Tim AI Elit Meta Dibentuk, Cara Baru Zuckerberg Menahan Anda di Instagram dan Facebook

Meta disebut membentuk tim peneliti kecerdasan buatan elite untuk memperkuat sistem rekomendasi di Instagram dan Facebook. Langkah ini menegaskan fokus Mark Zuckerberg untuk membuat pengguna bertahan lebih lama di dua platform utama milik perusahaan.

Menurut laporan Business Insider, unit baru tersebut bernama MRS Research. Tim ini bekerja pada teknologi rekomendasi yang menentukan konten apa yang muncul di feed pengguna pada Instagram dan Facebook.

Tim baru untuk rekomendasi konten

MRS Research lahir dari reorganisasi internal di divisi Recommendation Systems Meta. Restrukturisasi itu disebut mengumpulkan talenta AI terbaik perusahaan dalam satu atap agar pengembangan sistem rekomendasi berjalan lebih cepat.

Tim ini dipimpin oleh Yang Song, mantan eksekutif TikTok yang bergabung ke Meta pada November. Berdasarkan laporan yang sama, Song akan mengawasi penerapan teknologi AI untuk meningkatkan engagement pengguna di berbagai platform perusahaan.

Lowongan kerja yang dikutip dalam laporan itu menyebut MRS Research berfokus pada target riset AI jangka panjang. Di saat yang sama, tim ini juga diminta memperkuat mesin rekomendasi Meta yang menjadi inti pengalaman pengguna di feed.

Bagi pengguna, sistem seperti ini berpengaruh langsung pada video, Reels, unggahan, dan iklan yang muncul setiap kali aplikasi dibuka. Semakin akurat rekomendasi, semakin besar peluang pengguna terus menggulir layar dan kembali menggunakan aplikasi.

Bukan tim AI biasa

MRS Research terpisah dari Meta Superintelligence Labs atau MSL. Unit MSL dipimpin Alexandr Wang dan disebut berfokus pada model AI masa depan Meta, sedangkan MRS Research lebih dekat dengan persoalan rekomendasi dan keterlibatan pengguna.

Perbedaan ini penting karena Meta kini menjalankan beberapa jalur strategi AI sekaligus. Satu jalur membangun model AI besar untuk masa depan, sementara jalur lain langsung diterapkan ke produk yang dipakai miliaran orang setiap hari.

Laporan itu juga menyebut MRS Research telah menarik peneliti dari perusahaan teknologi besar. Sejumlah nama yang dikaitkan dengan perekrutan ini antara lain Xiaolong Wang, Fei Sha, dan peneliti AI Amazon, Lihong Li.

Masuknya talenta dari OpenAI, Google, dan Amazon menunjukkan persaingan AI kini tidak lagi sebatas chatbot. Perebutan ahli terbaik juga menyasar teknologi yang menentukan apa yang dilihat pengguna, berapa lama mereka menonton, dan iklan apa yang paling mungkin diklik.

Dampaknya ke iklan dan bisnis Meta

Meta disebut menempatkan MRS Research dekat dengan divisi iklan. Tujuannya bukan hanya membuat feed terasa relevan, tetapi juga meningkatkan performa iklan melalui penyesuaian konten berdasarkan preferensi masing-masing pengguna.

Dalam referensi laporan disebut Meta meluncurkan model AI pada akhir tahun lalu yang meningkatkan efektivitas iklan. Model itu bekerja dengan menyesuaikan konten promosi agar lebih sesuai dengan minat individu.

Bagi bisnis digital Meta, peningkatan kecil dalam akurasi rekomendasi dapat berdampak besar. Semakin tinggi engagement dan relevansi iklan, semakin besar pula peluang perusahaan mendongkrak pendapatan dari bisnis periklanan digital.

Secara umum, model bisnis platform sosial memang bertumpu pada durasi perhatian pengguna. Karena itu, investasi besar pada AI rekomendasi dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan di tengah persaingan ketat dari TikTok, YouTube, dan layanan video pendek lain.

Meta dan tekanan soal kecanduan media sosial

Di tengah dorongan besar pada AI, Meta juga menghadapi sorotan hukum dan etika. Perusahaan itu, bersama YouTube, baru-baru ini dinyatakan bersalah dalam kasus penting terkait kecanduan media sosial pada remaja.

Dalam perkara tersebut, perusahaan yang dipimpin Zuckerberg diperintahkan membayar 70 persen dari kompensasi kerugian senilai $3 million. Putusan itu menambah tekanan terhadap platform besar yang memakai algoritma untuk mempertahankan perhatian pengguna, terutama kelompok usia muda.

Konteks ini membuat pembentukan tim rekomendasi baru menjadi sorotan ganda. Di satu sisi, Meta ingin meningkatkan kualitas produk dan bisnis iklannya, tetapi di sisi lain perusahaan harus menghadapi kekhawatiran publik soal dampak algoritma yang makin efektif menarik pengguna untuk terus online.

Strategi AI Meta makin agresif

Pembentukan MRS Research terlihat sejalan dengan langkah Meta yang semakin agresif di AI. Laporan referensi juga menyebut perusahaan mendorong karyawan memakai lebih banyak alat AI di lingkungan kerja.

Meta sebelumnya dikabarkan mengakuisisi Moltbook, platform media sosial AI yang melarang manusia memposting langsung. Tim dari Moltbook disebut akan bergabung dengan MSL untuk mengembangkan agentic AI, sementara Meta juga dikaitkan dengan akuisisi startup AI Manus AI dan perekrutan tim pendiri Dreamer.

Dalam saat yang sama, Meta dirumorkan menyiapkan gelombang PHK besar yang bisa berdampak pada lebih dari 15.000 pekerja. Referensi yang sama juga menyebut perusahaan telah memberhentikan 700 pekerja, sambil meningkatkan insentif untuk eksekutif puncak yang masing-masing bisa memperoleh tambahan $900 million bila valuasi perusahaan mencapai $9 trillion.

Berikut poin utama dari pembentukan MRS Research:

  1. Fokus utama tim adalah sistem rekomendasi Instagram dan Facebook.
  2. Tim dipimpin Yang Song, mantan eksekutif TikTok.
  3. Unit ini terpisah dari Meta Superintelligence Labs.
  4. MRS Research bekerja dekat dengan divisi iklan Meta.
  5. Talenta yang direkrut datang dari OpenAI, Google, dan Amazon.

Arah ini menunjukkan AI di Meta tidak hanya dibangun untuk fitur baru yang terlihat pengguna. AI juga ditempatkan di jantung sistem yang menentukan perhatian, interaksi, dan arus iklan di Instagram serta Facebook, dua platform yang tetap menjadi mesin utama bisnis perusahaan.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version