Meta disebut sedang membentuk tim perangkat keras AI baru di bawah unit Meta Superintelligence Labs. Langkah ini mengindikasikan dorongan yang lebih serius dari perusahaan untuk memperluas bisnis AI hardware, tidak hanya bertumpu pada kacamata pintar AI yang sudah lebih dulu sukses di pasar.
Laporan Business Insider menyebut tim baru ini akan berdiri terpisah dari Reality Labs, divisi yang selama ini menangani Meta Ray-Ban dan berbagai proyek metaverse. Meski dipisah secara struktur, kedua divisi diperkirakan tetap bekerja erat dalam pengembangan produk dan pengujian teknologi.
Meta memperluas fokus perangkat AI
Meta memang sedang menempatkan perangkat keras sebagai salah satu jalur penting dalam strategi AI-nya. Referensi yang tersedia menyebut Meta Ray-Ban AI smart glasses telah terjual lebih dari 7 juta unit, angka yang memperlihatkan adanya permintaan nyata untuk perangkat AI yang bisa dipakai sehari-hari.
Capaian itu memberi dasar kuat bagi Meta untuk bergerak ke kategori produk lain. Sejauh ini, belum ada rincian resmi soal perangkat baru yang sedang disiapkan, tetapi laporan tersebut menyebut tim baru kemungkinan akan mengerjakan hardware di luar smart glasses maupun headset VR.
Beberapa insinyur dari Reality Labs dilaporkan sudah berpindah ke Meta Superintelligence Labs. Mereka disebut mulai membuat prototipe perangkat lunak AI pada hardware yang sebelumnya dikembangkan oleh Reality Labs.
Peran Meta Superintelligence Labs
Meta Superintelligence Labs merupakan unit AI yang diposisikan untuk membangun produk AI masa depan perusahaan. Fokusnya disebut mencakup pengembangan agentic AI, yaitu sistem AI yang dapat menjalankan tugas lebih mandiri dan mengambil tindakan berdasarkan tujuan tertentu.
Pembentukan tim hardware di dalam unit ini menunjukkan bahwa Meta tidak ingin AI hanya hadir sebagai layanan perangkat lunak. Perusahaan tampaknya ingin menggabungkan model AI, antarmuka pengguna, dan perangkat fisik dalam satu ekosistem yang lebih terkendali.
Langkah seperti ini juga sejalan dengan tren industri teknologi. Banyak perusahaan besar kini berlomba membangun perangkat AI-native, yaitu produk yang sejak awal dirancang dengan AI sebagai fungsi inti, bukan sekadar fitur tambahan.
Veteran industri pimpin tim baru
Untuk memimpin divisi hardware di MSL, Meta menunjuk Rui Xu. Dalam laporan yang sama, Xu disebut sebagai insinyur berpengalaman yang sebelumnya memimpin hardware di Dreamer, startup AI agent yang para pendirinya baru direkrut ke MSL.
Rui Xu juga memiliki pengalaman mengerjakan perangkat pintar di ByteDance. Rekam jejak itu dinilai relevan karena Meta sedang mencoba menyatukan pengembangan AI agent dengan produk perangkat keras yang bisa dipakai konsumen secara langsung.
Persaingan AI hardware kian padat
Meta bukan satu-satunya pemain yang membidik perangkat AI generasi baru. OpenAI juga disebut sedang menyiapkan perangkat AI pertamanya, dengan desain yang dikaitkan dengan mantan kepala desain Apple, Jony Ive.
Apple pun beberapa kali dilaporkan mengembangkan kacamata pintar berbasis AI. Selain itu, perusahaan teknologi asal London, Nothing, juga disebut berpotensi memperkenalkan produk pintar baru pada akhir tahun ini.
Persaingan tersebut menunjukkan satu hal penting. Pasar AI hardware kemungkinan akan menjadi arena baru setelah chatbot dan model bahasa besar mulai makin umum diadopsi publik.
Dorongan AI Meta tidak hanya di perangkat
Ekspansi ke hardware terjadi ketika Meta terus memperbesar investasi di bidang AI secara lebih luas. Laporan sebelumnya menyebut perusahaan juga membentuk tim AI yang berfokus meningkatkan algoritma rekomendasi di Instagram dan Facebook.
Meta juga aktif memperkuat kemampuan internal melalui akuisisi dan perekrutan. Alexandr Wang, yang kini memimpin Superintelligence Labs, ditunjuk setelah Meta mengakuisisi startup miliknya, Scale AI, dengan nilai $14.5 billion.
Dalam referensi yang sama, Meta juga disebut telah mengakuisisi startup AI lain seperti Moltbook dan Manus AI yang berfokus pada agentic AI. Arah ini memperlihatkan bahwa Meta sedang menyiapkan fondasi teknologi, talenta, dan perangkat untuk menempatkan AI di berbagai lini bisnisnya.
Restrukturisasi berjalan bersamaan
Di tengah ekspansi AI, Meta juga disebut melakukan efisiensi tenaga kerja. Referensi artikel menyebut perusahaan baru saja memberhentikan 700 karyawan, termasuk sebagian dari Reality Labs.
Laporan lain yang dirujuk juga menyebut Meta berpotensi memangkas hingga 15.000 pekerjaan untuk mengendalikan biaya. Situasi ini memperlihatkan strategi ganda yang sering ditempuh perusahaan teknologi besar: menekan pengeluaran di beberapa area sambil tetap menggelontorkan sumber daya ke sektor yang dianggap paling strategis.
Berikut gambaran singkat arah terbaru Meta di bidang AI:
- Membentuk tim hardware AI baru di bawah Meta Superintelligence Labs.
- Memisahkan tim tersebut dari Reality Labs, tetapi tetap menjaga kolaborasi.
- Menunjuk Rui Xu untuk memimpin pengembangan hardware.
- Memperluas fokus dari smart glasses ke perangkat AI lain.
- Memperkuat agentic AI melalui akuisisi, perekrutan, dan integrasi lintas divisi.
Jika rencana ini berjalan sesuai arah yang dilaporkan, Meta berpeluang menjadi salah satu perusahaan yang tidak hanya menyediakan model AI, tetapi juga perangkat fisik tempat AI itu digunakan. Itu akan membuat persaingan dengan OpenAI, Apple, dan pemain lain semakin ketat, terutama saat pasar mulai bergerak dari aplikasi AI di layar menuju perangkat yang lebih personal dan selalu aktif.
Source: www.indiatoday.in