iPhone Fold Siap Tembus 1TB, Harga Awalnya Lebih Mahal Dari Samsung

Apple dikabarkan semakin dekat merilis iPhone Fold, ponsel lipat pertamanya, dengan jadwal peluncuran yang diproyeksikan pada akhir tahun bersamaan dengan lini iPhone 18. Bocoran terbaru justru menyorot satu hal yang paling menyita perhatian pasar, yakni harga jualnya yang disebut akan lebih mahal dibanding Samsung dan beberapa pesaing yang lebih dulu bermain di segmen perangkat lipat.

Informasi yang beredar juga menunjukkan bahwa Apple tidak hanya ingin masuk ke pasar foldable, tetapi langsung menyasar kelas premium dengan konfigurasi penyimpanan besar hingga 1TB. Jika bocoran itu akurat, iPhone Fold berpotensi menjadi salah satu ponsel lipat paling mahal di pasar, meski Apple diperkirakan tetap menyiapkan permintaan tinggi dari konsumen setianya.

Harga awal diperkirakan tembus Rp40 jutaan

Sumber bocoran dari akun Weibo menyebut iPhone Fold akan hadir dalam tiga opsi penyimpanan: 256GB, 512GB, dan 1TB. Untuk varian paling dasar, harga yang diperkirakan muncul berada di kisaran CNY15,999 atau sekitar Rp39 jutaan, sementara estimasi lain dari riset rantai pasok menyebut banderolnya mulai Rp40 jutaan.

Bocoran itu menempatkan iPhone Fold di atas banyak perangkat lipat yang lebih dulu hadir di pasar. Posisi harga tersebut sejalan dengan gaya Apple yang selama ini kerap menempatkan produk barunya di segmen premium, terutama ketika membawa teknologi baru dan desain yang belum pernah dirilis sebelumnya.

Faktor yang membuat harga naik

Lembaga riset Fubon Research menilai ada sejumlah komponen yang mendorong harga iPhone Fold menjadi mahal. Di antaranya adalah teknologi layar yang disebut setara dengan Oppo Find N6, mekanisme engsel generasi baru, serta material dan komponen khusus yang dirancang agar perangkat lebih ringan.

Biaya produksi perangkat lipat memang cenderung tinggi karena dua layarnya, struktur engsel yang kompleks, dan tuntutan daya tahan yang lebih berat. Pada kasus Apple, harga juga bisa terdorong oleh strategi perusahaan yang biasanya menjaga margin keuntungan tetap tinggi di setiap lini produk unggulan.

Perbandingan dengan Samsung dan kompetitor

Apple disebut akan memilih pendekatan desain yang berbeda dari Samsung, OPPO, dan HUAWEI. Jika para pesaing cenderung memakai bentuk yang lebih kotak, iPhone Fold dirumorkan mengadopsi rasio layar lebih lebar ala Pixel Fold.

Pendekatan ini bisa membuat pengalaman penggunaan terasa lebih dekat ke tablet ketika perangkat dibuka. Desain seperti itu juga dinilai cocok untuk mendukung multitasking, membaca dokumen, dan menikmati konten dalam format layar yang lebih luas.

Kemungkinan spesifikasi yang dibawa

Selain harga dan desain, sejumlah bocoran mengarah pada pengalaman perangkat lunak yang juga berbeda. Beberapa rumor menyebut iPhone Fold akan menjalankan versi iOS khusus dengan tampilan mirip iPadOS, termasuk mode multitasking yang lebih fleksibel.

Detail yang beredar menyebut perangkat ini dapat menjalankan dua aplikasi sekaligus secara berdampingan. Dukungan seperti ini penting untuk ponsel lipat premium karena pengguna biasanya berharap ada peningkatan nyata saat layar dibuka penuh.

Rangkuman bocoran iPhone Fold

  1. Varian penyimpanan: 256GB, 512GB, dan 1TB.
  2. Harga varian awal: CNY15,999 atau sekitar Rp39 jutaan, dengan estimasi lain mulai Rp40 jutaan.
  3. Desain layar: rasio lebih lebar, mirip Pixel Fold.
  4. Sistem antarmuka: iOS khusus dengan nuansa seperti iPadOS.
  5. RAM: 12GB LPDDR5x yang dipasok Samsung, menurut bocoran.

Di sisi lain, Mark Gurman disebut turut menyebut iPhone Fold akan membawa versi iOS berbeda dengan tampilan multitasking yang menyerupai tablet. Ia juga menambahkan bahwa perangkat ini kemungkinan mengusung teknologi serupa OPPO Find N6 untuk membuat bekas lipatan atau crease tampak jauh lebih minim, sehingga pengalaman layar lipatnya bisa terasa lebih matang saat dipakai harian.

Meski harganya diprediksi sangat tinggi, Fubon Research memperkirakan Apple masih bisa menjual hingga 15,4 juta unit iPhone Fold. Angka itu menunjukkan pasar masih melihat potensi besar pada ponsel lipat, terutama jika Apple mampu menawarkan kombinasi desain, kualitas layar, dan perangkat lunak yang terasa berbeda dari kompetitor.

Berita Terkait

Back to top button