
Dapur rumah kini berubah menjadi pusat pertumbuhan usaha bagi banyak ibu di Indonesia. Dengan bantuan kecerdasan buatan, dua pelaku UMKM perempuan membuktikan bahwa bisnis rumahan bisa naik kelas dan omzetnya bisa melesat hingga 10 kali lipat.
Perubahan itu terlihat dari kisah Efa Fauziah pemilik Mie Aceh 769 Pijay dan Rohani Sembiring atau Mbak Any yang mengelola Risoles Mbak Any. Keduanya memanfaatkan ekosistem digital Grab untuk membaca pola pasar, mengatur strategi promosi, dan menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa harus bergantung pada metode konvensional.
Dapur Rumah Jadi Pusat Kendali Bisnis
Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan keluarga, banyak perempuan mencari cara agar usaha kecil tetap tumbuh. Dapur lalu berfungsi bukan hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga sebagai titik awal lahirnya pendapatan baru yang lebih stabil.
Fenomena ini penting karena menunjukkan pergeseran cara pelaku UMKM bekerja. Jika dulu penjualan bergantung pada pembeli yang datang langsung, kini pesanan online memberi peluang lebih besar dan memperluas pasar secara cepat.
Efa Fauziah Bangkit Setelah Bencana dan Bangun Usaha dari Nol
Efa Fauziah, 46 tahun, menghadapi jalan berliku sebelum usahanya dikenal luas. Ia sempat terdampak gempa di Aceh dan mengalami kebakaran ruko, lalu merantau ke Bogor hingga Jakarta untuk memulai lagi bisnis Mie Aceh miliknya dari awal pada akhir 2020.
Langkahnya tidak sia-sia karena setelah bergabung sebagai Mitra GrabFood, penjualan Mie Aceh 769 Pijay melonjak tajam. Dari semula hanya terjual sekitar 15 porsi per hari, kini Efa bisa menjual hingga 150 porsi per hari, dengan sekitar 80% transaksi berasal dari pesanan online.
Efa memanfaatkan GrabMerchant AI Assistant untuk membantu membaca tren penjualan. Fitur ini membantunya menentukan waktu promosi yang lebih efektif dan melihat menu yang berpotensi menarik minat pelanggan.
Rohani Sembiring Ubah Usaha Risoles Menjadi Lebih Besar
Kisah serupa datang dari Rohani Sembiring, 40 tahun, yang dikenal dengan nama Mbak Any. Ia memulai usaha risoles saat pandemi melalui sistem pre-order kecil-kecilan untuk teman dan tetangga, lalu perlahan memperbesar usaha hingga membuka cabang kedua.
Visibilitas di platform digital membuat usahanya semakin dikenal luas. Saat Ramadan, pesanan Risoles Mbak Any bisa naik dua kali lipat, sementara 90% penjualannya kini ditopang oleh pesanan online melalui Grab.
Rohani juga menggunakan AI untuk membaca pola pembelian pelanggan dan menyusun langkah promosi ketika penjualan melandai. Baginya, teknologi menjadi alat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha dan memberi masa depan yang lebih baik bagi ketiga anaknya.
AI Bantu UMKM Baca Data Menjadi Strategi
Kesuksesan dua ibu ini memperlihatkan bahwa AI bukan sekadar istilah teknologi yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Dalam praktiknya, AI membantu pelaku usaha kecil mengolah data penjualan menjadi keputusan yang lebih terukur dan cepat.
Menurut Grab, lebih dari 400.000 merchant di Indonesia telah memanfaatkan GrabMerchant AI Assistant. Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia, mengatakan teknologi dapat membuka potensi UMKM dengan cara yang lebih nyata.
“Dengan merangkul inovasi AI, pelaku usaha dapat mengubah data mentah menjadi strategi nyata yang terukur,” ujarnya.
Dalam penggunaan harian, fitur ini bisa membantu pemilik usaha melihat menu potensial, memahami jam ramai, hingga menyusun strategi operasional yang lebih efisien. Bagi usaha rumahan, kemampuan seperti ini sangat penting karena tiap keputusan kecil bisa berdampak langsung pada omzet.
Dukungan Komunitas Perempuan Jadi Penguat
Selain teknologi, komunitas juga ikut menentukan ketahanan usaha perempuan. Efa aktif di Komunitas SERABI atau Sekumpulan Perempuan Bisa, sebuah ruang berbagi bagi para pengusaha perempuan untuk bertukar pengalaman, termasuk soal cara menghadapi pelanggan dan mengoptimalkan fitur aplikasi.
Berikut manfaat utama yang dirasakan pelaku UMKM dari kombinasi AI dan komunitas:
- Membaca pola penjualan secara lebih cepat.
- Menentukan waktu promosi yang lebih tepat.
- Menjangkau pelanggan online tanpa biaya operasional besar.
- Mendapat masukan dari sesama pelaku usaha.
- Menjaga usaha tetap relevan saat perilaku konsumen berubah.
Kisah Efa dan Rohani menunjukkan bahwa modal dapur, ketekunan, dan teknologi bisa menjadi kombinasi yang sangat kuat. Di tangan ibu rumah tangga yang mau belajar, AI tidak hanya membantu berjualan, tetapi juga membuka jalan agar usaha kecil tumbuh lebih besar dan lebih tahan menghadapi perubahan pasar.
Source: id.mashable.com








