
Pine64 menyiapkan smartwatch baru bernama PineTime Pro yang akan meluncur dalam waktu dekat. Perangkat ini menarik perhatian karena membawa kombinasi fitur yang jarang muncul di segmen jam tangan pintar open-source, seperti GPS, layar AMOLED, dan digital crown.
Informasi awal yang dibagikan menunjukkan PineTime Pro sebagai penerus langsung PineTime generasi sebelumnya. Fokus pembaruannya mengarah pada layar yang lebih modern, sensor kesehatan yang lebih lengkap, serta kemampuan navigasi mandiri tanpa harus terus bergantung pada ponsel.
PineTime Pro hadir sebagai penerus PineTime
Pine64 selama ini lebih dikenal lewat produk single-board computer, laptop, dan tablet. Namun, perusahaan itu juga punya lini wearable open-source yang sejak awal dikembangkan dengan pendekatan komunitas.
Notebookcheck mencatat PineTime pertama kali diperkenalkan pada Oktober sebagai proyek sampingan yang sepenuhnya digerakkan komunitas. Model Pro kini disiapkan sebagai versi baru dengan sejumlah peningkatan penting dibanding generasi awal.
PineTime sejak awal dikenal sebagai smartwatch yang dapat menjalankan sistem operasi open-source kustom. Nilai jual ini tetap relevan karena memberi ruang modifikasi lebih luas bagi pengembang dan pengguna yang tidak ingin terkunci pada ekosistem tertutup.
Bagi pasar wearable, pendekatan seperti ini masih relatif niche. Namun, justru di situlah Pine64 punya posisi berbeda dari merek besar yang umumnya memakai platform proprietary.
Fitur utama yang sudah dikonfirmasi
Berdasarkan informasi yang telah diungkap Pine64, ada beberapa peningkatan utama pada PineTime Pro. Fitur-fitur ini menjadi dasar yang membedakannya dari PineTime standar.
- Layar AMOLED.
- Dukungan GPS atau GNSS.
- Sensor tambahan, termasuk pemantauan oksigen darah.
- Digital crown dengan tombol ekstra.
Layar AMOLED menjadi salah satu pembaruan paling menonjol. Panel jenis ini umumnya menawarkan warna lebih hidup, kontras tinggi, dan efisiensi daya lebih baik dibanding layar konvensional pada perangkat wearable entry-level.
Kehadiran GPS juga menjadi nilai tambah besar. Dengan dukungan GNSS, pengguna berpotensi melacak lokasi dan jarak tempuh saat olahraga tanpa harus selalu membawa ponsel.
Notebookcheck menyebut fitur ini akan membantu pelacakan lokasi serta jarak yang ditempuh saat aktivitas olahraga. Bagi pengguna yang rutin berlari, berjalan, atau bersepeda, kemampuan tersebut bisa membuat PineTime Pro terasa lebih mandiri.
Sensor tambahan juga memperluas fungsi kesehatan perangkat ini. Salah satu yang sudah disebut adalah sensor blood oxygen atau pemantauan kadar oksigen darah.
Fitur SpO2 kini menjadi salah satu komponen penting di banyak smartwatch modern. Karena itu, penambahan sensor ini menunjukkan Pine64 ingin membawa PineTime Pro lebih kompetitif di kelas wearable masa kini.
Digital crown jadi peningkatan fungsional
Selain layar dan sensor, PineTime Pro juga akan memakai digital crown. Komponen ini biasanya memudahkan navigasi menu, scrolling, dan interaksi cepat pada layar kecil.
Pine64 tidak hanya menambahkan crown, tetapi juga tombol ekstra. Kombinasi ini berpotensi meningkatkan ergonomi penggunaan, terutama saat pengguna mengakses fitur olahraga atau pengaturan sistem dalam kondisi bergerak.
Pada smartwatch, antarmuka fisik seperti crown sering dianggap lebih praktis dibanding sentuhan penuh. Kehadirannya bisa membantu akurasi kontrol ketika jari basah, berkeringat, atau saat pengguna mengenakan sarung tangan tipis.
Spesifikasi lengkap dan harga masih menunggu
Meski sejumlah fitur utama sudah diumumkan, detail teknis PineTime Pro belum dibuka sepenuhnya. Pine64 baru menyatakan perangkat ini akan memakai “custom chip”, tanpa menjelaskan jenis SoC yang digunakan.
Belum ada rincian resmi mengenai RAM, kapasitas penyimpanan, ukuran layar, daya tahan baterai, atau sertifikasi ketahanan air. Harga resminya juga masih belum diumumkan sejauh informasi yang tersedia saat ini.
Sebagai pembanding, PineTime generasi sebelumnya masih dijual seharga $27. Harga itu memberi gambaran bahwa Pine64 selama ini bermain di segmen yang relatif terjangkau, meski belum ada kepastian apakah PineTime Pro akan mengikuti pola harga serupa.
Berikut ringkasan status informasi yang sudah diketahui:
| Aspek | Status informasi |
|---|---|
| Nama perangkat | PineTime Pro |
| Layar | AMOLED |
| Navigasi | GPS/GNSS |
| Sensor | Tambahan, termasuk blood oxygen |
| Kontrol fisik | Digital crown + tombol ekstra |
| Chip | Disebut custom chip |
| Harga | Belum diumumkan |
| Ketersediaan | Meluncur dalam waktu dekat |
Mengapa PineTime Pro layak diperhatikan
PineTime Pro bukan sekadar pembaruan kecil. Perangkat ini berpotensi menjadi salah satu smartwatch open-source yang paling menarik jika Pine64 mampu menggabungkan hardware modern dengan fleksibilitas software yang selama ini menjadi ciri produknya.
Di tengah pasar yang didominasi Apple, Samsung, Garmin, dan berbagai merek berbasis Wear OS, PineTime Pro menawarkan pendekatan berbeda. Nilainya bukan hanya pada fitur, tetapi juga pada kemungkinan kustomisasi sistem operasi dan pengembangan komunitas yang lebih terbuka.
Jika implementasi GPS, layar AMOLED, dan sensor kesehatan berjalan baik, PineTime Pro bisa menjangkau dua kelompok sekaligus. Pertama adalah pengguna wearable yang ingin fitur modern, dan kedua adalah penggemar perangkat open-source yang mencari alternatif dari ekosistem tertutup.
Untuk saat ini, perhatian utama tertuju pada pengumuman lanjutan dari Pine64 soal spesifikasi final, harga, dan jadwal rilis. Detail itu akan menentukan seberapa kuat PineTime Pro mampu bersaing, terutama karena model sebelumnya masih bertahan sebagai opsi murah di angka $27.
Source: www.notebookcheck.net








