Apple kembali memperbarui lini headphone over-ear lewat kehadiran AirPods Max 2. Perangkat ini tidak tampil dengan perubahan desain besar, tetapi membawa peningkatan yang cukup penting di sisi audio, fitur pintar, dan konektivitas.
Fokus utama pembaruan ada pada pengalaman mendengarkan yang lebih adaptif dan efisien. Dengan begitu, AirPods Max 2 diposisikan sebagai penyegaran bertahap untuk pengguna yang membutuhkan kualitas suara lebih modern tanpa meninggalkan ciri khas generasi sebelumnya.
Peningkatan utama di AirPods Max 2
Apple membekali AirPods Max 2 dengan chip H2, komponen yang juga dipakai pada lini AirPods terbaru. Chip ini membuat active noise cancelling atau ANC bekerja lebih efektif, dengan klaim peningkatan hingga 1,5 kali dibanding generasi lama.
Bagi pengguna yang sering memakai headphone di transportasi umum, kantor terbuka, atau ruang ramai, peningkatan ini bisa terasa langsung. Suara luar lebih teredam, sehingga fokus mendengarkan musik, podcast, atau panggilan bisa lebih maksimal.
Fitur audio yang makin cerdas
Selain ANC yang lebih baik, AirPods Max 2 juga mendapatkan fitur berbasis kecerdasan buatan. Salah satunya Adaptive Audio, yang menyesuaikan tingkat peredaman suara secara otomatis sesuai kondisi sekitar.
Ada juga fitur conversation awareness yang menurunkan volume saat mendeteksi percakapan di sekitar. Fitur ini membantu pengguna tetap bisa merespons orang lain tanpa perlu melepas headphone dari kepala.
Apple turut menambahkan Live Translation, fitur yang dirancang untuk membantu komunikasi lintas bahasa. Namun, kemampuan fitur ini tetap sangat bergantung pada dukungan software dan ekosistem Apple yang digunakan.
Konektivitas dan kualitas suara ikut ditingkatkan
Di sektor konektivitas, AirPods Max 2 kini memakai Bluetooth 5.3. Apple juga menyematkan amplifier baru dengan dynamic range yang lebih tinggi untuk membantu menghasilkan audio yang lebih jernih dan detail.
Perubahan lain yang cukup penting ada pada port USB-C. Lewat kabel yang sesuai, perangkat ini mendukung pemutaran audio lossless hingga 24-bit/48kHz, sebuah nilai tambah bagi pengguna yang mengutamakan kualitas audio maksimal.
Berikut ringkasannya:
| Aspek | AirPods Max 2 |
|---|---|
| Chip | H2 |
| ANC | Diklaim 1,5 kali lebih efektif |
| Bluetooth | 5.3 |
| Port | USB-C |
| Audio lossless | Hingga 24-bit/48kHz via kabel |
| Daya tahan baterai | Hingga 20 jam |
Desain tetap familiar, fungsi bertambah
Meski membawa banyak pembaruan internal, Apple tidak mengubah desain utama AirPods Max 2 secara drastis. Perangkat ini masih mempertahankan bodi aluminium dan desain premium yang sudah dikenal sejak generasi awal.
Kontrol fisik juga tetap mengandalkan Digital Crown. Menariknya, kini kontrol tersebut mendapat fungsi tambahan sebagai tombol shutter kamera di ekosistem Apple, sehingga memberi nilai pakai lebih luas.
Baterai dan harga tetap di level premium
Untuk daya tahan, AirPods Max 2 masih diklaim mampu bertahan hingga 20 jam penggunaan dengan ANC aktif. Angka ini sama seperti generasi sebelumnya, sehingga peningkatan lebih banyak datang dari kualitas pengalaman, bukan dari durasi pakai.
Harga jualnya dipatok di US$549, mempertahankan posisi sebagai headphone premium. Dengan banderol tersebut, AirPods Max 2 jelas menyasar pengguna yang memang mencari perangkat kelas atas dan sudah terbiasa dengan perangkat Apple.
Untuk siapa AirPods Max 2 paling menarik
- Pengguna Apple yang ingin integrasi perangkat lebih mulus.
- Pendengar yang memprioritaskan ANC dan kualitas audio.
- Pengguna yang sering berpindah tempat dan butuh fitur adaptif.
- Pembeli baru yang mencari headphone over-ear premium.
Bagi pengguna generasi lama, peningkatannya memang lebih terasa sebagai penyempurnaan daripada lompatan besar. Namun bagi calon pembeli baru, AirPods Max 2 menawarkan kombinasi fitur audio modern, desain premium, dan integrasi ekosistem Apple yang tetap kuat.
