Google Vids Pangkas Ribet Produksi Video, Kini Cukup Satu Prompt untuk Hasil Rapi

Google memperluas kemampuan Google Vids agar pembuatan video terasa jauh lebih sederhana. Pembaruan terbaru ini membawa model video Veo 3.1, avatar AI yang lebih fleksibel, pembuatan musik otomatis, hingga publikasi langsung ke YouTube dari dalam layanan.

Arah pembaruan ini jelas, yaitu memangkas proses produksi video yang biasanya rumit menjadi alur kerja berbasis prompt. Pengguna kini cukup mengetik ide atau mengunggah gambar, lalu sistem AI Google menyiapkan klip video yang sudah lebih rapi untuk dipakai.

Veo 3.1 jadi inti perubahan Google Vids

Fitur utama pada pembaruan ini adalah integrasi Veo 3.1 ke Google Vids. Menurut laporan Android Authority, model ini memungkinkan pembuatan klip video pendek hanya dari perintah teks sederhana atau dari gambar yang diunggah pengguna.

Perubahan ini penting karena selama ini produksi video berkualitas biasanya menuntut kamera, pengambilan ulang, dan proses editing yang memakan waktu. Dengan pendekatan baru Google, sebagian besar tahap itu dipindahkan ke browser dan dibantu AI.

Google juga membuka akses gratis dalam skala terbatas untuk menarik lebih banyak pengguna. Setiap akun Google disebut mendapat 10 generasi video gratis per bulan, sedangkan pengguna paket tingkat atas seperti Google AI Ultra bisa membuat hingga 1.000 video per bulan.

Skema ini menunjukkan bahwa Google sedang menguji pasar kreator kasual dan kebutuhan profesional sekaligus. Pengguna umum bisa mencoba tanpa biaya, sementara tim kerja dan bisnis tetap disiapkan jalur pemakaian yang lebih besar.

Avatar AI kini lebih konsisten dan mudah diatur

Google tidak hanya menambah generator video, tetapi juga memperbarui avatar AI di Vids. Avatar kini dapat dikustomisasi lebih detail, mulai dari pakaian, tampilan visual, hingga latar belakang.

Salah satu keluhan terbesar pada konten video berbasis AI biasanya adalah inkonsistensi antaradegan. Dalam pembaruan ini, Google menyatakan tampilan dan suara avatar dibuat tetap selaras dari satu scene ke scene lain, sehingga hasil akhir terlihat lebih stabil.

Google juga menambahkan fitur baru bernama “direct avatars”. Fitur ini memungkinkan avatar tidak sekadar berbicara ke kamera, tetapi juga berinteraksi dengan objek di dalam adegan.

Kemampuan itu berguna untuk video presentasi produk, materi penjualan, atau penjelasan internal perusahaan. Pengguna dapat mengunggah gambar produk, menempatkan avatar ke sebuah latar, lalu membiarkan avatar bertindak seperti host yang mendemonstrasikan barang tersebut.

Musik, suara, dan bahasa ikut diperluas

Untuk melengkapi video, Google menambahkan dukungan Lyria 3 dan Lyria 3 Pro di Vids. Teknologi ini dipakai untuk membuat musik kustom, dari klip pendek sekitar 30 detik hingga trek yang lebih panjang sampai tiga menit.

Fitur ini menutup celah yang sering muncul pada alat video otomatis. Banyak layanan mampu membuat visual, tetapi masih bergantung pada pustaka audio yang terbatas, sedangkan Google kini menawarkan pembuatan musik yang lebih spesifik sesuai konteks video.

Dukungan bahasa juga diperluas untuk avatar dan voice-over. Android Authority mencatat bahasa tambahan yang didukung antara lain Prancis, Jerman, Jepang, Korea, Portugis, Spanyol, dan Italia.

Perluasan bahasa ini memperjelas bahwa Google Vids tidak hanya ditujukan untuk pasar berbahasa Inggris. Bagi perusahaan multinasional dan tim pemasaran lintas negara, fitur tersebut bisa mempercepat produksi konten tanpa membuat versi video secara manual satu per satu.

Alur kerja dibuat lebih cepat dari rekam sampai tayang

Google juga menambahkan ekstensi Chrome untuk perekaman cepat. Pengguna bisa langsung merekam layar tanpa harus membuka Vids terlebih dahulu.

Pembaruan ini menyasar kebutuhan video tutorial, demo produk, dan presentasi singkat yang sering dibuat spontan. Alur yang lebih ringkas dapat menghemat beberapa langkah teknis yang biasanya menghambat proses produksi cepat.

Setelah video selesai, hasilnya bisa dipublikasikan langsung ke YouTube. Pengguna tidak perlu mengunduh file terlebih dahulu sebelum mengunggahnya kembali.

Google menetapkan ekspor default ke status privat. Pengaturan ini memberi ruang bagi pengguna untuk memeriksa hasil akhir sebelum video dipublikasikan secara terbuka.

Bukan hanya Vids, Gemini di Workspace ikut ditingkatkan

Pembaruan ini hadir bersamaan dengan peningkatan kemampuan Gemini di ekosistem Workspace. Di Gmail, fitur “Help me schedule” dipakai untuk membantu pengaturan rapat grup dengan lebih mudah.

Di Google Meet, Gemini kini mendukung bantuan privat dalam lebih banyak bahasa. Dukungan bahasa baru yang sama juga dibawa ke pengalaman asistensi saat rapat berlangsung.

Berikut beberapa perubahan penting yang paling menonjol di Google Vids:

  1. Veo 3.1 untuk membuat klip video dari teks atau gambar.
  2. Kuota gratis 10 generasi video per akun Google per bulan.
  3. Paket tingkat atas seperti Google AI Ultra hingga 1.000 generasi per bulan.
  4. Avatar AI yang bisa diubah pakaian, tampilan, dan latarnya.
  5. “Direct avatars” untuk presentasi produk di dalam adegan.
  6. Musik kustom lewat Lyria 3 dan Lyria 3 Pro.
  7. Ekstensi Chrome untuk rekam layar instan.
  8. Publikasi langsung ke YouTube dengan status awal privat.

Secara strategis, langkah ini menempatkan Google Vids sebagai alat produksi konten yang semakin dekat dengan kebutuhan kerja sehari-hari. Pengguna yang ingin mencoba rangkaian fitur ini sudah bisa mengaksesnya lewat vids.new, sementara persaingan di pasar video AI diperkirakan akan makin ketat seiring makin mudahnya proses membuat video hanya dalam satu klik atau satu prompt.

Source: www.androidauthority.com

Berita Terkait

Back to top button