OpenAI dilaporkan sedang menyiapkan sejumlah perubahan antarmuka pada aplikasi ChatGPT. Salah satu yang paling menarik adalah fitur untuk menampilkan kembali semua file yang pernah diunggah dalam satu percakapan, sehingga pencarian dokumen di dalam chat bisa menjadi lebih mudah.
Informasi ini muncul dari temuan Android Authority melalui APK teardown pada aplikasi ChatGPT versi 1.2026.090. Temuan semacam ini biasanya mengungkap fitur yang masih dalam tahap pengembangan, sehingga belum ada jaminan seluruhnya akan dirilis ke publik.
Fitur file unggahan jadi sorotan
Bagi pengguna yang sering mengunggah PDF, dokumen kerja, atau gambar ke ChatGPT, perubahan ini berpotensi sangat membantu. OpenAI disebut sedang mengembangkan opsi “Uploaded files” yang akan membuka halaman baru berjudul “Files in this chat”.
Halaman itu disebut akan memuat seluruh file yang sebelumnya sudah diunggah dalam percakapan terkait. Dengan pendekatan ini, pengguna tidak perlu lagi menggulir panjang riwayat chat hanya untuk mencari dokumen lama yang pernah dipakai sebagai konteks diskusi.
Android Authority menyebut fitur itu sebagai perubahan yang “pretty handy” untuk pengguna yang banyak mengunggah file. Penilaian itu masuk akal karena manajemen lampiran selama ini masih terasa terbatas, terutama pada percakapan panjang.
Selain halaman daftar file, OpenAI juga terlihat menyiapkan pemilih file baru di dalam aplikasi. Saat ini, opsi Files pada menu lampiran masih membawa pengguna ke file picker bawaan sistem.
Dalam pembaruan mendatang, opsi tersebut bisa membuka antarmuka internal ChatGPT terlebih dahulu. Layar itu disebut menampilkan sebagian file yang baru-baru ini diunggah ke ChatGPT, dengan daftar yang pada pengujian Android Authority terlihat berisi sekitar 30 file.
Di bagian atas layar itu juga ada opsi “Upload files”. Jika dipilih, pengguna tetap akan diarahkan ke file picker sistem seperti biasa.
Apa dampaknya bagi pengguna
Perubahan ini mengarah pada pengalaman yang lebih cepat saat bekerja dengan banyak lampiran. Pengguna tidak hanya mengunggah file, tetapi juga berpeluang memilih ulang dokumen yang sebelumnya sudah terkait dengan alur percakapan.
Model seperti ini penting untuk pengguna produktivitas, pelajar, analis, dan pekerja kantoran. Dalam praktiknya, ChatGPT makin sering dipakai untuk membaca laporan, merangkum presentasi, membandingkan versi dokumen, hingga mengolah data dari beberapa file sekaligus.
Berikut manfaat yang paling mungkin terasa jika fitur ini benar dirilis:
- Mempercepat pencarian dokumen lama di satu chat.
- Mengurangi kebutuhan mengunggah ulang file yang sama.
- Membantu menjaga konteks diskusi tetap rapi.
- Memudahkan pengguna saat percakapan sudah sangat panjang.
Perubahan lain yang ikut ditemukan
Selain fitur file, Android Authority juga menemukan perubahan pada menu berbagi tautan respons ChatGPT. Saat ini, tombol share membuka share sheet bawaan sistem, tetapi OpenAI disebut sedang menyiapkan custom share sheet milik aplikasi sendiri.
Pada baris atas, aplikasi akan menampilkan daftar layanan yang bisa dipakai untuk berbagi tautan secara langsung. Daftar itu disebut sudah ditanam langsung di aplikasi, termasuk Google atau Samsung Messages, Gmail, Yahoo, Outlook, Signal, Snapchat, Instagram, Facebook, WhatsApp, KakaoTalk, Line, dan Telegram.
Di bagian bawah menu itu akan ada dua opsi utama, yaitu Copy link dan Share. Jika pengguna menekan Share, barulah sistem akan membuka menu berbagi bawaan perangkat untuk aplikasi lain yang tidak tampil di daftar utama.
OpenAI juga terpantau menyiapkan opsi tambahan untuk foto yang dilampirkan ke kolom input. Tiga pilihan yang muncul adalah Clean up image, Remove the background, dan Draw and annotate.
Fitur anotasi sebenarnya sudah tersedia saat pengguna mengetuk gambar. Namun dua opsi lain disebut belum benar-benar aktif, karena saat dipilih justru baru menambahkan teks perintah ke kolom chat agar diproses oleh ChatGPT.
Masih tahap pengembangan
Penting dicatat, seluruh informasi ini berasal dari pembongkaran APK, bukan pengumuman resmi peluncuran. Android Authority sendiri mengingatkan bahwa fitur yang terlihat dalam kode aplikasi bisa saja berubah, ditunda, atau tidak pernah hadir di versi final.
Meski begitu, arah pengembangannya cukup jelas. OpenAI tampaknya ingin membuat ChatGPT bukan sekadar chatbot, melainkan ruang kerja yang lebih terorganisasi untuk teks, gambar, dan dokumen.
Jika fitur Files in this chat benar diluncurkan, perubahan ini bisa menjawab salah satu kendala paling umum saat memakai ChatGPT secara intensif. Pengguna yang bergantung pada banyak lampiran akan lebih mudah melacak file yang sudah pernah dipakai tanpa harus memulai ulang alur kerja dari awal.
Source: www.androidauthority.com