Lupakan iPhone, Vivo X300 Ultra Mengincar Takhta Video dengan Kamera 200MP dan Lensa 17x

Vivo resmi meluncurkan X300 Ultra di China dan ponsel ini langsung menarik perhatian karena fokusnya sangat jelas: video. Di tengah dominasi iPhone dalam percakapan soal perekaman video mobile, model baru ini datang dengan kombinasi sensor besar, fitur video profesional, dan aksesori lensa eksternal yang jarang ditemui di kelas smartphone.

Mengacu pada laporan Android Authority, X300 Ultra bahkan diposisikan sebagai kamera ponsel yang bisa “melawan iPhone untuk video capture”. Klaim itu tidak muncul tanpa dasar, karena perangkat ini membawa spesifikasi kamera yang memang dirancang untuk kebutuhan kreator, videografer mobile, dan pengguna yang ingin kontrol lebih luas saat merekam.

Sistem kamera yang jadi sorotan

Daya tarik utama Vivo X300 Ultra ada pada susunan tiga kamera belakang beresolusi tinggi. Vivo memasang kamera utama 200MP Sony LYT-901, kamera ultrawide 50MP, dan kamera periskop 200MP 85mm.

Sensor utama 200MP Sony LYT-901 disebut sebagai yang pertama digunakan di smartphone. Android Authority mencatat ukuran sensornya 1/1.12 inci, sehingga lebih besar daripada kamera 200MP lain yang sudah lebih dulu hadir, termasuk kamera utama 200MP di Galaxy S26 Ultra.

Bukan hanya besar, kamera utama ini juga memakai panjang fokus 35mm. Pendekatan ini berbeda dari banyak ponsel flagship yang umumnya memakai kamera utama sekitar 24mm, sehingga hasil tangkapan Vivo berpotensi terasa lebih natural untuk foto maupun video dengan perspektif yang lebih dekat ke kamera tradisional.

Vivo juga membekali kamera utama dengan stabilisasi CIPA 6.5. Angka ini lebih tinggi dibanding X300 Pro yang ada di level CIPA 5.5, sehingga memberi gambaran bahwa Vivo serius meningkatkan kestabilan saat perekaman handheld.

Ultrawide besar, telefoto lebih matang

Kamera ultrawide yang dipakai tetap impresif karena menggunakan sensor 50MP Sony LYT-818 berukuran 1/1.28 inci. Ukuran ini jauh lebih besar dibanding ultrawide pada banyak ponsel Android lain, yang biasanya mengandalkan sensor lebih kecil.

Vivo mengklaim ultrawide tersebut mendukung stabilisasi CIPA 6.0. Dalam praktiknya, kombinasi sensor besar dan stabilisasi seperti ini bisa membantu saat merekam sambil berjalan, terutama untuk vlog, video perjalanan, atau adegan dengan cahaya rendah.

Untuk zoom, X300 Ultra mengandalkan kamera periskop 200MP 85mm dengan ukuran sensor 1/1.4 inci. Vivo menyebut kamera telefoto ini membawa stabilisasi CIPA 7.0, auto-focus tracking 60fps dalam snapshot mode, serta peningkatan pada HDR, warna, dan efisiensi daya.

Kehadiran kamera warna 50MP dengan 12 spectral channels juga patut dicatat. Menurut Vivo, sensor ini membantu menangkap warna objek dan pencahayaan sekitar dengan lebih akurat, yang sangat penting untuk menjaga konsistensi tone video.

Fitur video yang mendekati kamera profesional

Poin yang membuat X300 Ultra layak diperhitungkan sebagai ponsel video serius adalah dukungan fitur profesionalnya. Perangkat ini mendukung codec APV kelas pro, mengikuti langkah Galaxy S26 Ultra, agar kualitas rekaman tetap tinggi dan lebih siap masuk ke alur kerja profesional.

Selain itu, ada mode Pro Video yang diperbarui, dukungan preview LUT 3D kustom langsung di viewfinder, serta perekaman video 4K/120fps Log. Fitur-fitur ini biasanya dicari oleh kreator yang ingin fleksibilitas lebih besar saat color grading dan editing.

Vivo juga menambahkan quad-mic dengan enam preset perekaman audio. Untuk pengguna yang sering merekam wawancara, suasana jalanan, atau konten sinematik singkat, peningkatan sisi audio ini bisa sama pentingnya dengan kualitas gambar.

Opsi Film Style video juga menambah nilai lebih. Mode ini merekam video lebar dengan rasio 2.4:1 untuk memberi tampilan yang lebih sinematik langsung dari ponsel.

Lensa eksternal jadi pembeda

Salah satu hal paling unik dari X300 Ultra adalah dukungan lensa eksternal. Vivo menawarkan lensa tele tambahan 200mm “Lipstick 200” dan lensa baru 400mm “Cannon 400”.

Berdasarkan data Android Authority, lensa 400mm tersebut menghasilkan zoom native sekitar 17x. Vivo juga sebelumnya menyebut extender ini dapat menghasilkan gambar “high-quality” hingga 1.600mm atau sekitar 66x.

Pendekatan ini membuat X300 Ultra terasa seperti sistem kamera modular mini, bukan sekadar smartphone biasa. Vivo bahkan menyediakan cage tambahan untuk video, yang disebut mendukung cold-shoe mount, tombol zoom fisik, tombol shutter fisik, kipas pendingin bawaan, dan rangka untuk memasang lensa tambahan.

Spesifikasi inti dan harga

Di luar kamera, spesifikasi utamanya juga termasuk kelas atas. X300 Ultra memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 12GB hingga 16GB, penyimpanan 256GB hingga 1TB, layar OLED 144Hz beresolusi 3.168 x 1.440, baterai 6.600mAh, pengisian kabel 100W, dan wireless charging 40W.

Berikut ringkasan spesifikasi pentingnya:

  1. Kamera utama: 200MP Sony LYT-901, 35mm, sensor 1/1.12 inci.
  2. Kamera ultrawide: 50MP Sony LYT-818, sensor 1/1.28 inci.
  3. Kamera telefoto: 200MP 85mm periskop, sensor 1/1.4 inci.
  4. Video: APV codec, 4K/120fps Log, LUT 3D preview.
  5. Baterai: 6.600mAh, 100W wired, 40W wireless.

Vivo menetapkan harga mulai 6,999 yuan untuk varian 12GB/256GB. Model tertinggi 16GB/1TB dibanderol 8,999 yuan, dengan pilihan warna Green, Silver, dan Black.

Vivo juga mengonfirmasi bahwa lini Ultra ini akan meluncur global untuk pertama kalinya. Jika seluruh fitur kamera, video profesional, dan aksesori tambahannya hadir penuh di pasar internasional, X300 Ultra berpotensi menjadi salah satu ponsel paling serius untuk perekaman video mobile di luar iPhone.

Source: www.androidauthority.com

Berita Terkait

Back to top button