Intel Merilis Arc Pro Baru hingga 32 GB VRAM, Sinyal Serius Menantang Kelas Profesional

Intel merilis kartu grafis profesional baru dalam lini Arc Pro B-series dengan kapasitas memori video hingga 32 GB. Produk ini ditujukan untuk segmen workstation dan komersial, dengan fokus pada kombinasi harga yang tetap kompetitif dan performa tinggi.

Dua model yang sudah diumumkan adalah Intel Arc Pro B65 dan Intel Arc Pro B70. Dari informasi resmi yang sudah dibagikan, keduanya memakai arsitektur Xe2, arsitektur yang juga digunakan pada Arc B570 dan Arc B580.

Intel perkenalkan Arc Pro B65 dan B70

Intel masih menahan sebagian besar detail teknis kedua GPU tersebut. Namun, perusahaan telah mengonfirmasi bahwa seri baru ini hadir dengan hingga 32 Xe2 core dan VRAM sampai 32 GB, angka yang langsung menempatkannya sebagai opsi menarik untuk beban kerja profesional.

Kapasitas VRAM besar sangat penting untuk kebutuhan seperti pembuatan konten, desain 3D, visualisasi, AI inference, dan pengolahan model yang lebih kompleks. Untuk kelas workstation entry hingga menengah, memori besar sering menjadi pembeda utama saat menangani proyek resolusi tinggi atau scene berukuran besar.

Spesifikasi yang sudah diketahui

Berikut poin penting yang sudah terungkap dari pengumuman Intel:

  1. Intel Arc Pro B65 dan Arc Pro B70 menggunakan arsitektur Xe2.
  2. Kartu grafis ini hadir dengan hingga 32 GB VRAM.
  3. Konfigurasi tertinggi membawa hingga 32 Xe2 core.
  4. Arc Pro B70 sudah mulai dijual.
  5. Arc Pro B65 dijadwalkan meluncur pada pertengahan April.

Intel belum memaparkan detail seperti jenis memori, lebar bus, TGP, maupun jumlah shader secara rinci. Perusahaan juga belum mengungkap perbedaan teknis lengkap antara B65 dan B70.

Harga dan jadwal rilis

Arc Pro B70 mulai dijual dengan harga awal yang disarankan sebesar $949 untuk kartu referensi. Harga tersebut menjadi acuan awal, sementara versi kustom dari mitra seperti ASRock, Gunnir, Maxsun, Sparkle, dan Arkn masih belum diumumkan.

Untuk Arc Pro B65, Intel menargetkan peluncuran pada pertengahan April. Berbeda dari B70, model ini tidak disiapkan dalam versi reference card, dan harga resminya juga belum dikonfirmasi.

Informasi harga ini penting karena Intel secara terbuka memosisikan seri Arc Pro B sebagai solusi yang “cost-effective” untuk pasar profesional. Jika performanya kompetitif, strategi harga ini bisa memberi tekanan pada pilihan workstation GPU dari pesaing yang selama ini mendominasi pasar.

Intel bandingkan dengan Nvidia RTX Pro 4000

Dalam materi pengumumannya, Intel membandingkan Arc Pro B70 dengan Nvidia RTX Pro 4000. Namun, perusahaan belum menyertakan rincian benchmark, skenario pengujian, atau aplikasi yang dipakai untuk pembanding tersebut.

Tanpa data uji yang lengkap, klaim itu masih perlu dibaca dengan hati-hati. Bagi pembeli workstation, performa GPU profesional biasanya tidak hanya diukur dari angka mentah, tetapi juga dari stabilitas driver, sertifikasi aplikasi, efisiensi daya, dan dukungan software jangka panjang.

Mengapa VRAM 32 GB jadi sorotan

Kapasitas VRAM hingga 32 GB menjadi salah satu daya tarik terbesar dari pengumuman ini. Di pasar profesional, memori besar memungkinkan pengguna menangani aset grafis lebih berat tanpa cepat berpindah ke storage atau sistem memory, yang biasanya berdampak pada performa.

Kebutuhan itu kini makin relevan di tengah meningkatnya penggunaan AI generatif, editing video resolusi tinggi, CAD kompleks, hingga rendering yang memakai dataset besar. Untuk banyak pelaku industri kreatif dan teknis, jumlah VRAM sering kali lebih menentukan dibanding kenaikan clock kecil.

Posisi Intel di pasar GPU profesional

Selama beberapa tahun terakhir, pasar GPU profesional masih didominasi Nvidia dan dalam skala tertentu AMD. Dengan Arc Pro B65 dan B70, Intel tampak ingin memperluas pijakan di luar GPU konsumen dan memperkuat penawaran untuk bisnis.

Langkah ini juga muncul bersamaan dengan pembaruan portofolio komersial Dell, termasuk pengumuman Core Ultra Series 3 untuk PC bisnis dengan SKU vPro khusus. Kehadiran GPU baru Intel dalam ekosistem perangkat bisnis memberi sinyal bahwa vendor besar mulai menyiapkan dukungan lebih luas untuk solusi grafis profesional berbasis Arc.

Bagi pasar, keberhasilan seri ini akan sangat bergantung pada dua hal yang belum sepenuhnya terbuka saat ini, yakni performa riil dan kematangan software. Jika Intel mampu menghadirkan driver stabil, sertifikasi aplikasi profesional, serta harga agresif, Arc Pro B-series berpotensi menjadi alternatif baru yang layak diperhitungkan di kelas workstation dengan kebutuhan VRAM besar.

Source: www.notebookcheck.net

Berita Terkait

Back to top button