
OpenAI dilaporkan menghentikan Sora, aplikasi pembuat video AI yang sempat viral dan dikenal lewat kemampuan menghasilkan klip sinematik dari perintah teks. Penghentian ini disebut mencakup aplikasi Sora, API untuk pengembang, dan dukungan pembuatan video di ChatGPT.
Informasi awal muncul dari akun resmi Sora di X yang menulis, “We’re saying goodbye to the Sora app,” sambil menyebut kabar itu mengecewakan bagi pengguna. OpenAI juga disebut akan membagikan rincian jadwal penutupan penuh untuk aplikasi dan API tersebut dalam waktu dekat.
Sora Ditutup, Fokus OpenAI Bergeser
Mengacu pada artikel referensi, OpenAI tidak lagi akan mendukung pembuatan video di seluruh portofolionya. Langkah ini terjadi ketika pimpinan perusahaan disebut meminta karyawan menghentikan “side quests” agar fokus pada produk enterprise.
Arah baru ini menunjukkan perubahan prioritas yang tegas. OpenAI tampak ingin mengalihkan sumber daya komputasi dan tim produk ke layanan yang dinilai lebih penting untuk bisnis inti.
Reuters juga melaporkan keputusan itu diambil hanya sekitar setengah jam setelah pertemuan dengan Disney. Waktu keputusan tersebut membuat langkah OpenAI menimbulkan kejutan besar, terutama karena Disney sebelumnya dikabarkan telah menyiapkan kerja sama strategis terkait Sora.
Disney Disebut Terkejut
Menurut laporan Reuters yang dikutip dalam artikel referensi, Disney setuju untuk berinvestasi sebesar $1 billion di OpenAI pada akhir tahun lalu. Kesepakatan itu disebut akan membuka jalan bagi Sora untuk memakai lebih dari 200 karakter Disney, dari Marvel hingga Star Wars, dalam video yang dihasilkan AI.
Namun, Reuters menyebut tidak ada dana yang sempat berpindah tangan dalam kesepakatan awal itu. Seorang juru bicara yang dikutip Reuters menyebut keputusan mendadak tersebut sebagai “a big rug-pull.”
Disney dikabarkan telah menyiapkan integrasi konten buatan Sora ke platform seperti Disney Plus. Selain itu, teknologi OpenAI juga dipertimbangkan untuk alat kreatif internal dan sistem pendukung penceritaan.
Mengapa Sora Mendadak Dihentikan
Ada beberapa faktor yang diyakini mendorong penghentian Sora. Faktor terbesar adalah kebutuhan komputasi yang sangat tinggi untuk model video generatif.
Saat Sora diperkenalkan pada awal 2024, platform ini cepat menarik perhatian karena hasil videonya dinilai mendekati kualitas film pendek. Setelah diluncurkan untuk publik pada September, adopsinya melonjak dan memicu lonjakan beban infrastruktur.
Kepala Sora, Bill Peebles, bahkan sempat menyatakan penggunaan cepat aplikasi itu “melting the company’s GPUs.” Setelah itu, OpenAI membatasi penggunaan untuk menahan tekanan pada kapasitas komputasi.
Dalam konteks bisnis, OpenAI juga disebut sedang berada dalam mode persaingan yang lebih ketat. Artikel referensi menyebut perusahaan menghadapi tekanan dari Anthropic, yang dikabarkan memiliki pangsa pasar enterprise lebih besar.
Dampak ke Pengguna dan Pengembang
Bagi pengguna umum, efek paling langsung adalah hilangnya dukungan video generation di Sora dan ChatGPT. Bagi pengembang, penghentian API berarti aplikasi atau layanan yang bergantung pada Sora perlu mencari alternatif baru.
Berikut dampak utama yang patut dicermati:
- Pembuatan video AI via Sora akan dihentikan secara bertahap.
- API Sora untuk pengembang juga akan ditutup.
- ChatGPT tidak lagi mendukung fitur video generation.
- Proyek komersial berbasis Sora harus menyiapkan migrasi teknologi.
OpenAI belum merinci seluruh tenggat penghentian di materi referensi. Karena itu, pelaku industri masih menunggu penjelasan resmi soal masa transisi, ekspor aset, dan nasib proyek yang sedang berjalan.
OpenAI Kejar Produk yang Lebih Menguntungkan
Artikel referensi menyebut OpenAI diperkirakan merugi lebih dari $14 billion pada tahun ini. Di saat yang sama, perusahaan dilaporkan tengah mencari investor tambahan dan bahkan menawarkan tingkat pengembalian terjamin hingga 17.5 per cent kepada investor private equity, disertai akses awal ke model ChatGPT terbaru.
Informasi itu menegaskan bahwa tekanan finansial bisa ikut memengaruhi keputusan produk. Model video AI umumnya jauh lebih mahal dijalankan dibanding chatbot teks atau alat produktivitas berbasis bahasa.
OpenAI juga dikabarkan sedang mengembangkan “super app” yang menggabungkan ChatGPT, Codex, dan browser AI Atlas dalam satu platform. Strategi ini mengarah pada ekosistem yang lebih terpadu untuk pengguna individu dan pelanggan perusahaan.
Selain itu, perusahaan disebut mempercepat pengembangan sistem agentic AI. Langkah ini relevan karena pasar saat ini bergerak ke arah asisten AI yang dapat menjalankan tugas kompleks, bukan sekadar membuat konten.
Bagi industri AI generatif, penutupan Sora menjadi sinyal bahwa popularitas belum tentu cukup untuk menjamin umur panjang sebuah produk. Jika biaya komputasi terlalu besar dan arah bisnis berubah, bahkan aplikasi viral yang sempat dianggap masa depan pun bisa dihentikan mendadak.
Source: www.indiatoday.in








