Samsung Tiru Jurus Terbaik Pixel Watch 4, Bixby Siap Aktif Cukup Diangkat ke Mulut

Samsung diduga sedang menyiapkan cara baru untuk memanggil asisten virtual Bixby di ponsel Galaxy. Fitur ini muncul dari bocoran build awal One UI 9 dan mengarah pada gestur “angkat untuk bicara” yang mirip dengan trik praktis yang lebih dulu hadir di Pixel Watch 4.

Informasi ini penting karena menunjukkan arah baru Samsung dalam membuat interaksi dengan asisten virtual terasa lebih cepat dan natural. Jika benar dirilis, pengguna tidak hanya mengandalkan kata pemicu suara, membuka aplikasi, atau tombol samping untuk mengaktifkan Bixby.

Bocoran fitur baru Bixby di One UI 9

Android Authority melaporkan temuan ini setelah menelusuri Bixby versi 4.1.10.2. Menurut laporan tersebut, versi itu sejauh ini tampak terkait dengan One UI 9 dan belum bisa dijalankan pada perangkat Galaxy S26 yang masih memakai One UI 8.5.

Di dalam kode aplikasi, ditemukan sejumlah string yang mengarah pada fitur baru bernama “Raise to talk”. Teks itu menjelaskan bahwa pengguna dapat mulai berbicara dengan Bixby dengan mengangkat ponsel, mendekatkannya ke mulut, lalu berbicara langsung ke mikrofon.

Salah satu deskripsi yang ditemukan berbunyi, “If you turn this on, you can start to talk with Bixby by holding your phone up and close to your mouth and speaking directly to the mic.” Ada juga keterangan bahwa fitur itu tidak tersedia saat Bixby sedang sibuk menjalankan tugas lain.

Temuan tersebut memberi petunjuk kuat bahwa Samsung sedang menguji aktivasi berbasis gestur, bukan hanya perintah suara konvensional. Pendekatan ini bisa membuat akses ke asisten virtual terasa lebih cepat saat pengguna sedang berada di tempat umum atau tidak ingin mengucapkan wake word dengan keras.

Mirip pendekatan yang dipakai Google di Pixel Watch 4

Android Authority menilai fitur ini mengingatkan pada mode raise-to-talk milik Pixel Watch 4. Pada perangkat wearable Google itu, pengguna cukup mengangkat pergelangan tangan untuk mulai berinteraksi dengan asisten tanpa menekan tombol terlebih dahulu.

Di ponsel, pendekatan seperti ini masih relatif jarang. Laporan tersebut bahkan menyebut belum banyak asisten virtual di smartphone yang menawarkan gestur pemicu serupa, meski Google pernah dirumorkan mempertimbangkannya untuk Pixel 4.

Kesamaan konsep inilah yang memunculkan anggapan bahwa Samsung sedang meniru salah satu trik terbaik asisten virtual milik ekosistem Pixel. Namun dari sisi pengguna, fokus utamanya bukan pada siapa yang lebih dulu, melainkan apakah fitur ini benar-benar bekerja akurat dalam penggunaan harian.

Potensi manfaat dan tantangannya

Fitur “angkat untuk bicara” berpotensi memberi beberapa keuntungan nyata. Pengguna bisa memanggil Bixby lebih cepat tanpa menyentuh tombol, tanpa membuka aplikasi, dan tanpa memicu perangkat lain di sekitar yang juga mendengar kata pemanggil.

Tetapi ada tantangan yang tidak kecil. Ponsel diangkat berkali-kali setiap hari, sehingga risiko aktivasi yang keliru atau false activation menjadi perhatian utama.

Android Authority juga menyoroti hal itu dalam laporannya. Frasa “dekat ke mulut” bisa saja mengindikasikan Samsung menyiapkan pembacaan konteks tambahan, misalnya kombinasi jarak perangkat dan ambang volume suara agar Bixby tidak mudah aktif secara tidak sengaja.

Sampai sekarang, mekanisme teknisnya belum dijelaskan Samsung secara resmi. Karena itu, semua indikasi ini masih perlu diuji dalam praktik, terutama untuk melihat apakah sistemnya cukup cerdas membedakan niat pengguna dari gerakan biasa.

Ada sinyal dukungan unggah file ke Bixby

Selain gestur baru, bocoran versi aplikasi yang sama juga memuat petunjuk soal kemampuan berbagi file ke Bixby. Referensi di dalam aplikasi mengarah pada lampiran dari kamera, tangkapan layar, foto tersimpan, dan file umum lainnya.

Jika fitur ini benar hadir, Bixby bisa menjadi lebih multimodal. Artinya, interaksi tidak hanya berbasis suara, tetapi juga memanfaatkan berkas visual atau dokumen untuk membantu menjalankan perintah dan memahami konteks.

Secara umum, arah ini sejalan dengan tren asisten digital modern yang makin mengandalkan input campuran. Pengguna kini tidak hanya meminta informasi lewat suara, tetapi juga ingin mengirim gambar, screenshot, atau file untuk dianalisis dan diproses.

Status pengembangan masih tahap awal

Perlu dicatat, sumber informasi ini berasal dari APK teardown. Metode ini membantu memprediksi fitur yang sedang dikerjakan melalui kode yang belum tentu masuk ke versi final untuk publik.

Karena itu, belum ada jaminan bahwa “Raise to talk” dan dukungan unggah file akan benar-benar tersedia saat One UI 9 dirilis. Samsung juga belum membuka beta publik One UI 9 berbasis Android 17, sehingga jadwal peluncuran fiturnya masih belum pasti.

Sejauh ini, yang bisa dipastikan adalah Samsung sedang mengeksplorasi cara baru agar Bixby lebih mudah diakses di perangkat Galaxy. Bila implementasinya matang, fitur ini dapat menjadi salah satu perubahan paling relevan pada pengalaman asisten virtual Samsung, terutama karena menawarkan interaksi cepat yang sebelumnya lebih identik dengan perangkat seperti Pixel Watch 4.

Source: www.androidauthority.com

Berita Terkait

Back to top button