Ponsel gaming RedMagic 11 Pro Golden Saga Edition menunjukkan performa yang tidak biasa saat diuji menjalankan game PC kelas AAA lewat emulasi. Dalam pengujian yang dipublikasikan kanal ETA Prime, perangkat ini mampu menjalankan beberapa judul berat dengan frame rate yang tergolong mulus untuk ukuran smartphone.
Varian ini merupakan versi penyegaran dari RedMagic 11 Pro reguler yang sudah meluncur lebih dulu. Fokus utamanya ada pada sistem pendingin yang ditingkatkan, termasuk vapor chamber berlapis emas dan saluran udara komposit emas-perak, yang diklaim membantu menjaga suhu saat beban kerja tinggi.
Fokus pada pendinginan dan memori besar
Konfigurasi perangkat keras menjadi salah satu alasan utama ponsel ini menarik untuk diuji sebagai mesin gaming non-konvensional. RedMagic 11 Pro Golden Saga Edition dibekali RAM 24 GB LPDDR5T dan penyimpanan 1 TB UFS 4.1 Pro, kombinasi yang bahkan mendekati banyak handheld gaming modern.
Dalam laporan pengujian, ETA Prime memakai GameHub untuk menjalankan game Windows di perangkat ini. Pendekatan tersebut tidak sama dengan memainkan game Android native, karena emulasi membutuhkan lebih banyak sumber daya dan biasanya lebih berat bagi CPU, GPU, serta sistem pendingin.
Hasil uji game AAA di RedMagic 11 Pro Golden Saga
Beberapa game PC yang diuji menunjukkan hasil yang cukup impresif. Mayoritas pengujian dilakukan pada resolusi 720p, pendekatan yang masuk akal untuk menjaga keseimbangan antara kualitas visual dan performa.
Berikut ringkasan hasil yang disebut dalam pengujian:
-
Red Dead Redemption 2
Game ini berjalan dengan rata-rata di atas 40 FPS. Setelan grafis disebut mayoritas berada di level low pada resolusi 720p. -
Project Cars 2
Pada preset medium dan resolusi 720p, performanya berada di kisaran 60 FPS. Hasil ini menunjukkan game balap tersebut bisa dimainkan dengan cukup stabil. -
Resident Evil Requiem
Game ini dilaporkan berjalan mulus, meski muncul beberapa masalah visual. Gangguan tersebut diduga berkaitan dengan driver, dan jenis masalah seperti ini biasanya bisa diperbaiki lewat pembaruan perangkat lunak. -
Grand Theft Auto 5
ETA Prime tidak merinci setelan visual yang dipakai. Namun performanya terlihat berada di kisaran pertengahan 60 FPS, dengan indikasi pengaturan grafis rendah. - Cyberpunk 2077
Game ini juga mencatat rata-rata di atas 60 FPS. Namun hasil tersebut dicapai dengan bantuan FSR Frame Generation yang diaktifkan.
RAM besar terbukti berpengaruh
Salah satu detail penting dari pengujian ini adalah penggunaan memori yang sangat tinggi. Saat menjalankan Red Dead Redemption 2, perangkat dilaporkan memakai sekitar 20 GB RAM, angka yang memperlihatkan bahwa kapasitas memori besar memang bukan sekadar gimmick untuk skenario emulasi game PC.
Fakta itu memberi konteks penting bagi calon pengguna. Untuk beban kerja seperti emulator Windows dan game AAA, konfigurasi 24 GB RAM dapat memberi ruang lebih lega dibanding varian memori yang lebih kecil.
Kencang, tetapi haus daya
Performa tinggi tersebut datang dengan konsekuensi yang jelas pada konsumsi energi. Dalam beberapa sesi, ponsel ini disebut menarik daya lebih dari 40 watt, angka yang tinggi untuk perangkat sekelas smartphone.
Daya sebesar itu bisa membantu menjaga performa tetap agresif, tetapi juga membuat suhu naik lebih cepat. Pendingin aktif bawaan memang dirancang untuk mengompensasi kondisi ini, namun baterai tetap akan terkuras lebih cepat saat memainkan game berat dalam durasi panjang.
Apa arti hasil ini bagi pasar ponsel gaming
Pengujian ETA Prime memperlihatkan bahwa batas antara ponsel gaming dan handheld gaming makin tipis. Dengan kombinasi pendingin aktif, RAM besar, penyimpanan cepat, dan chipset kelas atas, RedMagic 11 Pro Golden Saga Edition mulai mendekati fungsi perangkat gaming portabel yang lebih fleksibel.
Meski begitu, hasil seperti ini tetap perlu dibaca secara proporsional. Pengalaman bermain via emulasi masih sangat dipengaruhi oleh kompatibilitas software, kualitas driver, optimasi emulator, serta manajemen panas perangkat.
Dalam konteks itu, RedMagic 11 Pro Golden Saga Edition menonjol bukan hanya karena angka FPS, tetapi juga karena mampu mempertahankan kelancaran pada game yang selama ini identik dengan PC atau handheld x86. Selama pendinginan aktif bekerja optimal dan ekspektasi terhadap konsumsi baterai tetap realistis, perangkat ini tampak semakin relevan bagi pengguna yang mencari ponsel gaming dengan kemampuan jauh di atas penggunaan mobile biasa.
Source: www.notebookcheck.net