Windows 11 24H2 Tak Lagi Aman, Microsoft Siapkan 25H2 Otomatis untuk PC Rumahan

Microsoft menyatakan PC Windows 11 versi 24H2 yang tidak dikelola organisasi akan menerima pembaruan ke versi 25H2 secara otomatis melalui Windows Update. Kebijakan ini berlaku terutama untuk perangkat edisi Home dan Pro yang masuk kategori “unmanaged” atau tidak terhubung ke sistem pengelolaan TI perusahaan.

Informasi tersebut muncul di halaman Windows release health milik Microsoft. Artinya, pengguna rumahan dan perangkat skala kecil yang tidak berada di bawah kendali admin TI kini mulai masuk gelombang distribusi 25H2 yang lebih luas.

Siapa yang akan menerima pembaruan otomatis

Microsoft menjelaskan bahwa istilah unmanaged merujuk pada PC yang tidak dikelola departemen TI dan tidak terikat ke perangkat manajemen enterprise. Dengan kata lain, komputer pribadi di rumah atau laptop pengguna umum menjadi sasaran utama mekanisme pembaruan otomatis ini.

Namun, pembaruan tidak langsung hadir ke semua perangkat pada saat yang sama. Microsoft tetap memakai skema rollout bertahap berdasarkan kesiapan perangkat dan status kompatibilitas sistem.

Bukan upgrade penuh, melainkan aktivasi fitur

Peralihan dari Windows 11 24H2 ke 25H2 bukan pemasangan ulang sistem operasi secara penuh. Dalam dokumen dukungan KB5054156, Microsoft menyebut 24H2 dan 25H2 memakai file sistem inti yang sama.

Skema ini memakai enablement package atau paket aktivasi kecil. Fitur-fitur baru 25H2 pada dasarnya sudah ikut dikirim lewat pembaruan kualitas bulanan, tetapi tetap nonaktif sampai Microsoft menyalakannya lewat paket tersebut.

Pendekatan ini membuat proses upgrade cenderung lebih cepat. Risiko gangguan juga biasanya lebih rendah dibanding pembaruan versi besar yang mengganti banyak komponen inti sekaligus.

Syarat agar perangkat bisa mendapat 25H2

Agar bisa menerima pembaruan melalui cara ini, perangkat harus sudah menjalankan Windows 11 24H2. Selain itu, perangkat perlu memasang preview update KB5064081 atau pembaruan kumulatif yang lebih baru.

Microsoft menyebut perangkat yang menerima update melalui Windows Update atau Windows Server Update Services akan memperoleh enablement package secara otomatis ketika perangkat dinilai siap. Status “siap” ini ditentukan oleh evaluasi internal Microsoft terhadap stabilitas dan kecocokan perangkat.

Berikut syarat utamanya:

  1. PC sudah memakai Windows 11 versi 24H2.
  2. Perangkat termasuk kategori unmanaged.
  3. Update KB5064081 atau versi kumulatif yang lebih baru sudah terpasang.
  4. Tidak ada safeguard hold karena masalah kompatibilitas.

Pengguna masih bisa mengatur waktu pemasangan

Meski pembaruan dikirim otomatis, pengguna tetap memiliki kendali terbatas atas waktu instalasi. Setelah “Windows 11, version 25H2” selesai diunduh dan siap dipasang, restart bisa dijadwalkan ke waktu lain.

Microsoft juga masih menyediakan opsi penundaan untuk periode tertentu. Ini penting bagi pengguna yang tidak ingin komputer melakukan restart pada jam kerja atau saat perangkat sedang dipakai untuk tugas penting.

Pengecekan manual juga tetap didukung. Pengguna bisa membuka Settings, masuk ke Windows Update, lalu memilih “Check for updates” untuk melihat apakah 25H2 sudah tersedia di perangkat masing-masing.

Mengapa update belum tentu muncul di semua PC

Jika 25H2 belum terlihat di menu Windows Update, kondisi itu belum tentu menandakan masalah. Bisa jadi perangkat masih belum mencapai ambang rollout yang ditetapkan Microsoft untuk gelombang distribusi berikutnya.

Alasan lain adalah adanya safeguard hold. Mekanisme ini dipakai Microsoft untuk menahan pembaruan pada perangkat dengan potensi konflik perangkat keras, driver, atau aplikasi tertentu yang sudah diketahui.

Pendekatan semacam ini lazim dalam distribusi Windows modern. Microsoft biasanya memilih menahan update di sebagian perangkat untuk mencegah gangguan yang lebih luas sebelum perbaikan tersedia.

Ada riwayat gangguan instalasi yang sempat menghambat rollout

Dalam perkembangan terkait Windows 11, Microsoft sebelumnya merilis KB5086672 sebagai pembaruan out-of-band untuk versi 24H2 dan 25H2. Langkah itu diambil setelah sebagian pengguna mengalami kendala instalasi usai preview update KB5079391.

Pembaruan tersebut disebut memulihkan perubahan pratinjau sebelumnya sekaligus memperbaiki error instalasi 0x80073712. Masalah itu sempat membuat proses rollout tertahan, sehingga kehadiran patch perbaikan menjadi penting untuk menstabilkan jalur update.

Dampaknya bagi pengguna Windows 11

Bagi pengguna rumahan, kebijakan ini berarti transisi dari 24H2 ke 25H2 akan terasa lebih sederhana. Karena basis sistemnya sama, proses instalasi cenderung lebih ringan dan tidak menyerupai loncatan versi besar seperti pada upgrade tradisional.

Di sisi lain, distribusi otomatis tetap menuntut pengguna memperhatikan notifikasi Windows Update. Perangkat yang sudah memenuhi syarat dapat menerima 25H2 saat Microsoft menilai mesin tersebut siap, sementara perangkat dengan hambatan kompatibilitas kemungkinan harus menunggu sampai blokir pengaman dicabut.

Source: www.notebookcheck.net

Berita Terkait

Back to top button