Saat Pikiran Jadi Suara, Neuralink Kembalikan Komunikasi Seorang Pasien ALS

Neuralink kembali menjadi sorotan setelah seorang pasien amyotrophic lateral sclerosis atau ALS bernama Kenneth Shock menunjukkan bagaimana chip implan itu membantunya berbicara lagi. Lewat unggahan di X, Kenneth memperlihatkan bahwa ia bisa membentuk kalimat di dalam pikirannya, lalu sistem Neuralink mengubahnya menjadi suara dengan timbre yang menyerupai suara aslinya.

Kisah Kenneth menarik perhatian karena masalah yang ia hadapi sangat umum pada pasien ALS stadium lanjut, yaitu hilangnya kemampuan mengirim sinyal dari otak ke otot untuk berbicara. Dalam kasus ini, teknologi brain-computer interface atau BCI menawarkan jalur komunikasi baru yang tidak bergantung pada gerakan fisik.

Bagaimana chip Neuralink bekerja

Neuralink menjalankan uji klinis Voice untuk meneliti apakah BCI bisa memulihkan komunikasi pada orang yang tidak lagi mampu berbicara. Nir Even Chen, Head of BCI Applications di Neuralink, menjelaskan bahwa perangkat itu merekam aktivitas saraf dari area otak yang terlibat dalam eksekusi bicara.

Chen menyebut sistem tersebut bekerja seperti perekam satu neuron yang bisa menangkap sinyal dari ribuan kanal secara bersamaan. Artinya, perangkat tidak membaca pikiran secara umum, tetapi menangkap pola aktivitas saraf yang berkaitan dengan niat berbicara.

Berikut alur sederhana cara kerjanya:

  1. Implan menangkap sinyal saraf dari otak.
  2. Sistem memetakan sinyal itu ke kata atau kalimat.
  3. Perangkat kemudian mengubahnya menjadi suara.
  4. Suara yang keluar bisa dibuat menyerupai suara asli pengguna.

Dari kehilangan suara ke komunikasi kembali

Kenneth menjelaskan bahwa kemampuan bicaranya menurun secara bertahap akibat ALS. Ia kemudian memutuskan mendaftar setelah Neuralink membuka registrasi pasien untuk penyandang ALS.

Skyler Grabatir, insinyur machine learning di Neuralink, menjelaskan bahwa pasien ALS tidak bisa lagi menyalurkan sinyal dari otak ke otot. BCI menembus jalur yang rusak itu dan membaca sinyal langsung dari otak, lalu meneruskannya ke perangkat agar pengguna tetap bisa melakukan tindakan yang mereka inginkan.

Bagi pasien seperti Kenneth, fungsi ini bukan sekadar kemudahan teknologi. Kemampuan menyampaikan pikiran secara langsung bisa mengurangi isolasi sosial yang sering dialami pasien dengan gangguan bicara berat.

Proses operasi dan pemulihan yang dijalani

Partner Kenneth mengatakan bahwa ia menjalani operasi dan pulang ke rumah keesokan harinya. Prosesnya disebut berjalan lancar, lalu masuk ke tahap pelatihan perangkat yang berlangsung bertahap.

Pada fase awal, tim Neuralink mengajari Kenneth menggunakan pengisi daya dan aplikasi. Mereka juga memintanya mengucapkan beberapa kalimat untuk membantu sistem memetakan niat saraf ke kata-kata yang benar.

Pada tahap berikutnya, tim mengumpulkan data kalimat dan melatih model mereka agar mampu membaca gerakan mulut yang dilakukan Kenneth secara diam-diam. Tujuannya adalah agar sistem bisa mengenali ucapan tanpa suara melalui pola gerakan kecil pada mulut.

Tahap paling lanjut terjadi ketika sistem mulai mengarah pada dekoding “imagined speech” atau ucapan yang hanya dibayangkan. Pada fase ini, Kenneth bisa berkomunikasi hanya dengan memikirkan kata-kata tertentu.

Apa arti kemajuan ini bagi pasien ALS

Kemajuan Neuralink menunjukkan bahwa BCI mulai bergerak dari konsep laboratorium menuju penggunaan yang lebih praktis untuk pasien dengan kehilangan fungsi bicara. Teknologi seperti ini berpotensi membantu tidak hanya penderita ALS, tetapi juga orang dengan kondisi neurologis lain yang mengganggu komunikasi verbal.

Namun, para peneliti tetap perlu memastikan akurasi, keamanan, dan keberlanjutan penggunaan perangkat dalam jangka panjang. Uji klinis juga masih dibutuhkan untuk memahami seberapa jauh sistem bisa bekerja di berbagai kondisi pasien.

Kenneth sendiri masih terus berpartisipasi dalam penelitian dan rutin memberi masukan kepada Neuralink agar teknologi itu bisa diperbaiki. Perkembangannya menjadi salah satu contoh paling nyata bahwa chip otak tidak lagi hanya membentuk wacana futuristik, tetapi mulai memberi fungsi komunikasi baru bagi pasien yang sebelumnya kehilangan suara.

Source: www.indiatoday.in

Berita Terkait

Back to top button