AirPods Max 2 Terdengar Lebih Matang, Tapi Bobot dan Casing Lamanya Masih Sulit Dimaafkan

AirPods Max 2 hadir sebagai penyegaran dari model sebelumnya dengan fokus pada penyempurnaan, bukan perubahan besar. Pertanyaan utamanya sederhana: apakah peningkatan yang dibawa cukup layak untuk harga $550.

Berdasarkan informasi dari artikel referensi Tech Fowler, jawabannya sangat bergantung pada kebutuhan pengguna. Headphone ini menawarkan audio yang lebih baik, peredam bising yang makin kuat, USB-C, dan fitur live translation, tetapi bobot, desain, dan casing-nya nyaris tidak berubah.

Peningkatan utama ada di audio dan fitur baru

Apple mempertahankan fondasi AirPods Max generasi awal sambil memperbarui beberapa aspek penting. Chip H2 menjadi inti peningkatan, terutama pada kualitas suara dan active noise cancellation.

Dari sisi audio, karakter suaranya disebut lebih rapi dibanding model sebelumnya. Bass terdengar lebih bersih, frekuensi tinggi lebih detail, dan soundstage terasa sedikit lebih luas untuk pengalaman mendengar yang lebih imersif.

Apple juga tetap mengandalkan adaptive EQ. Teknologi ini menyesuaikan suara secara real-time berdasarkan posisi dan rapatnya ear cup di telinga pengguna.

Namun, peningkatan itu dinilai bertahap, bukan revolusioner. Bagi pemilik AirPods Max lama, perbedaannya mungkin tidak langsung terasa dramatis dalam pemakaian sehari-hari.

Noise cancellation tetap jadi salah satu nilai jual terbesar

Salah satu area yang paling menonjol ada pada peredam bising. AirPods Max 2 disebut sangat efektif untuk meredam suara tidak beraturan seperti percakapan, gonggongan anjing, atau kebisingan latar di kantor dan transportasi umum.

Mode transparansi juga masih menjadi kekuatan utama Apple. Fitur ini memungkinkan pengguna tetap mendengar lingkungan sekitar secara natural tanpa perlu melepas headphone.

Dalam kategori headphone premium, kemampuan noise cancellation dan transparency mode milik Apple masih dianggap berada di level teratas. Ini menjadi faktor penting bagi pengguna yang sering bekerja di tempat ramai atau bepergian.

Desain premium, tetapi tetap berat dan kurang praktis

Secara tampilan, tidak banyak yang berubah. AirPods Max 2 tetap memakai ear cup aluminium, headband berbahan mesh yang breathable, serta Digital Crown untuk kontrol volume yang presisi.

Material tersebut memberi kesan premium yang kuat. Di sisi lain, bobot headphone tetap menjadi catatan karena masih terasa berat saat dipakai dalam sesi panjang.

Masalah portabilitas juga belum benar-benar terjawab. AirPods Max 2 masih tidak memiliki mekanisme lipat, sehingga kurang ringkas dibanding banyak pesaing dari Bose dan Sony.

Casing bawaan juga masih menuai kritik. Fungsinya memang bisa membantu mode daya rendah, tetapi perlindungan fisiknya dinilai minim dan desainnya tetap dianggap kurang praktis.

USB-C, lossless, dan live translation menambah nilai, tapi tidak mengubah segalanya

Salah satu pembaruan yang paling relevan adalah peralihan ke USB-C. Langkah ini membuat AirPods Max 2 lebih selaras dengan arah ekosistem perangkat Apple yang makin mengadopsi konektor universal.

Apple juga menambahkan dukungan lossless audio melalui koneksi kabel. Bagi pengguna yang mengejar kualitas audio lebih tinggi, fitur ini memberi nilai tambah yang sebelumnya lebih terbatas.

Ada pula fitur live translation dalam versi beta untuk bahasa yang didukung. Secara konsep fitur ini menarik, tetapi kegunaan nyatanya masih tergantung skenario pemakaian dan belum tentu jadi alasan utama untuk membeli.

Daya tahan baterai tetap di angka 20 jam. Angka ini masih kompetitif, tetapi tidak istimewa jika dibandingkan dengan beberapa rival di kelas yang sama.

Harga $550 jadi titik paling sulit dibenarkan

Di pasar headphone premium, $550 menempatkan AirPods Max 2 di posisi yang sangat tinggi. Tantangannya, Bose dan Sony menawarkan fitur serupa dengan harga yang umumnya lebih rendah.

Karena itu, nilai AirPods Max 2 tidak hanya ditentukan oleh kualitas suaranya. Nilai utamanya justru semakin kuat jika pengguna sudah berada dalam ekosistem Apple.

Fitur seperti perpindahan perangkat instan, spatial audio, dan dynamic head tracking membuat pengalaman di iPhone, iPad, dan Mac terasa lebih mulus. Bagi pengguna Android, daya tarik itu otomatis berkurang cukup besar.

Berikut gambaran singkat kelebihan dan kekurangannya:

AspekNilai Utama
Kualitas audioLebih bersih, detail, soundstage lebih luas
Noise cancellationSangat kuat, termasuk untuk suara tidak beraturan
DesainPremium, tetapi sama seperti model lama
KenyamananNyaman di awal, bobot terasa dalam pemakaian lama
PortabilitasKurang praktis, tidak bisa dilipat
Baterai20 jam, cukup tetapi tidak unggul
HargaMahal di $550

Siapa yang paling cocok membeli AirPods Max 2

AirPods Max 2 paling masuk akal untuk pengguna Apple yang mengutamakan integrasi mulus dan kualitas build premium. Produk ini juga cocok bagi pembeli baru yang ingin headphone over-ear Apple dengan fitur terbaru seperti USB-C dan peningkatan ANC.

Sebaliknya, pemilik AirPods Max lama mungkin perlu berpikir lebih hati-hati. Jika kebutuhan utamanya hanya mencari lompatan besar dalam desain, bobot yang lebih ringan, atau casing yang lebih baik, model baru ini belum memberi perubahan yang cukup jauh.

Pada akhirnya, AirPods Max 2 menawarkan pengalaman premium yang lebih matang, bukan lebih berbeda. Kualitas audio yang lebih baik dan peredam bising yang sangat kuat membuatnya menarik, tetapi harga $550, bobot yang tetap berat, serta casing yang masih dipertanyakan akan terus menjadi pertimbangan utama sebelum membeli.

Source: www.geeky-gadgets.com
Terkait