Kemitraan 8 Tahun Retak, OnlyOffice Bekukan Nextcloud Usai Tuduh Euro-Office Langgar Lisensi

OnlyOffice menghentikan kemitraannya dengan Nextcloud setelah kerja sama yang berjalan sekitar delapan tahun. Keputusan ini muncul di tengah tuduhan bahwa proyek Euro-Office melanggar ketentuan lisensi AGPLv3 atas kode sumber yang dipakai dari OnlyOffice.

Perselisihan ini cepat menarik perhatian karena melibatkan tiga nama besar di ekosistem perangkat lunak produktivitas terbuka. Di satu sisi ada OnlyOffice sebagai pengembang teknologi inti, sementara di sisi lain ada Nextcloud dan IONOS yang menjadi penggerak Euro-Office.

Sengketa bermula dari Euro-Office

Euro-Office sebelumnya diperkenalkan sebagai alternatif gratis dan open-source untuk layanan produktivitas seperti Microsoft 365 dan Google Docs. Proyek ini dibangun dari basis kode ONLYOFFICE Open Source yang berlisensi AGPL.

Dalam dokumentasi proyek di GitHub, Euro-Office menyatakan bahwa basis kode tersebut sedang “ditinjau secara ekstensif dan dibersihkan” agar lebih mudah dibangun serta dikontribusikan. Euro-Office juga menulis bahwa forking dilakukan karena, menurut mereka, kolaborasi terbuka dengan OnlyOffice “tidak memungkinkan” karena sejumlah alasan.

Bahasa yang dipakai Euro-Office ikut memperkeruh suasana. Pada salah satu bagian readme, proyek itu bahkan memakai frasa yang menyebut ingin “membebaskan” basis kode OnlyOffice.

OnlyOffice lalu merespons dengan tuduhan pelanggaran lisensi. Menurut perusahaan itu, Euro-Office tidak mematuhi beberapa kewajiban penting dalam AGPLv3 saat mendistribusikan turunan perangkat lunak tersebut.

Poin yang dipersoalkan OnlyOffice

OnlyOffice menyebut ada tiga aspek utama yang dilanggar oleh Euro-Office. Tuduhan ini menjadi dasar mengapa konflik kemudian melebar ke hubungan bisnis dengan Nextcloud.

  1. Mempertahankan branding ONLYOFFICE pada karya turunan.
  2. Memberikan atribusi yang layak kepada teknologi asli.
  3. Memenuhi seluruh kewajiban distribusi perangkat lunak open-source secara utuh.

Inti keberatan OnlyOffice bukan hanya soal pemakaian kode. Perusahaan itu menilai distribusi turunan harus mengikuti aturan lisensi secara penuh, termasuk pengakuan sumber teknologi asal dan kepatuhan distribusi.

Sampai laporan ini berkembang, Euro-Office tetap melanjutkan distribusi perangkat lunaknya. Itu menunjukkan bahwa perselisihan belum mengarah pada titik damai dalam waktu dekat.

Mengapa Nextcloud ikut terkena dampaknya

OnlyOffice tidak hanya menyoroti Euro-Office. Perusahaan itu juga mengumumkan penangguhan hubungan kemitraan dengan Nextcloud, salah satu pihak utama di balik proyek fork tersebut.

Dalam pernyataan resminya, OnlyOffice menyebut masalah ini bukan dipicu satu kejadian tunggal. Menurut perusahaan itu, ada akumulasi persoalan dalam kerja sama yang selama ini berjalan.

OnlyOffice mengatakan telah melihat “upaya berulang untuk melampaui batas kerja sama yang disepakati”. Mereka juga menuduh ada usaha membangun penawaran komersial independen di atas teknologinya tanpa penyelarasan yang layak.

Kutipan lain dari pernyataan resmi itu menyebut adanya pendekatan terkoordinasi yang menyasar karyawan dan pelanggan OnlyOffice. Tuduhan itu mencakup upaya merekrut anggota tim serta memengaruhi persepsi pelanggan terhadap ONLYOFFICE.

OnlyOffice juga menyatakan menerima “umpan balik dari mitra dan pelanggan” yang menilai pola kolaborasi Nextcloud tidak mencerminkan kerja sama yang transparan dan profesional. Tuduhan ini memperlihatkan bahwa retaknya hubungan tidak semata soal lisensi perangkat lunak, tetapi juga soal etika kemitraan.

Dampak ke pengguna dan ekosistem

Bagi pengguna, kabar terpentingnya adalah integrasi dasar belum langsung hilang. OnlyOffice menyatakan masih akan terus mendukung konektornya untuk Nextcloud.

Namun, kelanjutan kolaborasi yang lebih dalam tampaknya sulit dibayangkan dalam waktu dekat. Dengan suasana yang sudah memanas, ruang kompromi antara kedua pihak terlihat semakin sempit.

Kasus ini juga menyoroti sisi rumit dari dunia open-source. Lisensi terbuka memang memungkinkan fork, tetapi penggunaan kode tetap dibatasi oleh kewajiban hukum dan atribusi yang jelas.

Di sisi lain, fork sering muncul ketika pihak baru merasa kolaborasi dengan proyek asal tidak lagi berjalan sehat. Karena itu, konflik seperti ini biasanya bukan sekadar persoalan teknis, melainkan campuran antara lisensi, tata kelola proyek, merek, dan kepentingan komersial.

Hal yang perlu dicermati selanjutnya

Ada beberapa perkembangan yang layak dipantau dari sengketa ini. Masing-masing bisa menentukan arah hubungan OnlyOffice, Nextcloud, dan Euro-Office ke depan.

Isu Kondisi saat ini
Status kemitraan OnlyOffice-Nextcloud Ditangguhkan
Dukungan konektor Nextcloud Masih berlanjut
Distribusi Euro-Office Tetap berjalan
Peluang rekonsiliasi cepat Dinilai rendah

Jika tidak ada penyelesaian lisensi dan hubungan bisnis yang membaik, konflik ini bisa menjadi preseden penting di ranah software produktivitas open-source Eropa. Untuk saat ini, perhatian tertuju pada apakah Euro-Office akan menyesuaikan distribusinya, dan apakah Nextcloud serta OnlyOffice masih membuka ruang negosiasi di tengah tuduhan pelanggaran AGPLv3 dan rusaknya kepercayaan antar mitra.

Source: www.xda-developers.com

Berita Terkait

Back to top button