
Printer 3D desktop terbaru dari MOVA membawa pendekatan berbeda untuk cetak multicolor. Palette 300 dirancang untuk menangani hingga 36 warna dan 12 material dalam satu pekerjaan cetak, tetapi nilai jual utamanya bukan sekadar jumlah warna.
Fokus terbesar perangkat ini ada pada upaya mengurangi limbah material yang selama ini menjadi masalah umum pada printer multicolor. Alih-alih mengandalkan proses purge yang membuang filamen saat pergantian warna atau material, MOVA memakai sistem 12 nozzle yang dapat bertukar otomatis.
Pendekatan baru untuk cetak 3D multicolor
Pada banyak printer 3D FDM berwarna, pergantian filamen biasanya menghasilkan sisa material yang cukup besar. Proses ini sering dianggap tidak efisien karena mesin harus membuang filamen lama sebelum warna baru keluar dengan bersih.
MOVA mencoba memecahkan masalah itu lewat arsitektur bernama OmniElement Automatic Nozzle Swapping System. Sistem ini menjadi pusat dari Palette 300 dan diposisikan sebagai pembeda utama di tengah pasar printer 3D desktop yang kini makin ramai dengan fitur cetak warna.
Perusahaan menyebut printer ini mampu mengurangi limbah hingga 90% dan meningkatkan kecepatan pergantian hingga 50%. Klaim itu menarik perhatian, meski pengujian independen tetap akan menjadi penentu apakah angka tersebut benar-benar tercapai dalam penggunaan harian.
Dr. Barry Katz, adjunct professor emeritus dari Stanford University, menyoroti aspek pengurangan limbah sebagai fitur paling penting. Dalam panel peluncuran, ia mengatakan bahwa janji untuk meminimalkan atau menghilangkan limbah menjadi hal menonjol karena limbah merupakan salah satu tantangan besar peradaban modern.
Bisa terhubung ke 36 warna
Palette 300 mendukung hingga enam unit RFD-6, dengan masing-masing unit membawa enam jalur filamen. Kombinasi itu memungkinkan total 36 warna tersedia pada satu sistem, sementara dukungan materialnya diklaim mencapai 12 jenis dalam satu proses cetak.
Kreator 3D Printing Nerd, Joel Telling, menilai kapasitas 36 warna membuka peluang baru untuk hasil cetak yang jauh lebih kaya gradasi. Menurut dia, ketersediaan banyak shade dapat mendorong printer FDM mendekati kualitas cetak yang menyerupai gambar.
Selain pergantian nozzle, MOVA juga membangun sistem feed bernama ReadyPrint. Sistem ini menyiapkan satu jalur filamen aktif dan satu jalur lain dalam posisi siaga untuk perpindahan berikutnya, sehingga proses transisi tidak hanya bergantung pada kepala cetak.
Dari presentasi produk, dua tabung PTFE menghubungkan unit RFD-6 ke printer dan menuju rakitan dual-feed sebelum ekstruder. Desain ini menunjukkan bahwa MOVA tidak hanya mengubah toolhead, tetapi juga menata ulang jalur material agar perpindahan filamen lebih cepat dan lebih terkendali.
Spesifikasi utama Palette 300
Berikut beberapa spesifikasi penting yang diumumkan MOVA:
- Kapasitas warna: hingga 36 warna.
- Kapasitas material: hingga 12 material.
- Sistem nozzle: 12 auto-swapping nozzles.
- Volume cetak: 300 x 300 x 300 mm.
- Kecepatan cetak maksimum: hingga 800 mm/s.
- Akselerasi maksimum: hingga 25.000 mm/s².
- Akurasi alignment nozzle: ±0,02 mm.
- Suhu hotend: hingga 350°C.
- Suhu chamber: hingga 65°C.
Printer ini juga memakai tiga motor independen di sumbu Z dan FOC step-servo motors pada sistem geraknya. Secara fisik, dimensinya tercatat 462 x 479 x 579 mm, menandakan perangkat ini menyasar segmen premium, bukan level pemula.
Harga dan posisi pasar
MOVA tidak mengumumkan harga resmi di panggung saat peluncuran. Namun, berdasarkan keterangan setelah acara, harga yang diharapkan berada di kisaran $2,400 untuk printer plus satu unit RFD-6, sedangkan tambahan RFD-6 diperkirakan sekitar $500 per unit.
Posisi harga itu menempatkan Palette 300 di kelas premium. Strategi ini sejalan dengan pesan yang dibawa MOVA, yakni menjual efisiensi alur kerja, kemampuan multicolor tingkat lanjut, dan potensi pengurangan limbah, bukan sekadar menawarkan printer warna dengan harga murah.
Pengiriman perdana disebut ditargetkan mulai June. Jarak waktu yang relatif singkat antara peluncuran dan distribusi membuat fase ulasan awal dari pembeli serta penguji independen akan sangat penting.
Bukan cuma hardware, tapi ekosistem
MOVA juga menyiapkan perangkat lunak slicing sendiri bernama AtomForm Studio. Hal ini penting karena printer multicolor dan multi-material sangat bergantung pada software untuk pengaturan material, slicing, dan manajemen perpindahan nozzle.
Perusahaan juga disebut membangun repositori model 3D bernama AtomWorld. Jika ekosistem ini matang, MOVA tidak hanya menjual mesin, tetapi juga pengalaman penggunaan yang lebih terpadu dari file, persiapan cetak, penyimpanan filamen, hingga proses produksi.
Sejauh yang diperlihatkan dalam acara peluncuran, sampel cetak fisik membantu memperkuat klaim teknologinya. Namun, pengujian lapangan tetap dibutuhkan untuk melihat apakah sistem nozzle otomatis, pengurangan limbah, dan workflow software benar-benar bekerja konsisten saat menangani pekerjaan cetak paling rumit.
Source: www.xda-developers.com








