
Motorola tampaknya menyiapkan langkah yang berbeda di pasar ponsel lipat. Bocoran terbaru menunjukkan penerus Razr Ultra hadir dengan bodi yang lebih tebal, tetapi perubahan itu justru berpotensi membuatnya lebih matang sebagai rival Galaxy Z Flip 8.
Renders yang dibagikan OnLeaks bersama XpertPick memperlihatkan desain yang masih akrab, dengan layar cover besar yang membungkus area dua kamera, rangka simetris, sensor sidik jari di sisi, serta tombol AI khusus di sisi kiri. Dari luar, perangkat ini terlihat seperti evolusi halus dari Razr Ultra 2025, bukan perubahan total.
Desain masih familiar, tetapi dimensi berubah
Bocoran dimensi menjadi bagian paling menarik dari perangkat ini. Razr Ultra baru disebut berukuran 171,3 x 74,1 x 7,8 mm saat dibuka, atau sekitar 9,6 mm jika kamera bump ikut dihitung.
Saat dilipat, ukurannya mencapai 88,0 x 74,1 x 15,8 mm, dan bisa menebal hingga 17,63 mm bila kamera dimasukkan dalam perhitungan. Itu jelas lebih tebal dibanding Razr Ultra 2025 yang sebelumnya tercatat memiliki ketebalan 7,2 mm saat dibuka, tanpa menghitung tonjolan kamera.
1. Apa arti bodi yang lebih tebal bagi pengguna?
Ketebalan ekstra sering dianggap sebagai langkah mundur di era ponsel super-tipis. Namun, pada perangkat lipat, tambahan ruang fisik kerap membuka peluang untuk peningkatan yang lebih terasa dalam pemakaian harian.
Berikut beberapa area yang paling mungkin diuntungkan:
- Baterai lebih besar untuk daya tahan lebih panjang.
- Pendinginan lebih baik agar performa tetap stabil.
- Komponen kamera yang lebih mumpuni.
- Pengisian daya yang berpotensi lebih cepat.
Motorola sebelumnya sudah membawa baterai 4.700 mAh di Razr Ultra 2025, dan desain yang lebih tebal bisa menjadi sinyal bahwa kapasitas itu mungkin ditingkatkan lagi. Di kelas ponsel lipat, daya tahan baterai tetap menjadi salah satu keluhan utama pengguna.
Motorola tampaknya tidak ikut lomba paling tipis
Banyak produsen ponsel lipat tengah berlomba memangkas ketebalan perangkat. Motorola justru terlihat mengambil arah yang berlawanan, dengan fokus pada pengalaman yang lebih praktis ketimbang sekadar mengejar angka di atas kertas.
Strategi ini masuk akal jika melihat perubahan pasar foldable yang semakin dewasa. Daya tarik ponsel lipat kini tidak hanya soal desain yang bisa dilipat, tetapi juga soal kenyamanan, performa kamera, suhu perangkat, dan ketahanan baterai sepanjang hari.
Motorola juga tampaknya tidak menyentuh formula yang sudah berhasil pada generasi sebelumnya. Bocoran menyebut layar lipat bagian dalam tetap berukuran 7 inci, sementara layar cover masih 4 inci. Dua ukuran itu memang sudah termasuk yang terbaik di segmen flip phone saat ini.
Spesifikasi yang belum lengkap, tetapi arah pengembangannya jelas
Meski detail spesifikasi lengkap belum muncul, bocoran ini memberi gambaran bahwa Motorola ingin menyempurnakan fondasi yang sudah kuat. Model tahun lalu sudah mendapat pujian karena peningkatan performa dan baterainya, sehingga penerusnya kemungkinan diposisikan sebagai perangkat yang lebih siap dipakai sebagai ponsel utama.
Pendekatan seperti ini juga penting saat Samsung bersiap membawa Galaxy Z Flip 8 ke kelas yang sama. Dalam persaingan ponsel lipat clamshell, selisih kecil pada baterai, pendinginan, dan kualitas kamera bisa sangat menentukan pilihan pengguna.
Hal yang sudah terungkap dari bocoran Razr Ultra baru
| Aspek | Bocoran terbaru |
|---|---|
| Desain | Mirip Razr Ultra 2025 |
| Layar utama | 7 inci |
| Layar cover | 4 inci |
| Ketebalan saat dibuka | 7,8 mm |
| Ketebalan saat dilipat | 15,8 mm |
| Baterai | Belum dikonfirmasi, berpotensi lebih besar |
| Tombol khusus | Ada tombol AI di sisi kiri |
| Waktu rilis | Diperkirakan secepatnya bulan depan |
Jika bocoran ini akurat, Motorola sedang menyiapkan Razr Ultra sebagai ponsel lipat yang lebih fungsional daripada sekadar stylish. Dengan bodi yang lebih tebal, perangkat ini berpeluang menawarkan kombinasi daya tahan, performa, dan fitur yang lebih kuat untuk menekan pesaing utama di kelas flip phone.
Source: www.androidauthority.com








