mendapat panel kontrol mobil yang lebih dalam, dan dukungan widget juga disebut sedang disiapkan. Jika benar hadir, tiga perubahan ini bisa menjadi salah satu lompatan terbesar Android Auto dalam beberapa waktu terakhir.
Pembaruan 16.5 belum spektakuler, tetapi petunjuknya makin kuat
Laporan Android Police menyebut Android Auto 16.5 lebih fokus pada pembenahan masalah teknis yang mengganggu pengalaman saat mengemudi. Tidak ada penambahan fitur besar pada rilis ini, namun jejak kode yang ditemukan dalam beberapa pembaruan terakhir menunjukkan Google belum berhenti mengembangkan fitur yang sudah lama diminta pengguna.
Temuan itu penting karena selama ini Android Auto kerap dipuji sebagai salah satu sistem infotainment mobil terbaik, tetapi masih memiliki keterbatasan mendasar. Beberapa fungsi inti kendaraan tetap mengharuskan pengguna keluar dari antarmuka Android Auto dan kembali ke sistem bawaan mobil.
1. Kontrol radio langsung dari Android Auto
Salah satu peningkatan yang paling dinanti adalah kontrol radio langsung dari layar Android Auto. Saat ini, jika stasiun radio favorit tidak memiliki aplikasi yang kompatibel dengan Android Auto, pengguna biasanya harus meninggalkan tampilan Android Auto untuk mengganti kanal radio melalui sistem mobil.
Kondisi ini terlihat sepele, tetapi bisa mengganggu fokus saat berkendara. Dalam situasi lalu lintas padat atau manuver yang menuntut perhatian tinggi, perpindahan antarmuka untuk tugas sederhana seperti mengganti stasiun radio jelas bukan solusi ideal.
Menurut laporan sumber referensi, kode pada beberapa versi Android Auto mengindikasikan adanya integrasi kendaraan yang lebih dalam. Jika fitur ini selesai dikembangkan, pengguna kemungkinan akan mendapatkan panel kontrol di dalam Android Auto untuk mengakses radio tanpa harus keluar dari aplikasi utama.
2. Pengaturan AC tanpa berpindah layar
Fitur besar berikutnya menyangkut kontrol pendingin kabin atau AC. Ini sangat relevan untuk mobil modern yang menempatkan pengaturan suhu sepenuhnya di layar sentuh dan tidak lagi menyediakan kenop fisik terpisah.
Dalam skenario seperti itu, perubahan kecil pada suhu kabin saat ini sering memaksa pengguna keluar dari Android Auto. Padahal, kebutuhan seperti menaikkan atau menurunkan temperatur beberapa derajat termasuk tindakan cepat yang semestinya bisa dilakukan tanpa membuka menu lain.
Jika panel kontrol kendaraan benar-benar hadir, Android Auto berpeluang menjadi pusat kendali yang lebih praktis. Bukan hanya navigasi, pesan, dan musik, tetapi juga fungsi kendaraan dasar yang sering dipakai selama perjalanan.
3. Widget diperkirakan ikut hadir
Selain integrasi kendaraan, widget juga disebut sedang menuju Android Auto. Fitur ini disebut akan menghadirkan elemen informasi ringkas yang tampil berdampingan dengan layar utama, kemungkinan sebagai gelembung tambahan di tampilan multi-aplikasi Coolwalk.
Pendekatan ini mengingatkan pada arah yang lebih dulu terlihat di Apple CarPlay. Dengan widget, pengguna bisa mengakses informasi cepat tanpa harus sering berpindah aplikasi, misalnya ringkasan cuaca, kalender, kontrol media, atau informasi kontekstual lain yang relevan saat berkendara.
Bila diterapkan dengan baik, widget dapat memperkuat prinsip antarmuka yang minim distraksi. Informasi penting muncul sekilas, sementara navigasi utama tetap menjadi fokus di layar.
Mengapa tiga upgrade ini penting
Ada beberapa alasan mengapa tiga peningkatan ini dinilai besar bagi Android Auto:
- Mengurangi kebutuhan berpindah layar saat berkendara.
- Mempercepat akses ke fungsi yang paling sering dipakai.
- Membuat Android Auto terasa lebih menyatu dengan sistem mobil.
- Menambah nilai praktis tanpa harus memenuhi layar dengan menu rumit.
Dari sisi keselamatan, pengurangan langkah interaksi sangat berarti. Semakin sedikit waktu mata pengemudi meninggalkan informasi jalan, semakin baik pengalaman penggunaan sistem infotainment.
Masih berupa indikasi, belum peluncuran resmi
Meski petunjuk di kode aplikasi cukup konsisten, belum ada pengumuman resmi bahwa semua fitur ini akan segera dirilis luas. Laporan sumber juga menyinggung bahwa pekerjaan pengembangan integrasi kontrol kendaraan sudah berlangsung sejak tahun lalu dan kemungkinan lebih rumit dari perkiraan awal.
Hal itu masuk akal karena integrasi radio dan AC tidak hanya bergantung pada Android Auto, tetapi juga pada kompatibilitas perangkat keras dan sistem kendaraan dari masing-masing produsen mobil. Dengan kata lain, fitur ini bisa saja hadir bertahap dan tidak langsung tersedia di semua model.
Di saat yang sama, Android Auto juga masih menghadapi sejumlah kendala kompatibilitas pada sebagian perangkat. Sumber referensi menyebut beberapa pemilik Samsung Galaxy S26 sempat mengalami kesulitan menjalankan Android Auto, sehingga pembaruan stabilitas tetap menjadi kebutuhan utama selain pengembangan fitur baru.
Jika Google berhasil merilis kontrol radio, pengaturan AC, dan widget dalam paket pembaruan berikutnya, Android Auto berpotensi berubah dari sekadar platform aplikasi mobil menjadi pusat kendali kabin yang jauh lebih terpadu. Arah ini juga menunjukkan bahwa pembaruan kecil seperti versi 16.5 kadang justru menjadi landasan untuk perubahan yang lebih besar di rilis selanjutnya.
Source: www.androidpolice.com








