Microsoft Bilang Windows Akan Diperbaiki, Tapi Masalah Inti Masih Dibiarkan

Microsoft kembali menegaskan bahwa Windows sedang diperbaiki, tetapi banyak pengguna masih punya alasan kuat untuk ragu. Pavan Davuluri, presiden Windows dan devices di Microsoft, menyebut perubahan besar yang akan datang sebagai “titik awal dari upaya signifikan untuk menaikkan standar kualitas Windows.”

Janji itu memang terdengar meyakinkan, terutama karena menyentuh keluhan yang selama ini paling sering muncul. Namun, Microsoft sudah beberapa kali berbicara soal mendengarkan masukan pengguna, sementara masalah inti di Windows justru tetap bertahan cukup lama.

Masalah yang akhirnya disentuh Microsoft

Salah satu perubahan paling mencolok adalah kemungkinan Windows 11 akhirnya mengizinkan taskbar dipindah ke atas, kiri, atau bawah layar. Fitur ini hilang saat Windows beralih ke desain baru, dan sudah lama menjadi permintaan pengguna.

Selain itu, Microsoft juga mengatakan akan menghapus sejumlah akses Copilot yang dinilai tidak perlu, lalu mengurangi integrasi AI di Notepad, Photos, dan Widgets. Perusahaan juga berjanji memberi kontrol lebih besar atas Windows Update, membuat File Explorer lebih andal, serta mengurangi gangguan di Widgets.

  1. Taskbar yang lebih fleksibel.
  2. Lebih sedikit pintasan Copilot yang memaksa.
  3. AI dikurangi dari aplikasi tertentu.
  4. Kontrol Windows Update dibuat lebih luas.
  5. File Explorer dan Widgets dijanjikan lebih stabil.

Daftar itu menunjukkan Microsoft paham sumber frustrasi utama pengguna. Meski begitu, daftar tersebut belum menjawab semua keluhan yang selama ini membuat Windows terasa makin berat dipakai.

Keluhan besar yang belum tersentuh

Salah satu kritik paling konsisten adalah soal pilihan browser dan mesin pencari. Di Windows 11, pencarian dari Start menu tetap mendorong Microsoft Edge dan Bing, meski pengguna sudah memilih browser dan mesin pencari lain sebagai default.

Masalah lain ada pada akun Microsoft saat memasang PC baru. Windows 11 pada praktiknya makin memaksa pengguna masuk dengan akun Microsoft, dan berbagai cara untuk menghindarinya perlahan dihapus. Scott Hanselman dari Microsoft bahkan mengatakan dirinya sedang bekerja untuk menghapus syarat akun Microsoft tersebut, tetapi belum ada kepastian kapan kebijakan itu benar-benar berubah.

Integrasi AI juga belum benar-benar hilang. Microsoft hanya mengatakan akan lebih “sengaja” dalam menempatkan Copilot di Windows, bukan menghilangkannya. Artinya, pengguna masih akan terus melihat AI sebagai bagian dari pengalaman sistem operasi ini.

Mengapa banyak pihak tetap skeptis

Secara bisnis, Windows 11 memang berhasil. Microsoft mengatakan sistem operasi itu dipakai lebih dari satu miliar pengguna, tetapi citra publiknya tidak sekuat itu. Banyak pengguna masih mengeluhkan iklan, fitur AI yang dipaksakan, masalah Windows Update, dan performa File Explorer yang lambat.

Masalah reputasi ini juga muncul di tengah kompetisi yang semakin ketat. Apple menghadirkan MacBook Neo seharga $599, sementara Google sedang menyiapkan Aluminium OS yang menggabungkan Android dan ChromeOS. Valve pun terus memperluas pengaruh Linux lewat Steam Deck dan langkah ke ruang keluarga melalui Steam Machine.

Microsoft pernah menjanjikan hal serupa sebelumnya

Keraguan pengguna juga punya dasar sejarah yang kuat. Pada 2015, CEO Satya Nadella pernah mengatakan Microsoft ingin mengubah cara pandang orang, dari “harus memakai Windows” menjadi “memilih dan mencintai Windows.”

Namun, satu dekade kemudian, kepercayaan publik terhadap Windows justru menurun. Polanya terlihat berulang: Windows 7 memperbaiki reputasi Vista lewat fokus pada performa dan masukan pengguna, Windows 8 memicu penolakan besar, lalu Windows 10 hadir sebagai respons atas kritik itu.

Sayangnya, banyak keputusan di Windows 10 justru menjadi sumber persoalan di Windows 11. Salah satu contoh yang sering diingat adalah Start menu yang pernah dipenuhi promosi aplikasi seperti Candy Crush Saga.

Timeline yang agresif, hasilnya belum pasti

Microsoft menyebut semua perbaikan ini sebagai perubahan awal yang akan hadir di build Windows Insider pada Maret dan April 2026. Perusahaan juga bilang masih ada pembaruan lain yang akan diumumkan saat perubahan itu mulai digulirkan.

Target waktunya tergolong cepat untuk ukuran perubahan sistem operasi sebesar Windows. Karena itu, pertanyaan terbesarnya bukan lagi apakah Microsoft bisa mengumumkan perbaikan, melainkan apakah perusahaan benar-benar konsisten menjalankannya tanpa kembali ke pola lama: banyak janji, sedikit perubahan yang terasa oleh pengguna harian.

Exit mobile version