Anthropic resmi memperluas fitur computer use milik Claude ke Windows setelah sebelumnya hanya tersedia di macOS. Fitur ini memberi kemampuan baru bagi Claude untuk menjalankan tugas langsung di komputer pengguna, termasuk membuka aplikasi, menavigasi antarmuka, menjalankan pengujian, hingga membantu memperbaiki bug secara otomatis.
Pembaruan ini diumumkan melalui akun resmi Claude di X. Anthropic menyebut computer use pada Claude Cowork dan Claude Code Desktop kini sudah tersedia di Windows, sehingga pengguna sistem operasi Microsoft dapat mengakses fungsi yang sebelumnya lebih dulu hadir di perangkat Apple.
Apa itu fitur computer use Claude?
Computer use adalah fitur yang memperluas kemampuan Claude dari sekadar chatbot menjadi agen AI yang dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan desktop. Dalam praktiknya, Claude tidak hanya memberi saran, tetapi juga bisa mengoperasikan aplikasi sesuai izin yang diberikan pengguna.
Berdasarkan penjelasan Anthropic, Claude dapat melakukan banyak tahap kerja secara mandiri dalam satu alur. Tugas itu mencakup menulis kode aplikasi, membuka alat yang dibutuhkan, menjalankan tes, menemukan kesalahan, lalu mencoba memperbaikinya tanpa pengguna harus memandu setiap langkah secara manual.
Kemampuan seperti ini membuat Claude lebih dekat ke konsep AI agent yang benar-benar mengeksekusi pekerjaan. Bagi pengembang, fitur tersebut berpotensi mempercepat proses pembuatan dan pengujian aplikasi, terutama untuk pekerjaan yang berulang dan memakan waktu.
Cara kerja di Windows
Di Windows, computer use tersedia sebagai research preview. Aksesnya diberikan melalui Claude Cowork dan Claude Code untuk pelanggan Claude Pro dan Claude Max.
Anthropic menyebut fitur ini tidak memerlukan pengaturan tambahan yang rumit. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasinya, lalu Claude akan memakai sumber daya sistem yang sudah ada untuk menjalankan tugas yang diminta.
Secara umum, alur kerjanya dapat diringkas sebagai berikut:
- Pengguna memasang aplikasi Claude yang mendukung computer use di Windows.
- Pengguna memberi perintah atau prompt tentang tugas yang ingin dijalankan.
- Claude meminta izin akses ke aplikasi tertentu dalam sesi tersebut.
- Setelah diizinkan, Claude dapat membuka aplikasi, berpindah antarmuka, dan menjalankan langkah kerja yang diperlukan.
- Pengguna tetap bisa menghentikan tindakan kapan saja bila diperlukan.
Model kerja ini menunjukkan bahwa kendali AI tetap dibatasi oleh izin sesi. Claude tidak otomatis memiliki akses permanen ke seluruh sistem, sehingga setiap penggunaan tetap berada dalam pengawasan pengguna.
Fitur keamanan yang disiapkan Anthropic
Anthropic menekankan aspek keamanan karena fitur ini menyentuh kontrol langsung terhadap komputer. Pengguna harus menyetujui akses aplikasi untuk Claude pada setiap sesi, sehingga AI hanya dapat mengendalikan aplikasi yang sudah diizinkan saat itu.
Jika aplikasi yang akan diakses memiliki cakupan sistem yang lebih luas, sistem dapat menampilkan peringatan tambahan. Pendekatan ini penting untuk mengurangi risiko akses berlebihan atau tindakan yang tidak diinginkan pada perangkat pengguna.
Anthropic juga menerapkan mekanisme penguncian sesi. Sistem itu memastikan hanya satu sesi Claude yang dapat mengendalikan komputer pada satu waktu, sehingga potensi konflik perintah dapat ditekan.
Pengguna juga dibekali cara cepat untuk membatalkan tindakan. Berdasarkan keterangan perusahaan, aksi Claude bisa dihentikan segera lewat tombol Esc atau perintah terminal.
Terhubung dengan Dispatch
Fitur computer use juga dipadukan dengan Dispatch. Lewat fitur ini, pengguna dapat mengirim tugas ke Claude dari ponsel pintar secara jarak jauh.
Kombinasi itu membuka skenario penggunaan yang lebih fleksibel. Misalnya, pengguna dapat memberi instruksi dari smartphone, lalu Claude menjalankan pekerjaan tersebut di komputer yang sudah terhubung dan diizinkan.
Sorotan soal konsumsi token dan batas penggunaan
Pembaruan ini datang di tengah perhatian pengguna terhadap konsumsi kuota Claude yang terasa lebih cepat habis. Dalam sepekan terakhir, sejumlah pengguna menyampaikan keluhan bahwa batas penggunaan mereka terkuras lebih cepat dari biasanya.
Anthropic sebelumnya menyatakan sedang menelusuri masalah tersebut. Lydia Hallie dari Anthropic kemudian memberi klarifikasi di X bahwa pengguna tidak dikenai biaya tambahan, dan percepatan habisnya limit lebih terkait dengan kebijakan batas yang lebih ketat pada jam sibuk serta sesi konteks besar yang kini menjadi lebih besar.
Hallie menulis, “Peak-hour limits are tighter and 1M-context sessions got bigger, that’s most of what you’re feeling. We fixed a few bugs along the way, but none were over-charging you.” Pernyataan ini penting karena menunjukkan bahwa perubahan pengalaman penggunaan lebih dipengaruhi pengaturan sistem dan ukuran konteks, bukan penagihan tambahan.
Ia juga memberi saran kepada pelanggan Pro untuk memilih model yang lebih efisien. Menurut Hallie, “Sonnet 4.6 is the better default on Pro. Opus burns roughly twice as fast. Switch at session start.”
Apa dampaknya bagi pengguna Windows
Masuknya computer use ke Windows memperluas jangkauan fitur AI agent Anthropic ke basis pengguna desktop yang lebih besar. Langkah ini berpotensi membuat Claude lebih relevan bagi pengembang, pekerja teknis, dan pengguna produktivitas yang ingin mendelegasikan tugas komputer secara langsung ke AI.
Di saat banyak perusahaan AI berlomba menghadirkan agen yang mampu bertindak, bukan sekadar menjawab, ekspansi Anthropic ke Windows menunjukkan arah pengembangan yang makin praktis. Dengan model akses berbasis izin sesi, kontrol penghentian instan, dan integrasi tugas jarak jauh, Claude kini bergerak lebih jauh dari asisten percakapan menuju alat kerja desktop yang aktif.
Source: www.indiatoday.in