Usai Tinggalkan KDE Plasma, KaOS Mulai Mencabut Systemd dari Akarnya

KaOS mulai membongkar ketergantungannya pada systemd setelah lebih dulu menghentikan KDE Plasma sebagai desktop bawaan. Distribusi Linux ini kini melanjutkan perubahan besar itu lewat rilis 2026.03, dengan menghapus beberapa komponen yang selama ini terkait erat dengan systemd.

Langkah tersebut penting karena sebelumnya tim pengembang sudah menjelaskan bahwa Plasma “pretty much demands Systemd”. Setelah memindahkan fokus desktop ke Niri dan Noctalia, KaOS kini bergerak ke lapisan sistem yang lebih dalam, meski systemd belum sepenuhnya hilang dari distribusi itu.

KaOS memulai pemisahan dari systemd

Dalam catatan rilis KaOS 2026.03, tim pengembang menyebut proses ini sebagai awal penghapusan bagian-bagian systemd dari sistem operasi mereka. Perubahan paling menonjol terjadi pada bootloader dan proses pembuatan initramfs, dua area yang memang dekat dengan infrastruktur dasar sistem Linux.

KaOS menyatakan, “With this ISO, KaOS has started to remove parts of systemd.” Tim itu juga menegaskan bahwa systemd-boot tidak lagi dipakai, dan mkinitcpio yang digambarkan sebagai “fully systemd-based” juga sudah tidak digunakan untuk membuat initramfs.

Sebagai gantinya, KaOS kini memakai Limine sebagai bootloader bawaan. Untuk pembuatan ISO dan initramfs, distribusi ini beralih ke Dracut, yang menurut catatan rilis kini digunakan tanpa melibatkan systemd dalam proses pembuatan image.

Perubahan ini belum berarti KaOS sudah menjadi distro tanpa systemd. Namun, penghapusan systemd-boot dan mkinitcpio menunjukkan arah yang jelas bahwa tim pengembang ingin mengurangi ketergantungan teknis terhadap ekosistem systemd secara bertahap.

Dari Plasma ke Niri dan Noctalia

Perubahan ini tidak bisa dilepaskan dari keputusan KaOS sebelumnya untuk tidak lagi mengirim KDE Plasma sebagai lingkungan desktop default. Selama sekitar 12 tahun, KaOS dikenal sebagai distro yang sangat dekat dengan ekosistem KDE, sehingga keputusan itu langsung menarik perhatian komunitas Linux.

Kini KaOS mengandalkan Niri dan Noctalia sebagai pengalaman desktop bawaan. Meski begitu, KDE Plasma belum benar-benar dihapus dari repositori, sehingga pengguna yang masih membutuhkannya tetap bisa menginstalnya secara manual.

Bagi pengguna baru, perubahan itu berarti live USB dan instalasi standar KaOS tidak lagi menampilkan Plasma. Bagi pengguna lama, keputusan ini menandai pergeseran identitas KaOS dari distro yang sangat identik dengan KDE menjadi distro yang lebih fokus pada pendekatan teknis dan desain sistem yang berbeda.

Apa saja yang berubah di KaOS 2026.03

Selain pengurangan komponen systemd, rilis ini juga membawa sejumlah perubahan lain. Beberapa di antaranya berhubungan dengan audio dan tampilan login, yang berdampak langsung pada pengalaman penggunaan sehari-hari.

Berikut poin penting pada KaOS 2026.03:

  1. systemd-boot dihapus dari opsi bawaan sistem.
  2. mkinitcpio tidak lagi dipakai untuk membuat initramfs.
  3. Limine menjadi bootloader default.
  4. Dracut dipakai untuk pembuatan ISO dan initramfs.
  5. KDE Plasma tidak lagi menjadi desktop default.
  6. Niri dan Noctalia menjadi fokus desktop baru.
  7. Backend Phonon beralih dari VLC ke phonon-mpv.
  8. SDDM 0.20.0 kini memiliki opsi berjalan dengan Wayland.

Peralihan backend audio juga cukup penting. KaOS sebelumnya memakai VLC untuk backend Phonon, tetapi tim pengembang menyebut adanya kendala dalam proses porting ke Qt6, sehingga phonon-mpv dipilih sebagai default baru.

Di sisi lain, pengelola tampilan login SDDM versi 0.20.0 kini sudah bisa dijalankan dengan Wayland sebagai opsi. Tim KaOS juga menyatakan bahwa pada SDDM versi 0.21.0, Wayland akan menjadi pilihan default, sebuah langkah yang sejalan dengan tren distribusi Linux modern.

Makna perubahan bagi pengguna

Bagi pengguna umum, sebagian perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat karena terjadi di balik layar. Namun, bagi pengguna Linux yang memperhatikan stabilitas, proses boot, dan arah pengembangan distro, keputusan KaOS ini menunjukkan reposisi yang sangat tegas.

KaOS tampaknya tidak hanya mengganti antarmuka desktop, tetapi juga menata ulang fondasi teknis sistemnya. Kombinasi antara penghapusan Plasma sebagai default, penggantian systemd-boot, adopsi Limine, serta perpindahan ke Dracut memperlihatkan bahwa KaOS sedang membangun jalur yang berbeda dari banyak distribusi desktop arus utama.

Untuk saat ini, systemd masih tetap ada di KaOS dan belum sepenuhnya dicabut. Namun berdasarkan catatan rilis dan arah kebijakan terbaru, distribusi ini tampak konsisten melanjutkan proses pemisahan itu secara bertahap sambil tetap menjaga agar pengguna lama masih punya opsi memasang Plasma dari repositori resmi.

Source: www.xda-developers.com
Exit mobile version