
Pembaruan keamanan terbaru Samsung dilaporkan memicu masalah baru pada dukungan font kustom di sejumlah ponsel Galaxy. Gangguan ini muncul setelah update keamanan untuk One UI 8 dan One UI 8.5, sehingga sebagian pengguna tidak lagi bisa mengganti atau memasang font di luar jalur resmi.
Laporan awal ramai dibahas pengguna di Reddit dan kemudian ikut disorot Android Authority. Intinya, font kustom yang sudah aktif sebelum pembaruan masih bisa tetap tampil, tetapi masalah muncul saat pengguna mencoba mengganti font itu atau memasang font kustom baru.
Font kustom mendadak tidak bisa dipakai
Sejumlah pengguna mengaku opsi font kustom mereka gagal diterapkan setelah update terpasang. Dalam kasus yang beredar, sistem menolak pergantian font dan menampilkan pesan kesalahan saat pengguna mencoba memakai font yang sebelumnya dipasang lewat aplikasi pihak ketiga.
Pola gangguannya cukup spesifik. Jika ponsel diperbarui dalam kondisi font kustom masih aktif, font itu umumnya tetap berjalan selama tidak diubah ke font lain.
Begitu pengguna beralih ke font bawaan, akses untuk kembali ke font kustom bisa hilang. Kondisi serupa juga terjadi saat pengguna mencoba menambahkan font kustom baru setelah pembaruan keamanan selesai diinstal.
Penyebabnya terkait celah keamanan yang ditutup Samsung
Menurut laporan yang dikutip dari PiunikaWeb, perubahan ini berkaitan dengan patch keamanan yang menutup celah pada pengaturan font Samsung. Catatan patch menyebut ada masalah “improper verification of cryptographic signature in Font Settings prior to SMR Mar-2026 Release 1 allows physical attackers to use custom font. The patch adds proper verification.”
Artinya, sebelumnya ada proses verifikasi tanda tangan kriptografis yang tidak berjalan semestinya pada menu font. Celah ini diduga dimanfaatkan sebagian aplikasi untuk melewati pembatasan Samsung dan memasang font yang tidak berasal dari sumber resmi.
Dari sudut pandang keamanan, langkah Samsung cukup masuk akal. Celah yang bisa dipakai untuk memasang font secara tidak resmi juga berpotensi disalahgunakan oleh pihak berbahaya.
Karena itu, pembaruan ini bukan sekadar memblokir modifikasi tampilan. Patch tersebut pada dasarnya menutup jalur yang dianggap berisiko bagi keamanan sistem.
Font dari Galaxy Store tetap aman
Kabar baiknya, font yang diunduh melalui Galaxy Store dilaporkan masih berfungsi normal. Ini menunjukkan bahwa masalah utama tidak terjadi pada seluruh sistem font, melainkan pada metode pemasangan font yang mengandalkan celah lama.
Bagi pengguna yang selama ini mengandalkan font dari luar toko resmi, dampaknya memang lebih terasa. Banyak pilihan font populer tidak selalu tersedia di Galaxy Store, sehingga opsi personalisasi menjadi jauh lebih terbatas setelah patch diterapkan.
Kondisi ini membuat sebagian pengguna merasa pembaruan tersebut “merusak” fitur yang sebelumnya bisa dipakai. Namun secara teknis, yang berubah adalah Samsung kini memperketat validasi font agar hanya paket yang lolos verifikasi yang dapat digunakan.
Apa yang perlu diperhatikan pengguna Galaxy
Untuk pengguna yang sudah terlanjur memperbarui perangkat, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Langkah ini penting agar font yang masih aktif tidak ikut hilang.
- Jangan ubah font jika font kustom saat ini masih aktif.
- Hindari memasang font baru dari aplikasi pihak ketiga untuk sementara.
- Gunakan font resmi dari Galaxy Store bila ingin mengganti tampilan.
- Pantau forum komunitas Samsung, Reddit, atau media teknologi untuk melihat apakah ada perbaikan lanjutan.
Saran itu selaras dengan temuan dari laporan pengguna. Selama font lama tidak disentuh, beberapa perangkat masih mempertahankan tampilan tersebut tanpa masalah.
Dampak pembaruan ini bagi pengguna
Masalah ini memperlihatkan benturan klasik antara fleksibilitas dan keamanan. Di satu sisi, pengguna Android, termasuk pemilik Galaxy, terbiasa dengan kebebasan personalisasi yang luas.
Di sisi lain, produsen harus menutup celah yang berpotensi membuka akses tidak sah ke sistem. Dalam kasus ini, fitur yang terasa sepele seperti font ternyata terhubung dengan mekanisme keamanan yang lebih sensitif.
Samsung belum terlihat mengumumkan solusi khusus untuk mengembalikan kompatibilitas metode lama pemasangan font kustom. Selama belum ada perubahan kebijakan atau update lanjutan, besar kemungkinan jalur resmi seperti Galaxy Store akan tetap menjadi satu-satunya opsi aman dan stabil.
Bagi pengguna yang mengutamakan personalisasi, situasi ini memang mengecewakan. Namun bagi pengguna yang mengutamakan keamanan perangkat, patch tersebut menunjukkan bahwa Samsung memilih menutup kerentanan meski harus mengorbankan sebagian cara lama untuk memakai font kustom.
Source: www.androidpolice.com








