Samsung masih memimpin pasar HP lipat di Amerika Utara, tetapi dominasinya kini jauh berkurang. Data Counterpoint Research menunjukkan pangsa Samsung turun dari 65,6 persen pada 2024 menjadi 50,9 persen pada 2025, sementara Motorola melesat dari 30,1 persen menjadi 44,1 persen.
Perubahan ini menandai pergeseran besar di pasar ponsel lipat yang selama beberapa tahun terakhir identik dengan Samsung. Motorola kini tampil sebagai penantang paling serius berkat lini Razr Fold 2025 yang dijual dengan harga lebih kompetitif dan didukung kerja sama kuat dengan operator seluler.
Samsung Masih Nomor Satu, tapi Tak Selebar Dulu
Secara angka, Samsung tetap berada di posisi teratas di Amerika Utara. Namun, penurunan lebih dari 14 poin persentase dalam setahun menunjukkan tekanan pasar yang nyata dan tidak bisa diabaikan.
Counterpoint menilai kondisi ini sebagai tanda bahwa pasar HP lipat mulai matang. Gerrit Schneemann, Analis Utama Counterpoint, menyebut pasar HP lipat Amerika Utara sedang beralih dari dominasi satu pemain menuju persaingan yang lebih terbuka.
Motorola Melesat Berkat Razr Fold 2025
Kenaikan Motorola menjadi sorotan utama karena lonjakannya terjadi sangat cepat. Seri Razr Fold 2025 dinilai berhasil menarik minat konsumen yang sebelumnya cenderung memilih Samsung, terutama karena kombinasi desain, harga, dan distribusi yang lebih agresif.
Motorola juga diuntungkan oleh pendekatan yang lebih dekat dengan operator seluler. Strategi itu membuat produk mereka lebih mudah dijangkau oleh pasar arus utama, bukan hanya penggemar teknologi yang mencari perangkat premium.
Berikut perbandingan singkat pangsa pasar yang dicatat Counterpoint di Amerika Utara:
- Samsung: turun dari 65,6 persen pada 2024 menjadi 50,9 persen pada 2025.
- Motorola: naik dari 30,1 persen menjadi 44,1 persen pada 2025.
- Google: tumbuh 52 persen dan mengamankan 5 persen pangsa pasar lewat Pixel 10 Pro Fold.
Google Ikut Menambah Persaingan
Selain Samsung dan Motorola, Google juga mulai menunjukkan perkembangan yang berarti. Pixel 10 Pro Fold mencatat pertumbuhan 52 persen dan berhasil menguasai 5 persen pasar, sebuah sinyal bahwa kategori HP lipat makin beragam pemainnya.
Kehadiran Google memperkuat kesan bahwa konsumen kini punya lebih banyak pilihan yang layak dilirik. Persaingan ini juga membuat produsen terdorong untuk memperbaiki desain, daya tahan engsel, kualitas layar, dan strategi harga.
Pasar HP Lipat Sudah Masuk Fase Baru
Menurut Counterpoint, perubahan pasar ini menunjukkan bahwa HP lipat tidak lagi dipandang sebagai produk eksperimental. Segmen ini sudah bergerak dari fase “barang aneh untuk penggemar teknologi” menjadi kategori yang lebih mapan dan siap dibeli konsumen umum.
Kondisi tersebut penting karena pasar yang lebih matang biasanya memunculkan kompetisi yang lebih sehat. Pada akhirnya, produsen harus bersaing melalui nilai nyata, bukan sekadar status sebagai pionir.
Apple Menunggu Waktu yang Tepat
Di tengah pergeseran ini, Apple terlihat memilih strategi menunggu. Perusahaan itu disebut bersiap meluncurkan iPhone Fold pada kuartal keempat 2026, sehingga mereka tidak terburu-buru masuk saat pasar masih membentuk standar.
Langkah itu bisa memberi keuntungan tersendiri karena Apple masuk ketika pasar sudah lebih siap. Samsung dan Motorola telah lebih dulu mengedukasi konsumen, memperbaiki ekspektasi, dan membuka jalan bagi model lipat menjadi lebih umum di pasar premium.
Perkembangan ini membuat persaingan HP lipat pada 2026 dan seterusnya diperkirakan semakin ketat, terutama jika Apple benar-benar meluncurkan iPhone Fold sesuai jadwal yang diperkirakan. Dengan Samsung yang kehilangan sebagian dominasinya dan Motorola yang terus menekan dari belakang, pasar HP lipat Amerika Utara kini memasuki fase kompetisi yang jauh lebih menarik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




