Kindle Tiba-Tiba Memburuk, Update Baru Diduga Jadi Biang Boros Baterai dan Lemot

Pengguna Kindle yang merasa perangkatnya tiba-tiba lebih lambat, lebih boros baterai, atau kurang responsif kemungkinan sedang terdampak masalah perangkat lunak. Penyebab yang paling banyak disorot adalah pembaruan sistem terbaru Amazon yang justru memicu bug baru pada sejumlah perangkat.

Laporan dari media teknologi dan komunitas pengguna menunjukkan keluhan yang seragam. Masalah yang muncul mencakup baterai yang terkuras hanya dalam hitungan jam, antarmuka yang melambat, serta perpindahan halaman yang terasa lebih berat dari biasanya.

Pembaruan terbaru diduga jadi sumber masalah

Menurut artikel referensi, Amazon sempat menggulirkan pembaruan Kindle versi 5.19.3. Update itu awalnya ditujukan untuk memperbaiki masalah pada versi 5.19.2, tetapi kemudian justru dikaitkan dengan gangguan baru yang dianggap cukup serius oleh pengguna.

Android Police melaporkan bahwa Amazon kini tidak lagi mendorong pembaruan 5.19.3. Meski tidak ada pengumuman resmi yang menjelaskan penarikan itu, pengguna di komunitas r/Kindle melihat situs Kindle kembali menampilkan versi 5.19.2 sebagai versi yang tersedia, bukan 5.19.3.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa rollout dihentikan sementara. Langkah tersebut dinilai masuk akal karena keluhan pengguna muncul sangat cepat setelah pembaruan mulai beredar.

Keluhan utama: baterai turun drastis

Masalah yang paling banyak disorot adalah kebocoran daya baterai. Padahal, Kindle selama ini dikenal mampu bertahan berminggu-minggu dalam pemakaian normal karena memakai layar E Ink yang hemat energi.

Good e-Reader, seperti dikutip dalam artikel referensi, menyebut beberapa pengguna mengalami penurunan baterai yang sangat ekstrem. Dalam beberapa laporan, daya perangkat habis hanya dalam beberapa jam, jauh dari karakter normal Kindle.

Selain baterai, pengguna juga melaporkan perlambatan antarmuka. Efeknya terlihat pada navigasi menu, respons sentuhan, hingga kecepatan membalik halaman saat membaca.

Pengguna yang terlanjur update belum punya jalan mundur

Masalah lain yang memperburuk situasi adalah tidak adanya opsi rollback resmi di Kindle standar. Artinya, pengguna yang sudah memasang versi terbaru tidak bisa begitu saja kembali ke versi sebelumnya secara manual melalui pengaturan biasa.

Kondisi ini membuat banyak pengguna terpaksa menunggu patch baru dari Amazon. Sementara itu, pengguna yang masih berada di 5.19.2 juga belum sepenuhnya aman karena versi tersebut disebut sudah lebih dulu punya reputasi bermasalah, termasuk isu baterai.

Berikut posisi situasinya secara sederhana:

  1. Versi 5.19.2 dilaporkan memiliki bug.
  2. Versi 5.19.3 dirilis untuk memperbaiki masalah itu.
  3. Setelah dirilis, 5.19.3 justru memicu keluhan baru.
  4. Amazon lalu menghentikan rollout 5.19.3.
  5. Pengguna yang sudah update belum bisa rollback sendiri.

Apa yang bisa dilakukan pengguna sekarang

Untuk saat ini, pilihan pengguna memang terbatas. Karena inti masalah diduga berasal dari software, solusi permanen paling mungkin tetap menunggu pembaruan lanjutan dari Amazon.

Namun ada beberapa langkah yang bisa dicermati untuk meminimalkan dampak sementara:

  1. Periksa versi software Kindle di menu pengaturan.
  2. Nonaktifkan unduhan otomatis bila perangkat belum terlanjur update.
  3. Kurangi fitur yang aktif di latar belakang, seperti sinkronisasi terus-menerus.
  4. Isi daya lebih sering bila baterai turun tidak wajar.
  5. Pantau forum resmi dan komunitas pengguna untuk update perbaikan.

Langkah-langkah itu tidak menjamin bug hilang. Namun cara tersebut dapat membantu pengguna mengidentifikasi apakah gangguan memang terkait versi software yang sedang dipakai.

Spekulasi soal penyebab internal belum terverifikasi

Artikel referensi juga menyinggung adanya spekulasi dari seorang pengguna Reddit yang menyalahkan pendekatan pengembangan berbasis AI dan pengurangan staf pemrograman. Klaim itu belum dikonfirmasi oleh Amazon dan belum didukung bukti resmi yang bisa diverifikasi secara independen.

Karena itu, dugaan tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai spekulasi komunitas, bukan fakta. Fakta yang saat ini lebih kuat adalah adanya laporan bug yang luas, penghentian rollout 5.19.3, dan belum tersedianya opsi rollback untuk pengguna umum.

Dampaknya terasa karena Kindle identik dengan stabilitas

Gangguan ini menarik perhatian karena Kindle bukan perangkat yang biasanya sering bermasalah. Daya tahan baterai yang panjang dan pengalaman membaca yang konsisten justru menjadi alasan utama banyak orang memilih ekosistem ini.

Ketika pembaruan software merusak dua hal paling penting itu, yaitu baterai dan kelancaran membaca, dampaknya langsung terasa besar. Itu sebabnya keluhan terhadap versi 5.19.2 dan 5.19.3 cepat menyebar di komunitas pengguna.

Bagi pengguna yang mendadak merasa Kindle memburuk tanpa sebab yang jelas, software terbaru kini menjadi penjelasan yang paling masuk akal. Selama Amazon belum merilis pembaruan yang lebih stabil, perangkat yang terdampak kemungkinan masih akan menunjukkan gejala seperti baterai cepat habis, UI melambat, dan performa membaca yang tidak sehalus biasanya.

Source: www.androidpolice.com

Berita Terkait

Back to top button