
Apple dikabarkan sedang menyiapkan langkah besar di pasar ponsel lipat lewat iPhone Fold, perangkat yang disebut-sebut akan hadir dengan harga premium $1,999. Model ini bukan sekadar eksperimen desain, karena bocoran yang beredar menyebut Apple membawa kembali Touch ID, baterai terbesar yang pernah dipakai di iPhone, dan pengalaman iOS yang disesuaikan untuk layar lipat.
Jika informasi ini akurat, iPhone Fold bisa menjadi salah satu produk paling penting dalam lini iPhone berikutnya. Perangkat tersebut diposisikan sebagai alternatif mewah bagi pengguna yang ingin mencicipi format foldable tanpa meninggalkan ekosistem Apple.
Layar lipat 7,8 inci jadi pusat perhatian
Sumber referensi menyebut iPhone Fold akan memakai layar utama 7,8 inci saat dibuka. Saat dilipat, perangkat ini berubah menjadi ponsel kompak dengan layar depan 5,5 inci yang lebih nyaman dipakai dengan satu tangan.
Apple juga disebut berusaha menekan tampilan bekas lipatan di layar. Meski demikian, jejak lipatan masih mungkin terlihat samar, karena teknologi layar lipat saat ini belum sepenuhnya bebas kompromi.
Multitasking dibuat lebih serius
Layar bagian dalam dikabarkan mendukung multitasking tingkat lanjut dengan dua aplikasi berjalan berdampingan. Ada pula sidebar khusus untuk akses cepat ke alat dan aplikasi yang sering dipakai.
Fitur ini menunjukkan bahwa Apple tidak hanya mengejar bentuk baru, tetapi juga fungsi yang lebih dekat ke perangkat kerja. Dengan pendekatan tersebut, iPhone Fold berpotensi menarik pengguna yang ingin perangkat tunggal untuk hiburan, komunikasi, dan produktivitas.
Kamera tetap mengutamakan stabilitas
Berbeda dari beberapa iPhone terbaru, model lipat ini disebut memakai kamera punch-hole di layar dalam dan luar. Artinya, perangkat ini tidak mengandalkan Dynamic Island maupun kamera di bawah layar.
Pilihan itu menandakan Apple masih berhati-hati dalam mengadopsi fitur eksperimental. Pendekatan yang lebih konservatif ini biasanya dipilih untuk menjaga konsistensi kualitas foto dan video, terutama di kelas premium.
Touch ID kembali lewat tombol daya
Salah satu perubahan paling mencolok dalam bocoran ini adalah kembalinya Touch ID. Sensor sidik jari itu disebut terintegrasi di tombol daya, menggantikan skema Face ID yang dinilai kurang praktis untuk desain lipat.
Keputusan ini masuk akal karena struktur perangkat lipat kerap menyulitkan penempatan modul kamera depan yang dibutuhkan Face ID. Bagi sebagian pengguna, Touch ID juga masih dianggap cepat, sederhana, dan familiar.
Spesifikasi yang disiapkan untuk kelas premium
Laporan dari TT Technology menyebut iPhone Fold dibekali 12 GB RAM dan opsi penyimpanan 256 GB, 512 GB, hingga 1 TB. Perangkat ini juga dikabarkan memakai modem C2 buatan Apple untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi daya.
Berikut ringkasan spesifikasi yang beredar:
| Komponen | Bocoran spesifikasi |
|---|---|
| Layar utama | 7,8 inci |
| Layar depan | 5,5 inci |
| RAM | 12 GB |
| Penyimpanan | 256 GB, 512 GB, 1 TB |
| Keamanan biometrik | Touch ID di tombol daya |
| Baterai | Dual-cell 5.600 mAh |
| Modem | C2 |
Kombinasi tersebut menempatkan iPhone Fold sebagai perangkat yang dirancang untuk beban kerja berat. Aktivitas seperti editing video, bermain gim, dan menjalankan banyak aplikasi sekaligus menjadi target penggunaan utamanya.
Baterai terbesar dalam sejarah iPhone
Salah satu poin paling menarik dari bocoran ini adalah baterai dual-cell dengan kapasitas total 5.600 mAh. Jika benar, angka itu akan menjadi yang terbesar yang pernah dipasang Apple di iPhone.
Desain dua sel juga membantu pembagian bobot agar perangkat terasa lebih seimbang saat digenggam. Dalam kategori ponsel lipat, efisiensi baterai dan kenyamanan fisik memang sama pentingnya dengan performa mentah.
Harga dan posisi pasar sangat agresif
Dengan banderol $1,999, iPhone Fold jelas masuk ke segmen ultra-premium. Harga itu menegaskan bahwa Apple tidak menargetkan volume besar pada awal peluncuran, melainkan pengguna yang bersedia membayar mahal untuk desain lipat kelas atas.
Sumber referensi juga menyebut Apple menyiapkan peluncuran terpisah untuk lini berikutnya. iPhone Fold dikabarkan hadir pada Desember 2026, setelah iPhone 18 Pro dan Pro Max, sementara iPhone 18 versi standar diperkirakan menyusul pada bulan Maret di tahun berikutnya.
Strategi ini memberi ruang bagi Apple untuk memisahkan pasar flagship reguler dan perangkat inovatif. Dengan kombinasi layar lipat, Touch ID, baterai jumbo, serta ekosistem iOS yang sudah matang, iPhone Fold berpotensi menjadi salah satu produk paling dibicarakan di kelas premium saat resmi diperkenalkan.
Source: www.geeky-gadgets.com








