Mudik Tenang Tanpa Was-Was, Schneider Electric Ingatkan Cara Cegah Korsleting Saat Rumah Kosong

Mudik selalu jadi momen yang dinanti banyak keluarga Indonesia karena memberi ruang untuk pulang, berkumpul, dan melepas rindu. Namun di balik antusiasme itu, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian, yaitu keamanan rumah yang ditinggalkan selama berhari-hari.

Schneider Electric mencoba menjawab kebutuhan itu lewat program “Mudik Bareng Schneider Electric”. Tahun ini, perusahaan memberangkatkan 500 peserta yang terdiri dari mitra retailer dan karyawan toko dari wilayah Jabodetabek menuju kampung halaman mereka di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Apresiasi untuk Mitra yang Menjaga Rantai Distribusi

Program mudik ini tidak hanya diposisikan sebagai fasilitas perjalanan gratis. Schneider Electric menempatkannya sebagai bentuk apresiasi kepada para mitra yang selama ini ikut menjaga distribusi produk di lapangan.

Pelepasan peserta dilakukan di LTC Glodok, Jakarta, dengan menyiapkan 10 armada bus agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman. Pemilihan lokasi keberangkatan juga memiliki nilai simbolis karena kawasan itu dikenal sebagai pusat perdagangan perangkat elektrik di Jakarta.

M. Farhan Lucky, National Sales Director Schneider Electric Indonesia, menegaskan bahwa perusahaan ingin menjaga hubungan jangka panjang dengan ekosistem ritel yang selama ini menjadi bagian penting dari pertumbuhan bisnis.

“Kami sangat bangga dapat terus menjaga tradisi Mudik Bareng ini. Ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk memperkuat ikatan dengan para retailer dan karyawan toko,” ujar Farhan dalam sambutannya. “Kami ingin mereka pulang dengan hati senang dan kembali dengan semangat baru setelah berkumpul bersama keluarga.”

Ancaman Korsleting Masih Mengintai Rumah Kosong

Di tengah euforia mudik, Schneider Electric juga membawa pesan keselamatan yang relevan bagi banyak orang. Perusahaan mengacu pada data Dinas Gulkarmat DKI Jakarta yang mencatat bahwa kebakaran akibat korsleting listrik masih mendominasi, bahkan mencapai lebih dari 60% kasus.

Data itu menjadi pengingat bahwa rumah yang kosong tetap menyimpan risiko, terutama jika instalasi listrik tidak diperiksa sebelum ditinggal. Kondisi kabel yang rusak, stopkontak longgar, atau perangkat elektronik yang masih tersambung bisa memicu gangguan serius saat tidak ada orang di rumah.

Risiko ini juga kerap meningkat ketika penghuni rumah pergi dalam waktu lama tanpa pengecekan menyeluruh. Karena itu, kebiasaan sederhana sebelum berangkat mudik bisa sangat menentukan keselamatan aset dan lingkungan sekitar.

Tips Anti Korsleting Sebelum Rumah Ditinggal

Schneider Electric membagikan sejumlah langkah praktis agar rumah tetap aman saat ditinggal mudik. Langkah-langkah ini bisa dilakukan sendiri sebelum pintu dikunci rapat.

  1. Periksa seluruh kabel, stopkontak, dan panel listrik untuk memastikan tidak ada bagian yang terkelupas, longgar, atau rusak.
  2. Cabut steker peralatan elektronik yang tidak diperlukan, seperti televisi, dispenser, dan mesin cuci, untuk menghindari beban listrik berlebih.
  3. Gunakan perangkat kelistrikan berstandar SNI agar perlindungan di rumah lebih terjamin.
  4. Pastikan rumah dilengkapi Miniature Circuit Breaker atau MCB yang berfungsi memutus arus saat terjadi gangguan.
  5. Pertimbangkan pemasangan Residual Current Circuit Breaker atau RCCB untuk membantu memutus arus ketika ada kebocoran listrik dan mengurangi risiko sengatan.

Langkah-langkah tersebut terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar jika dilakukan secara konsisten. Pemeriksaan singkat sebelum berangkat bisa membantu mencegah masalah yang justru merusak suasana libur panjang.

Edukasi yang Relevan untuk Budaya Mudik Aman

Schneider Electric menempatkan edukasi keselamatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab yang lebih luas, bukan sekadar kampanye musiman. Perusahaan ingin mendorong kebiasaan sadar energi dan sadar risiko di tengah masyarakat, terutama saat rumah dibiarkan kosong dalam waktu yang tidak singkat.

Farhan menyebut keselamatan di rumah sering terlupakan ketika orang sibuk menyiapkan perjalanan. Ia menekankan bahwa momen mudik seharusnya benar-benar menjadi waktu berkualitas bersama keluarga tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap rumah yang ditinggalkan.

Dalam praktiknya, mudik yang tenang bukan hanya soal tiket, kendaraan, atau jadwal perjalanan. Ketika instalasi listrik sudah diperiksa, perangkat tak terpakai sudah dicabut, dan perlindungan listrik rumah sudah dipastikan bekerja baik, perjalanan pulang kampung bisa dinikmati dengan jauh lebih lega.

Source: id.mashable.com

Berita Terkait

Back to top button