
Google akhirnya mulai menggulirkan tampilan kontrol media baru untuk Android Auto setelah menunggu cukup lama sejak diumumkan sebagai bagian dari Android for Cars App Library. Sejumlah pengguna Android Auto melaporkan melihat antarmuka pemutar musik yang diperbarui di layar infotainment mobil mereka, dengan perubahan paling mencolok berupa progress bar bergelombang yang mengikuti gaya Material 3 Expressive.
Pembaruan ini menjadi sorotan karena mengubah tampilan Now Playing secara cukup signifikan. Google tampaknya tidak hanya memperbarui sisi visual, tetapi juga menata ulang penempatan kontrol pemutaran agar lebih konsisten dengan desain aplikasi media di ekosistem Android.
Apa yang berubah di Android Auto
Perubahan utama terlihat pada pemutar media yang kini memisahkan kontrol ke dua sisi layar. Di sisi kiri, pengguna akan melihat tombol putar dan jeda, sementara sisi kanan menampilkan kontrol yang lebih spesifik untuk aplikasi yang sedang dipakai.
Pendekatan ini memberi ruang bagi fitur tambahan seperti pengaturan kecepatan putar di aplikasi podcast. Dengan susunan baru ini, Android Auto tampak mencoba membuat tampilan Now Playing lebih fleksibel untuk berbagai jenis aplikasi audio, bukan hanya pemutar musik.
Tampilan baru mengikuti bahasa desain Android
Salah satu elemen yang paling mudah dikenali adalah progress bar bergelombang. Bentuk ini selaras dengan arah desain Material 3 Expressive yang juga dipakai pada aplikasi media di Android.
Perubahan semacam ini biasanya bertujuan memberi kesan yang lebih modern dan seragam di seluruh perangkat Google. Meski begitu, pembaruan antarmuka di mobil memiliki tantangan tersendiri karena pengguna juga mengandalkan kebiasaan visual dan sentuhan saat berkendara.
Tidak semua pengguna langsung nyaman
Sebagian pengguna mungkin merasa posisi kontrol pemutaran yang bergeser ke kiri terasa asing pada awalnya. Hal itu berpotensi lebih terasa pada mobil dengan setir kanan, karena orientasi layar dan kebiasaan penggunaan bisa berbeda dari yang selama ini diingat pengguna.
Perubahan ini juga dapat memutus “muscle memory” yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun. Dalam konteks penggunaan di mobil, transisi ke antarmuka baru perlu waktu agar pengguna kembali merasa natural saat menekan tombol pada layar.
Guliran tampaknya dilakukan dari sisi server
Sejauh ini, perubahan tersebut tidak terlihat terkait langsung dengan rilis di Play Store. Temuan itu mengindikasikan Google mungkin mendorong pembaruan ini lewat server-side update, sehingga UI baru bisa muncul tanpa pengguna perlu mengunduh versi aplikasi tertentu terlebih dahulu.
Berikut gambaran ringkas cara distribusinya:
- Google mengaktifkan perubahan dari server.
- Android Auto di mobil memuat UI baru saat digunakan.
- Sebagian besar aplikasi media kompatibel akan menyesuaikan tampilan otomatis.
Dengan pola seperti ini, pengguna bisa melihat pembaruan dalam waktu yang berbeda-beda, tergantung pada akun, perangkat, dan sistem yang terhubung ke Android Auto.
Muncul saat Android Auto juga dibenahi dari sisi konektivitas
Menariknya, redesign pemutar media ini hadir bersamaan dengan upaya Google memperbaiki masalah konektivitas yang belakangan memengaruhi banyak pengguna Samsung dan Pixel. Artinya, Google tengah menangani dua hal sekaligus: memperbarui tampilan sekaligus menekan gangguan teknis yang mengganggu pengalaman berkendara.
Namun, pola rilis Android Auto selama ini memang kerap dinilai lambat. Google sempat mengumumkan peluncuran Gemini untuk Android Auto pada akhir 2025, tetapi fitur berbasis AI itu belum tersedia secara luas hingga sekarang.
Mengapa rilisnya sering terasa lambat
Google tampaknya memilih pendekatan bertahap untuk Android Auto agar bug besar tidak langsung menyebar ke banyak pengguna. Strategi ini masuk akal dari sisi kehati-hatian, tetapi hasilnya tidak selalu mulus karena masalah koneksi masih muncul dari waktu ke waktu.
Kondisi itu membuat beberapa fitur terasa datang terlambat saat akhirnya tersedia. Bagi pengguna, pembaruan seperti kontrol media baru ini tetap penting karena Android Auto dipakai langsung dalam konteks mobil, sehingga stabilitas dan kejelasan antarmuka menjadi prioritas utama.
Pada akhirnya, peluncuran kontrol media baru ini menandai langkah lain Google dalam menyegarkan Android Auto dengan pendekatan desain yang lebih modern dan lebih fungsional. Jika distribusinya berjalan luas seperti yang terlihat dari laporan pengguna, tampilan baru itu akan segera menjadi bagian dari pengalaman berkendara harian di banyak mobil yang sudah mendukung Android Auto.
Source: www.androidpolice.com








