
Samsung menghadirkan peningkatan penting untuk fitur Linux Terminal di One UI 8.5. Pembaruan ini membuat ponsel Galaxy tertentu terasa lebih dekat ke pengalaman Linux desktop, terutama untuk pengguna yang membutuhkan alat pengembangan langsung dari perangkat mobile.
Berdasarkan laporan Android Authority, peningkatan itu mencakup dukungan aplikasi grafis, akses penyimpanan yang lebih luas, dan pengelolaan ruang penyimpanan yang lebih fleksibel. Temuan tersebut disebut berasal dari perangkat Galaxy S26 Plus bertenaga Exynos melalui informasi yang dibagikan tipster Dylan H.
Fitur Linux Terminal di One UI 8.5 Makin Lengkap
Google lebih dulu membawa dukungan Linux Terminal ke Android 16. Fitur ini memungkinkan pengguna menjalankan distribusi Linux di sejumlah ponsel dan tablet yang kompatibel.
Karena One UI 8.5 dibangun di atas Android 16 QPR2, sejumlah peningkatan dari versi Android itu ikut hadir di perangkat Samsung. Android Authority menyebut One UI 8.5 memang mewarisi pembaruan Terminal yang sebelumnya teridentifikasi pada Android 16 QPR2.
Salah satu perubahan terbesar adalah dukungan untuk aplikasi grafis. Pada One UI 8.5, pengguna dapat membuka tampilan grafis melalui ikon layar di sudut kanan atas jendela Terminal.
Perubahan ini berarti Linux Terminal tidak lagi terbatas pada aplikasi berbasis baris perintah saja. Pengguna kini dapat menjalankan aplikasi seperti GIMP, browser Chromium, hingga game klasik seperti Doom, selama perangkat mendukung fitur tersebut.
Di One UI 8, ikon untuk membuka aplikasi grafis itu tidak tersedia. Perbedaan antarmuka ini menunjukkan bahwa Samsung tidak sekadar membawa fitur lama, tetapi juga menambah fungsi yang lebih relevan untuk kebutuhan komputasi ringan di ponsel.
Akses Penyimpanan Jauh Lebih Luas
Peningkatan kedua yang paling menonjol ada pada sektor penyimpanan. Android Authority melaporkan One UI 8.5 kini mendukung storage ballooning, yakni mekanisme yang membuat Linux Terminal dapat memakai seluruh ruang kosong yang tersedia di perangkat sejak awal.
Pada unit Galaxy S26 Plus Exynos yang diuji, Terminal terlihat memiliki ruang tersedia hingga 198GB. Ini berbeda dengan One UI 8 yang masih memakai penggeser khusus untuk menentukan besar ruang disk yang dialokasikan ke lingkungan Linux.
Pendekatan baru ini membuat proses awal lebih sederhana. Pengguna tidak perlu lagi mengatur kapasitas secara manual sebelum mulai memasang paket atau menjalankan aplikasi Linux.
Samsung juga memperluas akses file di dalam lingkungan Terminal. Jika pada One UI 8 akses hanya dibatasi ke folder Downloads, maka di One UI 8.5 Terminal sudah dapat membaca penyimpanan bersama perangkat secara lebih luas.
Folder seperti DCIM, Movies, Music, Android, dan direktori bersama lain kini bisa diakses. Bagi pengembang, admin sistem, atau pengguna tingkat lanjut, perubahan ini penting karena memudahkan pemrosesan file media, dokumen proyek, dan berkas unduhan tanpa alur kerja yang berbelit.
Perbedaan One UI 8 dan One UI 8.5
Berikut ringkasan perubahan utama yang teridentifikasi dari laporan Android Authority:
- Dukungan aplikasi grafis hadir di One UI 8.5.
- Storage ballooning memungkinkan Terminal memakai ruang kosong perangkat secara otomatis.
- Akses penyimpanan bersama diperluas, tidak lagi terbatas ke Downloads.
- One UI 8 masih memakai slider alokasi ruang disk manual.
- One UI 8 belum menyediakan tombol tampilan grafis pada Terminal.
| Fitur | One UI 8 | One UI 8.5 |
|---|---|---|
| Aplikasi grafis | Tidak ada | Ada |
| Alokasi penyimpanan | Slider manual | Otomatis via storage ballooning |
| Akses file | Downloads saja | Shared storage lebih luas |
| Kemudahan penggunaan | Lebih terbatas | Lebih fleksibel |
Ada Catatan Penting untuk Pengguna
Meski membawa peningkatan besar, One UI 8.5 dilaporkan punya satu kekurangan baru. Tipster Dylan H menyebut pencarian di menu Developer Options tidak lagi berfungsi untuk menemukan pengaturan Terminal, sehingga aktivasi fitur ini harus dilakukan lewat perintah ADB.
Belum jelas apakah ini bug atau keputusan desain sementara. Jika benar sebuah gangguan, Samsung kemungkinan perlu memperbaikinya karena aktivasi lewat Developer Options jauh lebih mudah dibanding metode ADB yang lebih teknis.
Di luar temuan itu, arah pengembangan Linux Terminal di Android juga terus berjalan. Android Authority sebelumnya menemukan peningkatan lain di Android Canary build 2603, termasuk antarmuka yang lebih modern, slider pembatas penggunaan memori, dan opsi agar layar tetap menyala untuk durasi tertentu.
Tidak Semua Ponsel Samsung Bisa Menikmatinya
Fitur Linux Terminal belum tersedia untuk semua perangkat Galaxy. Laporan Android Authority menegaskan fitur ini tidak bisa dipakai di ponsel Samsung dengan chipset Snapdragon.
Dukungan saat ini tersedia pada perangkat tertentu yang memakai Exynos, serta pada ekosistem Android yang memakai MediaTek atau Google Tensor. Artinya, pengguna Galaxy dengan varian Snapdragon masih harus menunggu jika Samsung dan Google memutuskan memperluas kompatibilitas pada pembaruan berikutnya.
Bagi pengguna Galaxy berbasis Exynos, One UI 8.5 menempatkan ponsel bukan hanya sebagai alat komunikasi dan konsumsi konten, tetapi juga sebagai perangkat kerja yang semakin serius untuk menjalankan lingkungan Linux dengan aplikasi grafis, akses file yang lebih bebas, dan pengelolaan penyimpanan yang jauh lebih praktis.
Source: www.androidauthority.com








