Microsoft Tinggalkan Aplikasi Web Bungkusannya, Misi Baru Rebut Hati Pengguna Windows

Microsoft disebut mulai membuka peluang perubahan strategi pengembangan aplikasi Windows dengan fokus pada aplikasi native, bukan lagi pembungkus berbasis web seperti Progressive Web App atau PWA. Sinyal ini muncul dari perekrutan baru yang menekankan pembangunan aplikasi Windows yang “100% native”.

Informasi tersebut menarik perhatian karena beberapa aplikasi Windows belakangan dinilai terasa seperti situs web yang dijalankan di dalam cangkang browser ringan. Bagi banyak pengguna, pendekatan itu memang memudahkan pengembangan lintas platform, tetapi kerap dikritik karena konsumsi memori yang lebih tinggi dan performa yang terasa lebih lambat.

Microsoft cari pengembang aplikasi native

Petunjuk paling jelas datang dari Rudy Huyn, Partner Architect di Microsoft, lewat unggahan di platform X. Ia menyatakan sedang “membangun tim” untuk mengembangkan aplikasi Windows, dengan fokus utama pada orang yang kuat dalam pemikiran produk dan pengalaman pengguna.

Poin ini penting karena Microsoft tidak secara khusus memburu veteran aplikasi Windows. Huyn justru menekankan kebutuhan pada talenta yang mampu merancang aplikasi berorientasi UX, sebuah pendekatan yang menunjukkan perusahaan ingin memperbaiki kualitas pengalaman, bukan sekadar menambah jumlah aplikasi.

Dalam percakapan lanjutan di X, seorang pengguna berharap proyek itu tidak berujung pada PWA. Huyn lalu menjawab bahwa aplikasi yang dimaksud adalah “100% native”, sebuah pernyataan yang langsung dibaca sebagai sinyal bahwa Microsoft mungkin sedang menjauh dari strategi aplikasi berbasis web.

Mengapa aplikasi native kembali dilirik

Aplikasi native umumnya dibangun khusus untuk platform tertentu dan memanfaatkan komponen sistem secara langsung. Pada Windows, pendekatan ini biasanya memberi peluang untuk performa yang lebih responsif, integrasi sistem yang lebih dalam, dan tampilan yang terasa lebih konsisten.

Sebaliknya, aplikasi berbasis web-wrapper sering dipilih karena lebih cepat dibuat dan lebih mudah dipelihara untuk banyak platform. Namun, model itu juga sering memunculkan keluhan, terutama ketika pengguna merasa aplikasi desktop tidak jauh berbeda dari membuka layanan lewat tab browser.

Keluhan tersebut bukan hal baru di ekosistem Windows. Sejumlah pengguna Windows 11 menyoroti bahwa beberapa aplikasi bawaan dan layanan modern Microsoft terasa kurang “desktop”, baik dari sisi kecepatan, penggunaan RAM, maupun respons antarmuka.

Fokus baru ini bisa terkait upaya memperbaiki citra Windows 11

Dorongan ke aplikasi native juga dinilai sejalan dengan perubahan arah yang lebih besar di Microsoft. Dalam laporan referensi, langkah ini dikaitkan dengan upaya perusahaan untuk “memperbaiki” Windows 11 setelah pendekatan yang terlalu berorientasi pada Copilot dan AI menuai kritik dari sebagian pengguna.

XDA menyebut Microsoft belakangan terlihat mencoba mengembalikan kepercayaan pengguna. Dalam konteks itu, perekrutan pengembang aplikasi native dapat dibaca sebagai bagian dari strategi untuk menghadirkan pengalaman Windows yang lebih cepat, lebih stabil, dan lebih sesuai ekspektasi pengguna desktop tradisional.

Beberapa isu yang ramai dibahas sebelumnya juga memperkuat pembacaan itu. Di antaranya wacana kembalinya akun lokal dan prioritas tinggi untuk taskbar yang dapat dipindahkan, dua hal yang sering diminta komunitas sebagai simbol bahwa Microsoft mulai lebih mendengar kebutuhan pengguna.

Apa yang dicari Microsoft dari kandidat

Dari informasi yang beredar, Microsoft tidak hanya mencari orang yang menguasai teknis Windows secara mendalam. Perusahaan tampak lebih mengutamakan pengembang yang paham cara membangun produk yang baik dan mampu menerjemahkan kebutuhan pengguna menjadi antarmuka yang efektif.

Secara ringkas, fokus perekrutan ini mencakup beberapa hal berikut:

  1. Pengembangan aplikasi Windows yang sepenuhnya native.
  2. Penekanan pada product thinking, bukan hanya kemampuan coding.
  3. Perhatian besar pada UX dan kualitas interaksi pengguna.
  4. Keterbukaan bagi talenta yang belum lama berkecimpung di ekosistem Windows.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Microsoft tidak sekadar ingin mengganti teknologi dasar aplikasi. Perusahaan tampaknya juga ingin mengubah cara aplikasi dirancang sejak awal agar lebih relevan dengan kebutuhan pemakai Windows.

Dampaknya bagi pengguna Windows

Jika arah ini benar-benar diwujudkan dalam produk, pengguna bisa berharap pada aplikasi yang terasa lebih ringan dan lebih menyatu dengan Windows. Hasil akhirnya tentu bergantung pada eksekusi, tetapi pernyataan “100% native” memberi ekspektasi yang cukup jelas soal standar yang ingin dicapai.

Bagi pengembang, perubahan ini juga dapat menjadi sinyal bahwa Microsoft sedang membuka kembali ruang besar bagi aplikasi desktop modern yang serius digarap untuk Windows. Bagi pengguna, yang paling penting adalah apakah perubahan tersebut akan terlihat dalam aplikasi nyata yang lebih cepat, lebih efisien, dan tidak lagi terasa seperti halaman web yang dipindahkan ke desktop.

Source: www.xda-developers.com

Berita Terkait

Back to top button