
ONIC kembali menunjukkan statusnya sebagai tim paling stabil di awal musim MPL Indonesia Season 17. Pada laga hari kedua pekan pertama, Sabtu, 28 Maret 2026, tim berjuluk Sang Raja Langit itu menaklukkan Alter Ego dengan skor 2-0 dan mempertahankan laju sempurna di fase awal kompetisi.
Hasil ini juga menegaskan jarak kesiapan kedua tim di atas panggung kompetitif. ONIC tampil disiplin, efektif, dan tajam dalam eksekusi, sementara Alter Ego tetap kesulitan mengimbangi tempo permainan cepat yang dibangun Kairi dan rekan-rekan.
ONIC langsung ambil kendali sejak game pertama
ONIC tidak memberi banyak ruang kepada Alter Ego di game pembuka. Mereka mengambil inisiatif sejak early game dan langsung menekan lewat permainan agresif yang terukur.
Momen penting terjadi saat debut Kelra sebagai gold laner mencuri perhatian. Ia sukses meraih first blood setelah menang duel satu lawan satu di lane, dan dari situ ONIC mulai membangun keunggulan yang sulit dikejar.
Setelah unggul di awal, ONIC terus memperbesar tekanan lewat rotasi rapi dan kontrol map yang disiplin. Alter Ego kesulitan keluar dari area aman karena setiap pergerakan mereka selalu dibaca dengan baik oleh para pemain ONIC.
Pertarungan objektif jadi pembeda
Dominasi ONIC makin jelas saat memasuki mid game, terutama dalam perebutan objektif besar seperti Lord. Tim ini tampil lebih matang dalam mengatur posisi, memilih target, dan mengeksekusi team fight.
Alter Ego sempat mencoba bertahan, tetapi momentum mereka cepat hilang setiap kali pertarungan besar terjadi. ONIC pun menutup game pertama dengan keunggulan kill yang cukup jauh dan permainan yang terlihat sangat rapi.
- First blood diraih Kelra di lane.
- ONIC unggul dalam rotasi dan kontrol map.
- Alter Ego gagal membalikkan momentum saat perebutan Lord.
- Game pertama berakhir untuk kemenangan ONIC.
Alter Ego sempat melawan di game kedua
Game kedua berjalan jauh lebih sengit dan memberi harapan bagi Alter Ego untuk mencuri satu poin. Mereka tampil lebih agresif di early game dan sempat menguasai beberapa objektif penting.
Alter Ego bahkan berhasil mengamankan turtle dan Lord pertama, sehingga ONIC berada dalam tekanan di fase awal hingga pertengahan pertandingan. Meski begitu, ONIC tetap tenang dan tidak terburu-buru merespons.
Sikap disiplin itu menjadi faktor penting saat permainan mulai memasuki fase penentuan. ONIC menunggu celah yang tepat sebelum melancarkan serangan balasan yang menentukan.
Team fight krusial ubah arah pertandingan
Titik balik game kedua hadir saat ONIC memenangi team fight penting dan berhasil menjatuhkan beberapa pemain Alter Ego sekaligus. Dari momen itu, kendali permainan langsung bergeser ke tangan ONIC.
Mereka kemudian merebut kembali objektif dan memperkuat posisi untuk mengakhiri pertandingan. Saat perebutan Lord berikutnya, ONIC tampil lebih siap dan berhasil mengamankan keuntungan besar.
Setelah momentum sepenuhnya berpindah, ONIC melancarkan serangan akhir ke base Alter Ego. Wipe out di area pertahanan lawan memastikan game kedua berakhir untuk kemenangan ONIC, sekaligus menutup laga dengan skor 2-0.
Pekerjaan rumah besar untuk Alter Ego
Kekalahan ini menambah pekerjaan rumah bagi tim pelatih Alter Ego pada awal musim. Meski menunjukkan semangat dan perlawanan yang lebih baik di game kedua, mereka masih belum cukup konsisten menghadapi tekanan cepat dari lawan sekelas ONIC.
Secara permainan, Alter Ego tampak masih perlu memperbaiki transisi dari early game ke mid game. Mereka sudah mampu mencuri objektif, tetapi belum bisa menjaga momentum saat lawan mulai membalikkan keadaan.
Sebaliknya, ONIC kembali menunjukkan mengapa mereka dipandang sebagai kandidat terkuat juara musim ini. Kemenangan 2-0 ini juga memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen sementara pada awal MPL ID S17.
Hasil pertandingan MPL ID S17 hari kedua, Sabtu 28 Maret 2026
- EVOS Esports 2-0 Geek Fam
- ONIC 2-0 Alter Ego
- Team Liquid ID 2-1 NAVI
Dengan hasil tersebut, ONIC melanjutkan tren positif di pekan pembuka dan menjaga reputasi mereka sebagai tim yang paling sulit ditaklukkan. Konsistensi mereka di setiap fase permainan kembali menjadi pembeda utama, sementara Alter Ego harus segera menemukan solusi jika ingin bersaing lebih ketat di pekan-pekan berikutnya.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id




