Dell kembali mengubah arah lini workstation mobile dengan menghadirkan nama Precision ke dalam keluarga Pro Precision 5S. Dua model terbarunya, Pro Precision 5 Series 14S dan 16S, diposisikan sebagai laptop workstation paling tipis dan paling ringan yang pernah dibuat Dell.
Perangkat ini menargetkan pengguna profesional yang membutuhkan mobilitas tinggi tanpa sepenuhnya meninggalkan performa kelas workstation. Dell menyebutnya sebagai opsi awal yang sudah mengantongi sertifikasi ISV untuk mendukung alur kerja engineer, kreator, dan profesi yang bergantung pada aplikasi desain atau produksi konten.
Desain yang lebih tipis untuk pengguna profesional
Dell membangun seri ini dengan pendekatan yang jelas: memangkas bobot dan ketebalan, lalu menjaga tampilan tetap formal. Model 14 inci tercatat memiliki bobot hanya 3,1 pon, atau sekitar 1,4 kilogram, sementara data dimensi dan bobot model 16 inci belum diungkapkan.
Keputusan itu didukung sasis aluminium tiga sisi yang dibuat lebih ramping. Hasilnya, laptop ini tetap terlihat cocok untuk ruang rapat, tetapi juga cukup portabel untuk dibawa bepergian dan dipakai bekerja di luar kantor.
Dua ukuran, satu fokus: mobilitas
Kehadiran dua ukuran memberi fleksibilitas bagi pengguna yang punya kebutuhan berbeda. Dell Pro Precision 5 Series 14S lebih menitikberatkan portabilitas, sedangkan 16S menawarkan area kerja yang lebih besar untuk editing, visualisasi, atau multitasking.
Keduanya tetap berada di kelas workstation entry-level, jadi Dell tampak menargetkan segmen yang selama ini berada di antara laptop bisnis premium dan workstation berat. Posisi ini penting karena banyak pengguna profesional ingin performa lebih tinggi, tetapi tidak mau membawa perangkat yang terlalu tebal dan berat.
Berikut poin penting dari lini baru ini:
- Tersedia dalam ukuran 14 inci dan 16 inci.
- Model 14 inci berbobot 3,1 pon.
- Menggunakan sasis aluminium tiga sisi.
- Sudah memiliki sertifikasi ISV.
- Dirancang untuk pengguna profesional dengan mobilitas tinggi.
Intel dan AMD kini sama-sama tersedia
Salah satu perubahan paling mencolok ada pada pilihan prosesor. Dell selama ini identik dengan Intel untuk laptop workstation, tetapi seri Pro Precision 5S kini juga membuka pintu untuk AMD Ryzen AI 400.
Pilihan lainnya adalah Intel Core Ultra Series 3. Untuk grafis, Dell menyediakan Intel Arc Pro terintegrasi atau AMD Radeon Pro, tergantung pada konfigurasi prosesor yang dipilih.
Langkah ini memperlihatkan strategi yang lebih fleksibel dari Dell. Dengan membuka dua platform, perusahaan bisa menyasar pengguna yang ingin efisiensi daya, fitur AI, atau preferensi ekosistem tertentu tanpa harus terpaku pada satu jalur hardware.
Grafis terintegrasi jadi andalan
Dell juga mengambil jalur yang tidak terlalu umum di dunia workstation, yakni mengandalkan grafis terintegrasi untuk menjaga bodi tetap tipis. Menurut informasi yang tersedia, beberapa model bahkan hanya menawarkan akselerasi grafis terintegrasi sebagai satu-satunya opsi.
Pendekatan ini dimungkinkan karena kemampuan grafis terintegrasi modern sudah meningkat signifikan. Intel Arc B390, misalnya, disebut menunjukkan performa yang cukup kuat untuk kelasnya, sehingga Dell percaya solusi seperti ini sudah memadai untuk beban kerja workstation dasar.
Strategi tersebut membantu Dell mempertahankan desain ultra-mobile tanpa harus menambah ruang untuk GPU diskrit. Bagi banyak pengguna, itu bisa menjadi kompromi yang masuk akal selama kebutuhan mereka masih berada di ranah desain ringan, media, dan pekerjaan kreatif yang tidak terlalu ekstrem.
LPCAMM2 dan fokus pada AI
Di sisi memori, Dell memakai LPCAMM2 dengan dukungan hingga 64GB dan kecepatan 8533MT/s. Format ini menjadi jembatan antara RAM solder dan slot SO-DIMM tradisional karena menawarkan profil lebih tipis, bandwidth tinggi, sekaligus masih memberi unsur serviceability.
Dell juga menekankan dukungan untuk pengalaman Copilot+ PC. NPU pada platform baru ini diklaim mampu mencapai lebih dari 50 TOPS untuk pemrosesan AI di perangkat, yang berarti berbagai fitur berbasis inferensi lokal bisa dijalankan lebih efisien.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa workstation modern tidak lagi hanya soal CPU dan GPU mentah. Dell tampak ingin membangun perangkat yang siap untuk beban kerja AI ringan sampai menengah, dengan tetap menjaga efisiensi daya dan bentuk fisik yang ringkas.
Posisi di atas laptop bisnis, di bawah workstation berat
Dell menjelaskan bahwa seri Pro Precision 5S berada di tengah-tengah kebutuhan profesional. Laptop ini lebih kuat daripada laptop bisnis biasa, tetapi masih belum menyentuh level workstation kelas atas yang memakai GPU Nvidia RTX Pro Blackwell dan prosesor elite lainnya.
Untuk pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi, Dell sudah menyiapkan Pro Precision 7 Series dan 9 Series sebagai opsi yang lebih bertenaga. Di sisi lain, seri 5S menawarkan titik masuk yang lebih mudah diakses untuk pekerjaan CAD ringan, desain grafis, hingga pengeditan video yang tidak terlalu kompleks.
Dell menyebut Pro Precision 5 Series 14S dan 16S akan mulai dijual pada Mei, meski harga resminya belum diumumkan. Kehadiran dua model ini menandakan bahwa pasar workstation mobile kini makin bergeser ke arah perangkat yang lebih tipis, lebih ringan, dan lebih sesuai untuk kerja profesional yang makin dinamis.
