M5 MacBook Air Bukan Lagi Laptop Murah, Posisi Baru Apple Mengubah Segalanya

MacBook Air sudah lama dikenal sebagai laptop yang paling aman dipilih banyak pengguna karena ringan, awet, dan cukup kencang untuk kebutuhan harian. Namun dengan hadirnya M5, posisinya berubah karena Apple kini punya MacBook Neo sebagai opsi yang lebih murah, sehingga Air tidak lagi otomatis menjadi “MacBook budget” untuk semua orang.

Perubahan itu membuat pertanyaan utama bergeser: apakah peningkatan MacBook Air M5 cukup besar untuk membenarkan selisih harga dari Neo. Berdasarkan ulasan BGR, jawabannya tidak sesederhana dulu, karena Air kini lebih cocok dipakai sebagai laptop kelas menengah bagi pengguna yang butuh performa lebih dari sekadar browsing dan kerja ringan.

Desain tetap premium, tapi bukan lagi kejutan

Secara fisik, MacBook Air M5 masih hadir dalam dua ukuran, 13,6 inci dan 15,3 inci. Apple mempertahankan bodi aluminium tipis yang selama beberapa generasi terakhir sudah menjadi ciri khas Air, dan itu tetap terasa premium, kokoh, serta sangat portabel.

Model 15,3 inci memberi ruang kerja dan kenyamanan menonton yang lebih lega, tetapi model 13 inci tetap lebih praktis untuk mobilitas tinggi. Pilihan warna juga masih menarik, yaitu Sky Blue, Silver, Starlight, dan Midnight, namun desain keseluruhannya sudah lebih terasa matang daripada mengejutkan.

Port yang tersedia juga tidak berubah jauh, yaitu dua Thunderbolt 4, jack audio 3,5 mm, dan MagSafe untuk pengisian daya. Bagi pengguna umum, jumlah ini masih memadai, tetapi mereka yang sering memakai banyak aksesori kemungkinan tetap membutuhkan dongle.

Keyboard dan trackpad masih jadi kekuatan utama

Apple kembali mempertahankan keyboard yang nyaman pada MacBook Air M5. Tombolnya punya jarak yang baik dan travel yang solid, sehingga pengetikan panjang tetap terasa enak dan stabil.

Trackpad Force Touch juga masih unggul di kelasnya. Jika dibandingkan dengan MacBook Neo, perbedaannya ada, tetapi tidak cukup besar untuk menjadi alasan utama memilih Air, terutama bagi pengguna yang hanya mengetuk untuk klik.

Layar dan kamera cocok untuk kerja mobile

MacBook Air M5 memakai layar Liquid Retina 13,6 inci atau 15,3 inci dengan kecerahan 500 nits. Panel LED ini belum setingkat OLED atau Mini-LED, tetapi tetap tajam, cerah, dan warna terlihat akurat untuk browsing, menonton video, dan bekerja.

Untuk panggilan video, Apple menyematkan kamera 12MP Center Stage dengan dukungan Desk View. Mikrofon juga dinilai baik untuk kejernihan suara, sehingga Air tetap cocok dipakai untuk rapat online dan kerja jarak jauh.

Performa M5 membuat Air naik kelas

Di sinilah perubahan paling penting terasa. Dalam penggunaan harian, MacBook Air M5 terasa sangat cepat, dengan aplikasi yang terbuka instan, multitasking yang mulus, dan respons sistem yang konsisten.

BGR mencatat bandwidth memori yang lebih cepat pada 153GB/s, sementara kecepatan SSD juga disebut dua kali lebih cepat dari generasi sebelumnya. Artinya, transfer file dan waktu buka aplikasi terasa lebih singkat, terutama untuk pekerjaan yang lebih berat.

Berikut ringkasan area yang paling menonjol dari M5 MacBook Air:

  1. Lebih cepat untuk kerja produktif dan multitasking.
  2. Lebih cocok untuk edit foto dan coding ringan hingga menengah.
  3. Lebih unggul dari MacBook Neo, tetapi belum mendekati MacBook Pro.

Speaker dan baterai tetap andal untuk pemakaian sehari-hari

Speaker pada MacBook Air M5 dinilai cukup baik, dengan volume yang layak dan pemisahan suara yang lumayan. Kualitasnya lebih baik daripada MacBook Neo, tetapi masih jauh di bawah MacBook Pro yang punya bass lebih kaya dan suara lebih penuh.

Daya tahan baterainya juga kuat. Apple mengklaim hingga 18 jam, meski dalam penggunaan nyata angkanya biasanya lebih rendah, tetapi tetap cukup untuk satu hari kerja penuh dengan pemakaian moderat.

Pengisian MagSafe masih menjadi nilai tambah karena praktis dan aman, sementara pengisian hingga 50% dalam sekitar 30 menit bisa dicapai dengan adaptor 70W atau lebih cepat. Untuk konektivitas, Apple juga membawa Wi‑Fi 7 lewat chip nirkabel N1 dan Bluetooth 6, yang memberi peningkatan untuk kecepatan, latensi, dan stabilitas perangkat nirkabel.

MacBook Air kini bukan lagi pilihan paling murah

Kehadiran MacBook Neo mengubah cara melihat MacBook Air. Jika sebelumnya Air identik sebagai pilihan paling masuk akal untuk kebanyakan orang, kini posisinya bergeser menjadi opsi bagi pengguna yang menginginkan performa dan pengalaman lebih tinggi daripada Neo, tetapi belum butuh tenaga penuh MacBook Pro.

Itulah alasan mengapa MacBook Air M5 terasa seperti laptop yang sangat baik, tetapi bukan lagi laptop “budget” yang otomatis direkomendasikan ke semua orang. Bagi pengguna ekosistem Apple yang butuh mesin tipis, cepat, dan tahan lama, Air masih menjadi salah satu pilihan paling kuat di kelasnya, terutama untuk mereka yang menginginkan lebih dari kebutuhan dasar tanpa harus masuk ke level harga dan kekuatan MacBook Pro.

Berita Terkait

Back to top button