
Minat terhadap perangkat Apple lawas belum benar-benar hilang. Hal itu terlihat dari munculnya PiPod 3G, sebuah proyek yang menghidupkan kembali iPod generasi ketiga dengan jeroan baru berbasis Raspberry Pi Zero 2W.
Proyek ini menarik perhatian karena tidak sekadar memperbaiki iPod lama. Perangkat tersebut dibangun ulang dengan layar baru, sensor kustom, dan fitur modern seperti streaming dari Plex serta unduhan lagu untuk diputar secara offline.
iPod lawas dihidupkan dengan komponen modern
PiPod 3G menggunakan cangkang asli iPod generasi ketiga sebagai basis utama. Di dalamnya, komponen lama diganti dengan Raspberry Pi Zero 2W agar perangkat bisa berfungsi lagi di era sekarang.
Pendekatan seperti ini umum ditemui dalam komunitas modding perangkat retro. Banyak perangkat lama sulit dipulihkan dengan suku cadang asli, sehingga penggantian komponen menjadi solusi paling realistis untuk mempertahankan bentuk dan pengalaman pengguna aslinya.
Di forum Raspberry Pi di Reddit, proyek ini dibagikan oleh pengguna bernama potatojemsas. Tujuannya jelas, yakni membuat versi modern dari iPod klasik tanpa menghilangkan identitas desain yang membuat perangkat itu begitu ikonik.
Salah satu bagian terpenting dari iPod generasi lama adalah click wheel. Karena itu, proyek ini tidak hanya mengganti isi perangkat, tetapi juga menambahkan sensor kustom agar input putar dan sentuh tetap terasa mirip dengan iPod asli.
Click wheel tetap dipertahankan
Ciri khas utama iPod klasik ada pada kontrol berbentuk roda sentuh di bagian depan. PiPod 3G dirancang agar pengalaman itu tidak hilang, meski otaknya kini berasal dari komputer mini modern.
Sensor kustom dipakai untuk mendeteksi gerakan pada click wheel. Dengan cara ini, proyek tersebut mencoba menjaga nuansa navigasi khas iPod yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu desain antarmuka paling dikenal di pasar pemutar musik digital.
Dari sisi desain, iPod generasi ketiga memang masih dianggap menarik oleh banyak penggemar gadget lawas. Bentuk bodi putih dengan tata letak sederhana tetap memunculkan daya tarik nostalgia yang kuat, terutama bagi pengguna yang tumbuh bersama ekosistem awal Apple.
Bukan sekadar pemutar lagu lokal
Keunggulan PiPod 3G bukan hanya pada tampilannya yang klasik. Perangkat ini juga membawa fungsi yang jauh melampaui iPod asli, terutama dalam hal akses musik digital modern.
Dalam kutipan yang dibagikan pembuatnya, proyek ini disebut sebagai “versi modern dari iPod” dari sisi fitur. Sistemnya melakukan streaming dari Plex di sisi backend dan mendukung pengunduhan lagu, album, artis, serta playlist untuk pemutaran offline.
Fitur ini penting karena menunjukkan arah baru perangkat retro hasil modifikasi. Bentuknya lama, tetapi cara kerjanya menyesuaikan kebutuhan pengguna saat ini yang terbiasa dengan pustaka musik digital, sinkronisasi server media, dan akses offline.
Berikut fungsi utama yang disebut dalam proyek PiPod 3G:
- Menggunakan Raspberry Pi Zero 2W sebagai papan utama.
- Memakai layar baru untuk menggantikan panel lama.
- Mempertahankan click wheel lewat sensor kustom.
- Terhubung dengan Plex untuk streaming musik.
- Mendukung unduhan konten untuk pemutaran offline.
Masih tahap proof of concept
Meski terlihat fungsional, PiPod 3G belum diposisikan sebagai produk jadi. Pembuatnya menyebut proyek ini masih berupa proof of concept, sehingga belum siap dirilis luas dalam bentuk panduan lengkap atau kode terbuka.
Ia juga mengakui bahwa kode yang digunakan saat ini masih memiliki banyak bagian yang ditanam secara hardcoded. Karena itu, versi sekarang belum dianggap cukup rapi untuk dibagikan ke publik.
Meski demikian, ada peluang proyek ini berkembang lebih jauh. Pembuatnya menyatakan harapan untuk menyempurnakan iterasi tersebut di masa depan, termasuk kemungkinan membuka akses kode setelah sistemnya dinilai lebih siap.
Mengapa produk Apple lama masih digemari
Popularitas proyek seperti PiPod 3G memperlihatkan bahwa produk Apple lama masih punya tempat tersendiri. Daya tariknya datang dari kombinasi desain ikonik, nilai nostalgia, dan kualitas identitas produk yang tetap mudah dikenali meski teknologinya sudah tertinggal.
Bagi komunitas penggemar perangkat retro, iPod bukan hanya alat pemutar musik. Perangkat itu mewakili fase penting dalam sejarah elektronik konsumen, terutama ketika Apple membentuk standar baru untuk desain perangkat portabel yang sederhana dan intuitif.
Fenomena ini juga menunjukkan perubahan cara orang memandang gadget lawas. Jika dulu perangkat lama dianggap usang saat tak lagi didukung, kini banyak yang melihatnya sebagai platform kreatif untuk eksperimen baru dengan bantuan papan mini seperti Raspberry Pi.
Dalam konteks itu, PiPod 3G bukan sekadar proyek hobi biasa. Ia menjadi contoh bahwa perangkat Apple generasi lama masih mampu memicu antusiasme, baik dari sisi rekayasa, desain, maupun kebutuhan pengguna yang ingin merasakan kembali bentuk klasik dengan kemampuan media yang lebih relevan untuk saat ini.
Source: www.xda-developers.com






