Kelangkaan CPU Intel dan AMD Mendorong Lead Time Enam Bulan, AI Mengubah Pabrik PC Menjadi Arena Perebutan Chips

Permintaan CPU untuk PC dan server kini menekan pasokan Intel dan AMD di banyak lini produksi. Sejumlah pembuat PC disebut menghadapi lead time pesanan yang melonjak dari sekitar dua minggu menjadi delapan hingga 12 minggu, dan pada beberapa kasus bisa mencapai enam bulan.

Situasi ini menambah tekanan pada pasar komponen yang sebelumnya sudah lebih dulu terganggu oleh kelangkaan chip memori dan penyimpanan. Bagi produsen seperti HP dan Dell, ketidakseimbangan antara jumlah prosesor yang diterima dan volume yang dibutuhkan mulai memengaruhi jadwal produksi serta biaya pengadaan.

Lead time melonjak, harga ikut tertekan

Menurut laporan Nikkei Asia, beberapa produsen PC menerima CPU dalam jumlah yang tidak lagi sesuai kebutuhan produksi. Dampaknya terlihat pada waktu tunggu pesanan yang lebih panjang dan pada kenaikan harga komponen.

Seorang eksekutif produsen server mengatakan bahwa waktu tunggu rata-rata CPU yang sebelumnya hanya satu hingga dua minggu kini telah memanjang menjadi delapan hingga 12 minggu. Eksekutif lain menyebut kondisi tersebut bisa melebar sampai enam bulan, tergantung jenis prosesor dan prioritas pasokan.

Kenaikan biaya juga mulai terasa di rantai pasok. Harga CPU dilaporkan naik sekitar 10% hingga 15%, bahkan bisa lebih tinggi pada beberapa kasus.

AI menjadi pendorong utama permintaan

Lonjakan permintaan ini tidak muncul secara tiba-tiba. Sumber industri menilai kebutuhan dari perusahaan AI skala besar atau hyperscaler menjadi faktor utama yang mendorong pasar prosesor semakin ketat.

Pada fase awal ledakan AI, permintaan besar lebih dulu menyedot GPU untuk pelatihan model bahasa besar. Setelah pasokan GPU mulai stabil, tekanan bergeser ke chip memori dan penyimpanan, lalu kini merembet ke CPU yang dipakai di server maupun sistem lain.

Intel dan AMD sendiri sudah mengonfirmasi adanya lonjakan permintaan pada laporan keuangan kuartalan mereka. CEO AMD, Dr. Lisa Su, menyebut bisnis melampaui ekspektasi, sementara CFO Intel, David Zinsner, mengatakan bahwa “CPU has become cool again this year.”

Mengapa CPU ikut langka

CPU tetap memegang peran penting dalam infrastruktur AI, meski pelatihan model sangat bergantung pada GPU. Data center tetap membutuhkan prosesor umum untuk menjalankan koordinasi sistem, pemrosesan data, dan beban kerja pendukung lainnya.

Perkembangan model AI yang lebih kecil dan agentic AI juga ikut meningkatkan kebutuhan prosesor server. Seorang karyawan produsen server menaksir permintaan CPU server serbaguna dapat naik hampir 15% pada tahun mendatang, sementara kapasitas produksi Intel disebut hanya tumbuh dalam laju satu digit.

Kondisi AMD juga tidak lebih ringan. Karena tidak memiliki pabrik sendiri, perusahaan itu harus berebut kapasitas dari foundry seperti TSMC dan Samsung bersama pelanggan besar lain, termasuk Nvidia dan Google.

Dampaknya ke pasar PC konsumen

Tekanan pasokan CPU berpotensi memperlambat pemenuhan pesanan untuk laptop dan desktop umum. Jika produksi lebih banyak dialihkan untuk kebutuhan enterprise dan AI, pasar konsumen bisa kembali menghadapi pilihan yang lebih sempit dan harga yang lebih tinggi.

Berikut gambaran ringkas kondisi yang dilaporkan sumber industri:

  1. Lead time CPU: naik dari 1–2 minggu menjadi 8–12 minggu.
  2. Kasus terburuk: dapat mencapai 6 bulan.
  3. Kenaikan harga: sekitar 10%–15% atau lebih.
  4. Penyebab utama: permintaan dari AI hyperscalers dan data center.
  5. Risiko tambahan: kapasitas produksi Intel tumbuh terbatas, sementara AMD bergantung pada foundry eksternal.

Arm mulai dilirik sebagai alternatif

Di tengah tekanan pasokan x86, peluang terbuka bagi chip berbasis Arm untuk memperluas pangsa pasar. Perangkat Windows on Arm mulai mendapat dorongan lewat jajaran Copilot+ PC berbasis Snapdragon, sementara upaya lain dari Qualcomm dan kabar kehadiran Nvidia N1X di laptop turut menambah kompetisi.

Namun, untuk kebutuhan gaming dan aplikasi khusus, banyak pengguna masih bergantung pada Intel dan AMD. Selama kedua pemasok itu belum bisa mengejar permintaan secara konsisten, pasar PC kemungkinan akan menghadapi masa tunggu yang lebih panjang dan persaingan pasokan yang semakin ketat di seluruh rantai industri.

Terkait